02
Okt
09

Tengah Mengganti Mainstream

Sekali-sekali boleh yha saya curhat? lagian siapa yang melarang?? katanya DEMOKRATIS . . ^^

Sejenak merenungkan kata-kata seorang sahabat, saudara mungkin bisa dibilang demikian. Dia mengatakan betapa uniknya proses pendewasaan itu, karena setiap orang berbeda. Setiap orang memiliki cara yang mungkin hanya dikaruniakan Alloh untuknya. Berusaha, mencari arti dengan hati yang tenang, perlahan, agar fisik dan mental kita siap dengan perubahan-perubahan itu. Tidak perlu maksa, apalagi ngoyo. . .

Saya akui memang selalu ingin meraih sebuah mimpi, cita-cita, tujuan hidup, kebutuhan manusiawi, atau apalah itu. Sebuah niat hati yang terus mengusik. Inginnya segera saya selesaikan agar tak lagi mengganggu pikiran, menyita tenaga, dan mengoyak jalan ikhtiar dalam hidup ini.

Hati (semoga bukan nafsu, naudzubillah. .), dia yang kadang terus memaksa saya terus meronta-ronta mencari jawabannya, malakukan segala cara untuk menghancurkan penat. Agar tak lagi berat di kepala. Agar cita-cita itu segera terpecahkan, seperti atlet lari yang berusaha sekuat tenaga berlari demi memecahkan rekor waktu tercepat. Agar rasa penasaran itu tak ada lagi.

Seluruh organ dalam tubuh seolah berkeras menjalankan komando dari hati. Hingga kadang banyak pertimbangan yang tertinggal. Dengan entengnya menganggap selain cita-cita itu bukanlah persoalan yang patut diprioritaskan. Betapa jahatnya, egois, bukan sikap seorang yang dewasa. . Menilai orang seenaknya, menganggap kebaikan hanya pada apa yang baik dilihat. .

Lalu saya pun mendengar sebuah kalimat yang kembali menantang arogansi hati “Ubahlah Mainstream-mu kawan, jadilah pemenang di setiap pertandingan!!” pertandingan macam apapun itu, adalah sudut pandang kita yang berbeda. Yang pasti mengubah mainstream, adalah sebuah cara untuk kembali berpikir. . melawan diri sendiri. Mengubah mainstream terhadap sesuatu atau seseorang bukanlah persoalan mudah, memang. Apalagi menyangkut cita-cita saya. Tapi entah dari mana keyakinan itu, mungkin sudah waktunya saya mundur dahulu satu langkah. Mundur untuk mematangkan bekal saya kembali berlari. Untuk sekarang, biarlah hati ini yang berlari, untuk tetap mempertahankan semangat meraih cita-cita itu. Tapi tak akan saya biarkan seluruh jiwa mengangguk atas perintah hati seperti kemarin. Calm down, siapkan amunisi perang lebih penuh. .. ..

googiw-graphic_design_wallpaper-6

catatan :

Untuk Anda yang tengah berada pada suasana hati yang sama, semoga ini sedikit membantu. Apapun yang sedang Anda kejar, cita-cita yang sama dengan apa yang saya maksudkan ataukah berbeda. Semoga Alloh mengistiqomahkan kita pada kebenaran, kesungguhan hati, serta tentu keimanan kita pada-Nya.

Dari Abu Hurairoh ’Abdurrohman bin Shakhr rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: ” Apa saja yang aku larang bagi kamu hendaklah kamu jauhi, dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu maka lakukanlah sesuai kemampuanmu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh).” (HR. Bukhori dan Muslim)

01
Okt
09

Mendingan Ninja Warrior

Hey, bertemu kembali dengan saya,. hehe,.. macam kuis saja! Bukan, bukan ingin membahas kuis kali ini. Cuma ingin ikut2 nimbrung soal isyu hangat di dunia perfilman nasional Seputar calon bakal filmnya mas Raditya Dika, yang dikenal anak-anak muda dengan novel-novel gokilnya tahun-tahun belakangan. Itu, yang judulnya Menculik Miayam, eh Miyami (merk es krim lokal), eh Miyabi. Tau to yha…?

