UmmayHadianti’s Weblog

Menulis tanpa Egois

Agustus 8, 2008 · 2 Komentar

Apa sebenarnya alasan kita menulis blog?

Hanya untuk iseng, mengisi waktu daripada menganggur, gaya-gayaan, bukti eksistensi diri sendiri, atau benar-benar menyajikan informasi bagi masyarakat? Hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya..

Ada blog yang khusus dibuat oleh sebuah perusahaan sebagai salah satu jalur public relation-nya. Ada juga yang beriklan secara on-line, sebuah pembaharuan di bidang advertising. Ada komunitas tertentu yang menggunakan blog sebagai sarana komunikasi di dunia maya. Ada juga yang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu lalu menulis segalanya tentang ketertarikannya itu. Semua punya visi sendiri-sendiri.

Lalu bagaimana dengan blog yang bentuknya semi-diary. Yang berisi informasi yang kasarnya dibilang ‘narsis’, intinya hanya menceritakan tentang diri sendiri. Tanggal ini aku ke mana, apa yang aku lakukan, dengan siapa, dan menceritakan setiap detail kejadian dalam blog pribadi itu.

Tentu hak setiap orang untuk membuat sebuah akun blog. akan diisi dengan hujat menghujat, curhatan-curhatan pribadi yang tidak sempat diungkapkan melalui kata-kata. Menulis tanpa rasa egois memang sulit. Menulis apa yang dibutuhkan orang lain, bermanfaat bagi yang membaca. Memang sulit.., tapi suatu kebanggaan tersendiri sebagai blogger kita tidak hanya mengatakan apa yang ingin dikatakan, namun juga mengatakan apa yang membuat orang lain berbuat.,.

Jadi, silakan pilih!

yha, seperti kata seorang rekan,. fastabiqul BLOGGINg!

→ 2 CommentsKategori: umum

Renungan tanpa Subjek

Juli 23, 2008 · 4 Komentar

Satu tahun sudah di bangku kuliah. Apa yang telah dilakukan? Aktif di organisasi, nilai akademis memuaskan? Sudahkah ada perubahan-perubahan yang menjadikan lebih baik dari sebelumnya? Atau paling tidak tak lupa bersyukur?

Pertanyaan yang ‘standar itu sulit terjawab. Atau mudah tapi terlalu malu untuk mengungkapkannya. Waktu setahun terasa begitu cepat berlalu. Setiap perubahan yang terjadi bahkan sulit untuk diingat. Atau memang hanya berlalu hingga tak mampu tersimpan dalam ingatan?

Berapa kali lagi harus merenung? Bermuhasabah menyepi dalam hati agar benar-benar mendewasa? Seakan semua hanya jadi kumpulan serpih harapan tanpa nbenar-benar utuh menjadi satu.

Tak bermaksud jadi sempurna, karena memang manusia biasa. Tapi apakah sudah maksimal usia, waktu, tenaga, dan materi yang menjadi korban? Kalau ya, mengapa begitu mudah merasa puas? Kalau tidak, haruskah pasrah tanpa berusaha?

Langit perlahan menuju senja. Waktupun tak akan pernah abadi. Tiba-tiba pergi tanpa tersadari. Mungkin tak akan lama lagi, saat tak mampu lagi berkata, apalagi membela diri. Ingatlah!

→ 4 CommentsKategori: private

Pemain Lokal Masih Berbunyi

Juli 10, 2008 · 3 Komentar

Sebuah tulisan yang baru bisa di-posting hari ini.. (baru ada kesempatan! ^o^…)

Minggu (6/7), stadion Gelora Bung Karno menggelar pertandingan uji coba untuk memeriahkan peluncuran logo ISL 2008. Dalam laga tersebut Super Eleven berhasil membuat Fantastic Eleven Bertekuk lutut dengan skor 3-2. Pemain-pemain asing klub Indonesia yang berkaus tim Fantastic Eleven harus mengakui keunggulan pemain lokal yang tergabung dalam tim Super Eleven. Bahkan sejak babak pertama, Abanda Herman dan kawan-kawan tak mampu menyamai kedudukan Super Eleven. Dua gol cetakan Rudi Widodo dan Budi Sudarsono bertahan tanpa balas hingga tururn minum.

Babak kedua ternyata masih memberikan peluang kepada Super Eleven untuk menambah angka dengan gol indah kapten tim, Ponaryo Astaman. Baru setelah lebih dari separuh babak kedua, Julio Lopes berhasil menjebol gawang Ferry Rotinsulu yang menggantikan kiper Markus Horison. Disusul kesalahan Charis Yulianto yang menyumbangkan skor untuk tim lawan lewat gol bunuh dirinya.

Secara teknis, keunggulan pemain lokal terletak pada kekompakan dan ketenangan mereka. Terlebih laga-laga uji coba timnas belakangan semakin mengasah kerja sama tim. Sedangkan kolaborasi antara pemain-pemain asing seperti Julio Lopes, Abanda Herman, Christian Gonzales, masih memiliki kekurangan dalam kerja sama. Permainan individual seringkali terlihat dalam beberapa serangan. Mengingat asal negara yang berbeda serta pembentukan tim perdana yang singkat, tidak heran bila kesiapan mereka belumm optimal.

Lebih dari itu, pertandingan uji Coba antara Super Eleven dengan Fantastic Eleven sekaligus membuktikan bahwa pemain lokal masih ‘berbunyi’ meskipun tidak senyaring klub-klub Asia lainnya. Kerja sama dan kekompakan cukup tinggi membawa mereka unggul dari pemain asing, yang sama-sama merumput di Indonesia. Respon positif juga datang dari pemirsa. Melalui pesan singkat di layar kaca, para pecinta kulit bundar Indonesia berharap bahwa tim Super Eleven merupakan gambaran timnas masa depan.

Saksikan Indonesia Super League 2008, mulai 12 Juli 2008.

Ga kalah seru dibanding EURO 2008 dee..

→ 3 CommentsKategori: umum

Karung Mutiara Al-Ghazali

Juli 10, 2008 · Tidak ada Komentar

Berlalulah waktu dan hari-hari sementara dosa telah diperoleh dan datanglah utusan kematian sementara hati lupa


Merupakan sesuatu yang layak bagi orang waras untuk meninggalkan dunia dan menghamba kepada Allah dan berpikir tentang Ia

Sesungguhnya dalam upaya taat kepada Allah sangat banyak godaan dan tipu daya setan guna menggagalkannya

Syahwat akan menjadikan raja menjadi hamba, dan sabar akan menjadikan hamba menjadi raja

Keinginan untuk beragama adalah tahu cacat mereka karena diingatkan orang lain.

diambil dari buku pinjaman seorang kawan

tahun 2006

→ No CommentsKategori: My Inspiration

Menghindari Penipuan di Dunia Maya ^_^

Juli 3, 2008 · 4 Komentar

Gemana caranya hayooo…

Saya punya beberapa tips aman, nyaman, dan pasti manjur untuk menghindari kejahatan penipuan melalui dunia maya

  1. Jangan lupa sign out akun email, blog, atau FS, Facebook, Tagged, dst.. Apalagi emang sengaja engga ditutup karena takut bayar koneksi kemahalan..
  2. Sedikitlah pelit bila Anda diminta daftar ke sebuah situs.. kalau ga penting2 amat gaa usah daftar. Selain memperkecil email di-hack orang, langkah ini juga akan memperkecil kemungkinan anda lupa pasword dengan alamat email yang beda2.
  3. Ga usah terlalu narsis memajang foto Anda di dunia virtual. Banyak orang tidak memberikan foto asli. Jangan bohong duluan kalao ga ingin dobohongi
  4. Jangan gunakan dunia maya untuk menipu, karena kemungkinan besar karma akan mengantar Anda juga terjebak dalam penipuan.
  5. Gunakan situs email yang menggunakan fasilitas anti-Spam. Ga cape’ kan ngehapus email2 yg tidak penting!
  6. Jangan tergoda mengakses situs2 yang bo’ong banget. Mending langsung dihapus. Jangan pernah pedulikan!
  7. Salah satu cara paling ampuh ialah dengan tidak mengakses internet secara berlebihan. Ini akan juga melindungi mata anda.