Film yang rencananya dibintangi sama dengan judulnya, mba Miyabi alias Maria Ozawa ini mengundang berbagai dukungan dan tentangan (banyak yang dukung tu kayaknya…) dari berbagai kalangan. Sebabnya yha udah tau sendirilah kalo mba Maria Ozawa dari Jepang ini sudah termasyhur seantero dunia sebagai bintang film parni, eh parno, eh porno.. Piye jadinya kalo jadi ikutan syuting di sini,. para fans gak cuma trima minta foto atau tandatangan.. bisa2.. hhiiy naudzubillah!

Ternyata memang sudah obsesi dari seorang Raditya Dika untuk menghadirkan Miyabi, yang sudah terkenal jadi artis film porno, sebagai bintang filmnya yang katanya pure komedi, gak akan ada unsur porno di sana. Dia pun berharap, pamor film Indonesia bakal makin meroket dengan adanya film Menculik Miyabi ini. Wahduh…! Gak ragu2, malu2, ato sungkan Raditya juga niat menjajal kemampuan aktingnya langsung melawan Miyabi. Biarpun masih sebatas rencana dan proses lobi, tebak deh, gak sedikit pecinta film yang mendukung produksi ini film benar-benar terlaksana. Saya ngambil contoh dari kalangan anak muda deh,. jelas aja mereka seneng, lha wong biasanya nonton Miyabi diem2, supaya gak ketahuan siapa2 kecuali sesama pecinta film porno, besok mungkin dengan santainya dia nonton Menculik Miyabi. Gak perlu ngumpet2 dari istri ato mertua (haha… buat yang udah punya istri lho…)

Tanggapan serius datang dari Ustad Yusuf Mansur, beliau prihatin bila Indonesia benar-benar memberikan izin bahkan akomodasi kedatangan Miyabi. Inget gak kita masih pegang gelar kebanggaan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia? Ustad Yusuf pun mengatakan andainya ia adalah Presiden RI, akan ia undang Miyabi ke Istana, lalu diceramahi supaya gak terus2an merusak moral masyarakat dengan aksinya di film-film porno. Sepakat Ustad…!!

***

Emang sudah jadi kebiasaan kali yha, kita numpang beken dengan budaya2 merk luar. Iya kalok budaya itu bener, kalo jelas2 kita tau salahninja-warrior malah ngerusak? Namanya sama aja milih air seni daripada jus jambu untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. Dunia sudah benar-benar kebalik-kah? Monggo Mas Raditya Dika, pilih yang mana.. moga2 bukan karena keblinger karena pernah sukses dengan film sebelumnya.

Sebetulnya tidak salah juga sih stasiun2 televisi kita pada mengimpor program dari luar, yha tapi selama ia bermutu-lah. Jepang, salah satu negara yang saya bilang cukup kreatif bikin acara2 yang menarik, meskipun kadang2 tidak masuk di akal. Pernah liat benteng Takeshi?? Beberapa serial Jepang yang mengharu-biru macam Oshin (jaman mami ngidam saya dulu…^^), atau Rindu-rindu Aizawa (kalok salah mohon dibetulkan,…).

Yang terbaru dan lagi seneng2nya saya liat adalah reality show Ninja Warrior. Program televisi yang berupa kompetisi di bidang olah fisik yang ditayangkan di TPI ini tampaknya beken sekali di Jepang, sebab di setiap periodenya ada sekitar 100 orang yang siap merebut gelar Ninja Warrior. Jadi 100 orang itu harus melalui 3 stage tantangan, dan satu stage final. Peserta akan berguguran di setiap stage yang tantangannya makin lama makin sulit. Hanya peserta yang tangguh yang akan mendapat gelar Ninja Warrior. Versi program ini sebenarnya ada 2, Ninja Warrior dan Ninja Warrior Lady (untuk peserta wanita).