Yhaa… jangan mudah percaya dengan pemaparan saya di atas. Lebih baik buktikan sendiri. Hehe.., ini Cuma dalam rangka mengisi waktu luang dan kolom luang di blog. Semoga bermanfaat,.. paling tidak untuk membuat Anda tertawa karena tidak lucu..

Salam….

→ 4 CommentsKategori: Buatan sendiri!

Magelang Bakal Punya Duta Baca

Juni 23, 2008 · 2 Komentar

Membaca. Hal yang banyak menjadi pilihan kegemaran seseorang. Coba tanyakan kepada para pelajar atau mahasiswa. Saat ditanya kegiatan apa yang mereka sukai, sebagian besar menyatakan membaca adalah hobi mereka. Namun itu terjadi beberapa tahun lalu. Ketika budaya membaca masih terasa kental dalam kehidupan masyarakat. Sebelum teknologi-teknologi digital, instan, mudah didapatkan. Kegiatan membaca buku terutama buku teks, menjadi jarang kita temui.

Tidak sedikit orang menganggap bahwa budaya membaca kini mengalami penurunan. Berbagai ungkapan keprihatinan terungkap, namun belum juga tercapai hasil yang diharapkan. Sebagai masyarakat, perlu kita ketahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab menurunnya minat masyarakat terhadap kegiatan membaca tersebut. Disadari atau tidak, penyebab utama keadaan ini adalah kebiasaan individu. Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, orang tua cenderung membiasakan anaknya untuk mencari informasi melalui cara yang lebih mudah, cepat, tidak banyak menyita waktu mereka. Kebiasaan ini akan tertanam hingga ia tumbuh menjadi remaja bahkan dewasa. Penyebab kedua dari penurunan kebiasaan membaca adalah keterbatasan akses. Yang dimaksud keterbatasan akses di sini dapat mencakup beberapa hal. Seperti keterbatasan informasi tentang buku dan keterbatasan anggaran keluarga yang dialokasikan untuk membeli buku. Beberapa buku yang bermutu identik dengan harga yang cukup mahal. Ditambah lagi situasi perekonomian masyarakat yang belum pasti saat ini membuat nilai nominal buku semakin melambung. Masyarakat yang berada di lapisan menengah ke bawah harus berpikir berulang kali untuk mengeluarkan uang demi sebuah buku. Sedangkan yang ketiga, belum termasyarakatkan budaya menulis. Kegiatan membaca dan menulis memiliki hubungan yang erat dan saling memengaruhi. Disadari jumlah penulis di Indonesia apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk masih terbilang kurang. Hal ini mengakibatkan masih terbatasnya variasi bacaan yang ada. Sebagian orang menjadi enggan membaca karena tema bacaan yang itu-itu saja.

Sebenarnya hampir semua orang mengakui bahwa membaca merupakan hal positif sepanjang apa yang dibaca pun bermanfaat. Akan tetapi ternyata masih sulit untuk menumbuhkan semangat membaca di antara mereka. Buku sebagai gudang informasi sejak dahulu mempunyai sejumlah kelebihan dibanding sarana informasi audio atau audio visual (radio dan TV), bahkan media internet saat ini. Informasi yang didapatkan melalui buku dapat kita serap secara lebih mendalam karena detail informasinya dapat kita baca berulang-ulang. Selain itu, buku memiliki pertanggungjawaban yang jelas dibandingkan dengan informasi di internet yang kadang memungkinkan pemalsuan identitas.