Bila ingin membandingkan, Ninja Warrior (kali ini yang versi pria saja) menurut saya mending-lah, lebih ada manfaatnya daripada mengimpor Miyabi. Orang merem saja ngerti bagaimana prediksi dampaknya ke masyarakat. Makoto Nagano, Ken Kosugi, atau Yamamoto para master Ninja Warrior menampilkan keahlian mereka dalam strategi, semangat, dan sikap rendah hati bila gagal dalam reality show ini. Lha kalo nonton Miyabi, di sinetron religi sekalipun (apalagi seperti buatan sebagian besar orang Indonesia) tetap saja selama ia masih dekat dengan image bintang film porno, akan diingat sebagai dia adanya.

Come on-lah jangan keterusan memanjakan anak-anak muda dengan tontonan yang engga menuntun. Dan membiarkan mereka Cuma bisa senang2 dengan hal itu. Generasi muda Indonesia mbok yha digertak sedikit, diajak berpikir, jangan hanya dijejali gaya hidup hedonis, sementara mereka gak tau bakal hidup sampe kapan.

19
Sep
09

Andai Noordin M Top Tak Pernah Ada

Andai Noordin M Top tak pernah ada

para orang tua tak akan khawatir mendekatkan pendidikan anaknya dengan Islam

bukan justru ketakutan saat sang anak memutuskan berjilbab

Andai Noordin M Top tak pernah ada

perhatian masyarakat terhadap penodaan agama akan terjaga

tak semata memperhatikan gerak muslihat buatan sekumpulan manusia

Andai Noordin M Top tak pernah ada

santri2 di pondok pesantren tak perlu takut diperiksa

hingga dapat menuntut ilmu dengan sewajarnya

Andai Noordin M Top tak pernah ada

orang-orang ‘khusyuk’ tak perlu mendapat cap teroris

hingga dakwah Islam yang benar meluas

Andai Noordin M Top tak pernah ada

masyarakat tidak perlu saling curiga

menatap tajam pada tetangga baru di sekitar

Andai Noordin M Top tak pernah ada

pendalaman ilmu agama merupakan suatu keharusan

bukan menjadi momok atau ancaman

Andai Noordin M Top tak pernah ada

media-media tak perlu menayangkan liputan2

yang menjadi teror bagi para pemirsa

Andai Noordin M Top tak pernah ada

para polisi masih sempat mengkoreksi kinerja mereka

hingga tak perlu ada pungutan liar pada para pengendara

Andai Noordin M Top tak pernah ada

citra presiden, kapolri, pemerintah akan biasa saja

tidak mendapat perhatian khusus dari rakyat pendukungnya

Andai Noordin M Top tak pernah ada

Amerika tak akan bebas mencari alasan

untuk ikut campur dalam pertahanan negara

Andai Noordin M Top tak pernah ada

paradigma masyarakat terhadap agama akan makin positif

bukan menganggapnya sebagai penghalang demokrasi

noordin-m-top1kantong-mayat01

Sayangnya kata banyak orang Noordin M Top benar-benar ada

dia yang dianggap memporak-porandakan ketentraman bangsa

dia yang dianggap merusak citra Indonesia dengan aksi ‘jihad’

dia yang dianggap buronan karena menghilangkan banyak nyawa

Dan saat dia mati tertembus peluru di kepala

seakan semua orang tersenyum bangga

bagaikan mendapat anugerah Tuhan tak terkira

Entah tak sadar atau lupa karena sengaja,

Terorisme tak hanya terlihat dalam ledakan bom

Terorisme tak sekadar mengorbankan jasad manusia

Terorisme tak hanya dilakukan pion kecil macam Noordin M Top

Tapi terorisme yang lebih besar dan nyata ada di sekitar kita

tetaplah terjaga hingga maut menyelesaikan usia

11
Sep
09

Masihkah ‘Ngebet’ Fesbuk??

Pertama2 saya ingatkan anda yang sempat mbaca tulisan ini, saya ndak bermaksud menumpahkan uneg2 atau rasa iri saya pada para FB-er (btw sebutannya apa yha buat penggila FB itu?). Bukan ingin meminta anda berhenti dari kebiasaan berbetah2 curhat melalui web milik kang Zuckerberg yang sekarang sugih sedunia itu. Hanya ingin menyampaikan apa yang saya baca tentang Facebook, dan alasan kenapa saya gak tertarik secuil pun untuk merapat ke barisan FB-er bersama temen2 atau sodara saya. Oke? mari dilanjut!

Beberapa hari belakangan saya mengunjungi website Islam eramuslim.com, kok yha saya nemukan beberapa liputan seputar FB itu. Di situ ada beberapa hal yang menguatkan dampak negatif (bahkan mungkin supernegatif) yang selama ini saya cari2. Buat njawab pertanyaan temen2 yang minta saya bikin akun di sana. Let’s check one by one.

1. Zuckerberg, Facebook, dan Yahudi (baca)

Saya harap muslim yang berpendidikan tinggi, atau setidaknya mahasiswa, atau setidaknya aktivis, atau setidaknya orang yang pernah baca tentang bahaya musuh Islam, bener2 memperhatikan fungsi Facebook, manfaatnya, mudharatnya, sebelum pada berbagi cerita di sana. Pertimbangkanlah itu dulu. Selanjutnya, keputusan di tangan anda. Ingat musuh terbesar Islam siapa??

2. Watak Asli Yahudi di Facebook (baca)

Jaman makin maju, model dakwah Islam pun makin maju. Ada beberapa pihak yang memanfaatkan situs2 (sekalipun itu buatan musuh Islam) sebagai senjata makan tuan. Seperti beberapa group di Facebook yang dipakai ‘jihad’ dunia maya. Tapi sayangnya dengan cepat para admin FB menghapus group tersebut. Alasannya yha tentu karna mereka sangat anti-islam. Islam yang menurut mereka radikal lho.. kalo Islam ala partai di Indonesia, tokoh2 politik Islam setengah seleb, atau fans boyband (oopss..) grup nasyid sih dibiarkan saja. Orang ndak bahaya kok. qqq…

3. Facebook Hapus Seluruh Member dari Facebook Milik Ismail Haniyah (baca)

Tuh kan keliatan lagi anti-Islam-nya. Tanpa memperdebatkan siapa sesungguhnya Islamil Haniyah, secara kasat mata kita tahu bahwa Facebook sangat tidak mentoleransi orang2 yang cenderung kepada Islam. Yang membahayakan, dan berpotensi meningkatkan ‘ghirah’ keislaman mereka. Bahaya, nanti ada terorisme di FB. Siapa yang teroris, siapa yang ngomong? Maling teriak maling bukan yha…

4. Obama Peringatkan Remaja AS akan Bahaya Facebook (baca)

Presiden AS yang punya latar belakang Yahudi aja mencoba melindungi remaja di negaranya dari bahaya Facebook. Katanya, apa yang remaja tulis di Facebook (terutama yang bersifat pribadi) akan membahayakan siapapun di masa yang akan datang. Info yang kita postingkan di wall misalnya, akan diketahui dengan mudah oleh orang lain. Yha oleh Facebook-lah minimal, jamin gak rahasianya?? Satu tips dari saya, jangan terlalu jujur mengungkap ID di dunia maya..!

5. Generasi Muda Arab, Generasi Facebook (baca)

Seperti menuliskan dua hal yang berlawanan. Ironis memang, kalo tadi saya bilang Facebook sangat anti-Islam, justru negara2 yang mayoritas berpenduduk  muslim justru generasi mudanya layak mendapat julukan generasi Facebook. Mereka gak sadar pelan2 jadi agen Mossad untuk melawan pemerintahan Islam (bukan mustahil melawan agamanya sendiri).