Budaya membaca di Indonesia saat ini memang tengah mengalami keterpurukan. Namun di balik semua itu kita juga tak memungkiri bahwa perkembangan dunia tulis-menulis di Indonesia mulai berkembang terbukti dengan lahirnya penulis-penulis muda seperti Andrea Hirata dengan tetralogi Laskar Pelangi-nya. Didukung dengan adanya komunitas-komunitas penulis di berbagai daerah. Dengan munculnya kreativitas menulis, diharapkan minat membaca di berbagai kalangan masyarakat akan dapat muncul kembali. Pada peringatan hari Buku Sedunia tanggal 23 April 2008 lalu, Indonesia pun tampak cukup antusias dengan diadakannya event-event tentang gerakan gemar membaca.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga tidak perlu dianggap sebuah ancaman terhadap pola membaca di masyarakat. Keberadaan media internet misalnya, justru akan semakin memperkaya pengetahuan serta pilihan informasi bagi masyarakat. Yang perlu diperbaiki sesungguhnya adalah kebiasaan sebagian orang yang menggunakan cara instan untuk memperoleh informasi tanpa disertai landasan pertanggungjawabannya.

Era globalisasi menuntut kompetisi dari setiap negara untuk menunjukkan kemampuannya. Bangsa manapun yang menguasai informasi, ia pun akan ‘menguasai dunia. Sangat disayangkan apoabila bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar belum mampu menampilkan eksistensinya di mata dunia karena kurangnya kebiasaan membaca.

Mengubah kebiasaan masyarakat tentu bukan suatu hal yang mudah. Untuk itu, kita sebagai individu bagian dari masyarakat hendaknya menyadari bahwa perubahan paling mendasar dimulai dari diri sendiri. Ada bermacam cara yang dapat ditempuh untuk memasyarakatkan kembali kebiasaan membaca cerdas, yang tak sekadar membaca tapi juga memahami dan menerapkan ilmu yang telah didapatkan. Menjadi Duta Baca kota Magelang merupakan cara yang efektif bagi para generasi muda yang masih peduli dan berkeinginan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kota tercinta pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Pemilihan Duta Baca 2008 merupakan pemilihan perdana yang belum pernah diadakan sebelumnya. Dengan adanya event ini diharapkan minat baca di kalangan masyarakat kota Magelang semakin berkembang. Selain mengajak masyarakat umum untuk gemar membaca, Duta Baca juga memiliki kewajiban untuk mengajak masyarakat yang kurang mampu serta mereka yang masih mengalami buta aksara untuk juga mau mencari ilmu dan informasi melalui buku atau surat kabar. Mengingat status Jawa Tengah yang hingga saat ini angka buta aksaranya masih tinggi. Kegiatan ini juga dapat memotivasi mereka yang tidak memiliki kesempatan bersekolah untuk dapat menjadi orang yang sukses. Karena ilmu tidak hanya dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal.

******

→ 2 CommentsKategori: umum

Maafkan.., blog-ku tercinta!!

Juni 7, 2008 · 2 Komentar

Blog-ku tercinta, maafkan aku. sekiam lama aku tak memerhatikanmu. Memang kuakui aku salah. Terlalu banyak alasan untuk tidak membuat postingan untukmu. Memang aku bukan blogger yang baik.

Aku sering membuka wodpress untuk mengecek apakah ada yang meninggalkan pesan untukku di sana. Hanya itu, tanpa kupedulikan bahwa tulisanmu sudah agak basi. Dan ketika kulihat statistik dasbor, aku baru sadar bahwa semakin lama kau semahin terpinggirkan. Bagaimana orng mau membaca kalau pemilik blog sendiri ga peduli pada blognya. Maafkan.. maafkan..