Udah deh, lima point itu dulu. Nanti kebanyakan malah bikin shock. Sementara kita tahu, betapa aktivitas di Facebook pelan2 memabukkan kita dari aktivitas lain yang lebih berguna. Oke, mungkin FB bisa jadi ajang silaturahim, tapi berapa persentasinya dibandingkan rahasia kita yang tercecer di situs Yahudi itu. Relakah?? Gak kerasakah kita bikin teror untuk diri sendiri, bahkan buat agama kita? Ngeri dehh… tapi yo monggo.. terserah anda!

02
Sep
09

Ada Ustad Cinta di Take Me Out Indonesia

Hobi dengan reality show? Coba saya tebak, anda pasti pernah menyaksikan TAKE ME OUT INDONESIA. Atau malah sekarang sedang hobi2nya menyaksikan tayangan import paling baru tersebut? Proyek jodoh2an yang sukses digelar di Denmark, Spanyol, dan Belanda ini ternyata booming juga di Indonesia. Yak, sudah diduga, acara2 gawean Fremantle Media bakal sukses, banyak sponsor dan cepat jadi tren di negeri ini seperti program sebelumnya macam Indonesian Idol.
take-me-out-indonesiaSaya ndak ingin bahas terlalu banyak soal gimana2nya program ini, toh sudah banyak yang tau kalo pernah menyaksikan langsung Mas Choky dan Mba Yuanita membawakan show ini. Atau kalo mau lebih jelas yha main2 saja ke webnya yang rame dikunjungi jomblowan jomblowati metropolitan itu. Yang ingin saya bahas, setidaknya menggelitik hati adalah keterlibatan seorang ustad di program tersebut.
Ya, sejak beberapa episode Take Me Out Indonesia atau kalo yang buat kontestan cowok Take Him Out Indonesia, mengundang Ustad Restu Sugiharto sebagai ‘penasihat’ mereka yang ‘berjodoh’ (setidaknya pas on-air….qqq). Ustad muda asal Magelang yang lebih terkenal dengan julukan Ustad Cinta ini menggantikan ‘penasihat’ cinta sebelumnya, Meike Rose sang fortune teller (bahasa gaulnya peramal..!). Gak tau Cuma untuk menyambut bulan Ramadhan atau seterusnya. Lalu adakah bedanya?
Sebelumnya, si cowok dan cewek (pemilih dan yang dipilih) dengan pedenya memperlihatkan kemesraan dengan menggandeng pasangannya menuju Romantic Room. Setelah ada ustad Restu, dihilangkanlah skenario itu. Sebelumnya, basic dari penilaian kelanggengan pasangan terpilih adalah aura, sedikit ramalan dari Mba Mieke. Setelah ada Ustad, yang banyak digunakan adalah basic keagamaan (Islam, meskipun belum tentu semua peserta, penonton, dan hostnya muslim).
Lalu yang tetap sama apa? Ya tetap-lah pakean yang dipake kontestan cewe’ gak rapet2 amat (mencoba menghaluskan kata… qqq). Ya tetap-lah ada romantic room yang sengaja dibikin untuk si pasangan berdua2an. Ya tetap-lah dominasi penilaian fisik dari cewe ke cowo atau sebaliknya di penentuan turn off atau turn on lampunya. Ya tetap-lah membiarkan pasangan saling ‘mengenal’ satu sama lain, pakek acara dating itu tuhh…..
Yha gak bisa protes, wong memang acaranya begitu. Yang paling saya sayangkan sebenarnya adalah keterlibatan Ustad Restu Sugiharto. Yang pastinya sudah tahu bagemananya itu acara, banyak maksiat atau banyak jalan syi’ar Islam-nya? Kalau niat untuk dakwah, bukannya lebih mudah pakai jalur yang lebih ‘bersahabat’?? Coba simak Press Release dari web Take Me Out Indonesia ini :
Take Me Out Indonesia dating show pertama di Asia, setelah sukses di Denmark, Spanyol dan Belanda. Take Me Out Indonesia kerjasama produksi antara FremantleMedia dan Indosiar dengan menampilkan kombinasi format dating show dan reality show. Ini merupakan terobosan baru dalam program TV Indonesia sebagai dating show yang fresh, funny, romantis dan entertaining. Jika diibaratkan, ini bagai sebuah pesta, di mana para pria datang dan menggoda wanita. Mereka mengajak para wanita berkenalan, dan kalau memungkinkan bisa menyatakan cinta mereka dan berharap akan menuju tahap yang lebih serius.
Nggilani to? Eh tapi relatif dink, kalo anda mengatakan itu wajar aja. Sekarang kan semua sudah serba terserah.