Padahal sudah banyak manfaat yg kudapat selama memilikimu. Mulai dari nilai memuaskan pada salah satu mata kuliahku, berkenalam dengan duni a blogger, belajar menulis, altualisasi diri, hingga persaudaraan dengan orang yang telah lama kukenal atau kenalan baru. Awalnya memang aku sangat bersemangat menjadikanmu sebagai teman, sebagai pengisi waktu luangku, pendengar segala rasa senang dan kekecewaanku. Seperti para blogger wordpress yang sudah lebih dulu memulai. Melihat mereka, aku jadi ikut tertantang jadi blogger yang hebat.

Tapi apa? Baru sebulan sekali aku menulis untukmu. itupun mungkin kurang bermutu. Akh, memang aku sok sibuk. Belum sungguh-sungguh dan fokus pada sesuatu. Tapi aku tetap tidak ingin kehilanganmu. Aku masih ingin memanfaatkanmu sebagai teman bahkan saudara. Aku masih berharap bisa serius mulai liburan semester nanti. Aku ingin suatu hari nanti bergabung dengan komunitas blogger yang luar biasa. Tapi tentu saja memiliki visi yang benar dan terarah. Satu lagi, aku juga ingin dirimu bermanfaat juga bagi orang lain.

Maafin Maey Moon yha…!!

→ 2 CommentsKategori: private

Setelah Kepergiannya..

Mei 7, 2008 · 2 Komentar

Telah berlalu empat puluh hari semenjak kepergiannya. Menyisakan kenangan yang begitu lekat di hati. Tawanya, cerianya, kehebohannya, semangat, serta optimisme yang ia berikan pada kami.

Lebih kurang empat tahun lalu, pertama kami mengenailnya sebagai kakak kelas dalam sebuah organisasi ekstrakulikular jurnalistik SMA. Dia yang menarik perhatian kami, ya.. dengan teriak-teriaknya yang penuh semangat. Seorang gadis yang cerdas terbukti dengan prestasi-prestasi akademik. Setiap bertemu di ;uar kegiatan ekstra ia menyapa kami, dengan senyum yang tulus “De, jangan lupa berangkat ekskul SIBEMA, yaaa…!”. Seorang kakak yang ramah, baik hati, dan perhatian. Maka tak heran kami menobatkannya sebagai Kakak terfavorit pada acara pergantian pengurus organisasi.

Di saat-saat terakhir, kami berkesempatan untuk wisata studi ke perusahaan surat kabar di Semarang dan mengunjungi Candi Gedongsongo. Suasana tampak menyenangkan seperti biasa. Ia masih suka bercanda tentang julukan lucu ‘Kepala Kentang’ yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Di tengah perjalanan sesekali kami bernyanyi, tertawa-tawa lepas menikmati hari. Tanpa pernah kami menyangka hanya berselang beberapa bulan kemudian kami mendengar kabar sakitnya. Entah sakit apa. beberpa dokter mendiagnosa ia menderita inilah, itulah. Hingga kami tak tahu apa sebenarnya yang menimpa saudara kami. Sempat terdengar berita yang begitu menyakitkan, sulit baginya sembuh secara medis.

Sekali dua kali sepanjang tiga tahun ujian berat keluarganya itu kami menjenguknya. Kadang ia sadar, mengenali wajah kami, namun sulit untuk diajak berkomunikasi. Semua yang dia lakukan harus dibantu keluarga, pembantu, atau perawat. Gurat wajahnya menyiratkan keikhlasan. Subhanallah, ia tak pernah mengeluh, apalagi terlihat meneteskan air mata. Hingga tiba hari itu, Sabtu 15 Maret 2008. Kuterima pesan bahwa ia telah tiada.