NB : Btw, kalo menurut saya pribadi yang punya secuil basic Ilmu Komunikasi sih malu, soalnya kesuksesan pertelevisian Indonesia diukur dengan program2 import. Bukan bikinan sendiri.. qqq

28
Agu
09

Kala Jenuh Melanda…qqq!

bored

Jenuh dengan aktivitas anda sehari2?? Du2h… kok sama yha? Kali ini dengan sedikit bermaksud curhat, saya ingin berbagi pengalaman, insya Alloh semoga tetap bermanfaat. Sebab selain curhat, saya pun mencoba mengemukakan beberapa solusi untuk ente2 yang juga mengalami apa yang dinamaken rasa JENUH, bosen, muak (yang satu ini agak kasar kedengarannya memang… qqq), seperti yang tengah saya alami belakangan ini.

Sebagai seorang mahasiswa (boleh percaya… boleh endak) pernah juga lho saya ngalamin masa2 berat karena kejenuhan. Jenuh dengan suasana kuliah dan tugas2nya, jenuh dengan lingkungan, dan jenuh dengan rutinitas yang muter2 tujuh keliling tiap harinya. Bukan aneh lho, meskipun belum ada riset yang jelas mengenai kejenuhan di kalangan mahasiswa, saya jamin, sebagian besar ngalami juga hal yang sama, meskipun juga keadaan itu tidak selalu barengan melanda mahasiswa tingkat ini-itu, atau semester ini-itu.

Eh, tapi syndrome boringiosis (oppooo… to kui??) ini juga dapat terjadi karena terlalu banyak hal yang ingin diraih. Bosan dengan usaha2 yang dilakukan.. lelah karena gak mungkin terus2an ‘ngoyo’ mengejar impian2 yang gak juga menjadi anda.

Okelah, anda boleh mbaca, boleh tidak, boleh menyanggah, atau melupakan cara2 saya untuk mengatasi kejenuhan di bawah ini, semoga berarti meskipun sedikit,. Kan urip mung sepisan, yha buat ‘ngamal’ to… (qqq….)

1. Cari sesuatu yang baru, sedikit ekstrim, tapi tetap potensial

Ekstrim di sini bukannya mencoba hal2 ngeri seperti terjun dari menara Tokyo atau berlari2 di aspal panas seharian tanpa alas kaki. Ekstrim maksudnya melakukan hal-hal di luar kebiasaan. Bukan sekadar tempat menyalurkan emosi, fikirkan hal positif serta potensi ke depan untuk kebiasaan ekstrim ini. Kalo hanya hura2, menguras tenaga dan biaya, gak banyak berguna untuk ke depannya, mending endak-lah…

2. Mencoba membangun ‘dunia’ sendiri, sedikit autis ^^

Rasa bosan terjadi juga karena bosan dengan lingkungan yang sehari-hari kita hadapi,.situasi kerja atau kuliah, teman2 yang gitu2 sahaja, atau apalah.. kadang kita membutuhkan waktu sendirian, perlu menjaga privasi kita. Dan sebuah cara supaya gak bosan, bangunlah ‘dunia’ sendiri, dunia yang bebas dari intervensi siapapun, (kecuali aqidah Islam, lho…. bisa linglung kalok tiba2 melupakan Alloh). Dalam dunia kesendirian ini, yha memang kita jadi merasa menjadi seorang yang autis. Tapi di balik kesendirian itu, kita jadi lebih dapat berpikir jernih, memutuskan posisi mana yang paling nyaman untuk diri kita sendiri.