Empat puluh hari berlalu setelah kepergiannya. Kami datang ke kediaman almarhumah untuk mengadakan doa bersama. Entah mengapa kami merasa ia masih ada di sana. Kami menyalami ibunda almarhumah dengan erat. Tampak beliau telah sangat ikhlas menerima kepergian putri semata wayang. terlihat jelas dari puisi yang beliau tuliskan di buku Yasin. Di buku yang berwarna pink itu juga ada fotonya mengenakan jilbab putih. Cantik sekali. Semoga 4WI mengampunkan dosa dan menerima amal ibadahnya. Amin…

Mba Erdiana Mutiara Ningtyas in memoriam..

→ 2 CommentsKategori: private

Baju Ijo = Sayang Bumi

April 23, 2008 · Tidak ada Komentar

Hari Bumi, 22 April 2008. Ada interupsi dari kampus untuk memakai kemeja atau kaus berwarna hijau. Tanda simpati untuk bumi yang makin lama makin renta, rusak, tak seperti dulu lagi. Salah siapa bumi jadi begini? Jaman sekarang tersangka utamanya adalah global warming. Kambing hitam yang malang..

Pada hari H, saya tidak memakai atasan hijau seperti yang dipakai mahasiswa lain di kampus. Kemeja saya ternyata tidak ada di almari. Jadi secara kasat mata, memang kesannya saya tidak simpati dengan suasana hari itu. Seorang teman pun menegur “eh, kamu ko’ ga pake baju ijo sich? ga sayang bumi yha..?” katanya. Lalu saya pun memberikan alasan sejujurnya. Dia pun mengerti. MEmang tak semua mahasiswa terlihat mengenakan simbol peduli itu.

Melihat sekeliling kampus, memang sebagian besar tahu bahwa 22 April adalah hari bumi. Sisanya? saya tidak tahu. Ironis, beberapa orang berbaju hijau yang katanya sayang bumi itu, malah merokok dengan santai sambil berleha-leha di bawah pohon. Apa wujud kepedulian mereka hanya sebatas baju berwarna hijau? Lalu bagaimana dengan mereka yang tetap melakukan aktivitas ‘biasa’ seperti boros air, merokok tanpa henti, membuang plastik di sembarang tempat, mengendarai motor modifikasi yang asapnya kemana-mana-di hari Bumi??

Ujung-ujungnya cuma menyalahkan si setan GLOBAL WARMING

Jadi, “Sayang Bumi? Sumpe loe??…”

→ No CommentsKategori: umum

25 Tahun yang Bermakna

April 9, 2008 · 2 Komentar

Enam April 2008, 25 tahun yang lalu….

Ya, sebuah hari yang indah bagi dua insan manusia mengikat tali cinta suci di hadap Yang Kuasa.

Berharap kasih ini abadi selamanya, akad terucap untuk selalu setia

Cinta.. karena itulah aku ada. Karena cinta Yang Maha Kuasa.. tersirat dalam cinta keduanya

Enam April 2008, 25 tahun yang lalu….

Guratan bahagia terpancar indah, sejenak mengaburkan gelisah-gelisah di dada

Dalam balutan kata-kata cinta sejuta pesona

Terhenti segal penantian kasih sejati sekian lama

Terhapus setiap tanya siapakah ‘dia’ yang Kau gariskan

Terangkai nyata dalam pernikahan suciMu

Enam April 2008,.

Hari istimewa bagi keduanya

Namun tak ada mewahnya pesta perayaan atau hadiah dan bunga-bunga

sederhana, biasa tak ada makna kasat mata

Ucap tercekat, membumbung rasa syukur tiada terkira bagiNya

Hari demi hari terlintas bagai lantunan nada kehidupan

Ada tangis dalam tawa, ada hikmah di antara luka

Enam April 2008..,

Kuucapkan pesan tulus pada ayah dan bunda

Terima kasih atas detik-detik darah dan air mata

Atas hembusan nafas pemanjat doa

Semoga Allah memberikan selalu ridho, membenamkan hati kami pada cinta sejatiNya

“Untuk Ayah dan Bunda di Ulang Tahun Pernikahan ke-25….”

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar!

→ 2 CommentsKategori: private