3. Menyadari bahwa rutinitas hanyalah secuil dari kehidupan kita di dunia

Nah, yang ini lebih oke lagi, bila kita yakin, hidup telah diatur oleh Alloh, sekecil apapun itu, kita jadi yakin bahwa masa2 yang tidak menyenangkan itu, adalah sebagian dari hidup kita di dunia. Lagian kita kan tau, hidup di dunia gak bakal lama2,.. jadi untuk apa dihabiskan untuk melamun… menyesali sesuatu, atau bahkan merasa bosan hidup.. (PD, emang udah siap mati??)

Yah, gitu deh.. sedikit sekelumit coretan saya, semoga ada yang baca dan Alhamdulillah kalo ada yang bermanfaat… qqq! Semangat! Kembalikan orientasi hidupmu….!

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.
(QS.Az-Zumar : 38)

20
Agu
09

Yaman Selangkah di Depan Indonesia

Sejak awal tahun 2000-an Indonesia banyak mengalami tragedi pemboman di berbagai daerah. Mulai dari bursa efek Jakarta, gereja2 di Sulteng, kedutaan besar Australia, Bali (dua kali), Marriot Hotel Jakarta (dua kali juga), beberapa kali di Poso dan daerah lainnya. Kalau dijumlah ada sekitar 14 peledakan bom yang telah di’koleksi’ bangsa ini.

Terakhir, bom JW Marriot (II) dan Ritz Carlton yang luar biasa pemberitaannya. Seolah-olah berkata, jangan tenang dulu sebelum negara ini hancur di mata dunia. Entah sudah jadi kebiasaan atau apa, reaksi pemerintah, kepolisian, dan antek2nya (…qqq) itu tidak jauh beda dengan bombing2 yang lalu. Bisa dilihat deh, polanya : Pertama, setelah ada kejadian heboh gitu baru ada pengamanan ekstra lebay dari kepolisian, di mana-mana razia, di mana-mana masyarakat disuruh waspada (atau curiga yha??). Kedua, mengingat gembong teroris yang jadi most wanted person belum ketangkep, tuduhan langsung diarahkan ke mereka2 itu. Salah satunya Noordin M Top itu tuh. Komando Kapolri langsung fokus pada penyebaran DPO, bikin sapnduk supergede segala..! Ketiga, media massa (ya cetak ya elektronik) gak cuma terima menyampaikan informasi, malahan saking lebaynya bikin kesimpulan sendiri, ngmpor2in masyarakat supaya laku. (udah muncul headline “Noording M Top Tamat!” padahal belum ada keputusan dari Labfor, pasca penggrebekan di Temanggung kemarin). Kok ndak malu yha infonya terbukti salah??

yaman bombing

Indonesia dengan sekelumit ‘pengalaman’ bombing ternyata gak lebih bagus penanganannya dibandingkan Yaman. Negara yang sama2 mengalami teror bom. Pemerintah masih takut berpikir out of box seputar latar belakang kejadian bombing2 itu. Sementara presiden Yaman Ali Abdullah, setelah menangkap beberapa orang yang diduga teroris pernah lho secara terang-terangan mencurigai keterlibatan intelejen asing dalam berbagai aksi bom di negaranya. Dan memang pada September 2008, satu tahun lalu, pejabat keamanan Yaman menemukan bukti2 kontak teroris itu dengan agen2 intelijen Israel. Ini juga gak heran, sebab Yaman tercatat sebagai salah satu negara yang mengadakan kerjasama dengan Amerika dalam perburuan teroris (versi Amerika, teroris itu adalah para anggota Al-Qaeda). Dengan hal ini, akses intelijen asing masuk ke Yaman lebih mudah.

Kembali ke negara kita ini. Bukan tak pernah ada yang mengungkapkan kecurigaan pada latar belakang bombing di Indonesia. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir misalnya. Coba klik beritanya di sini. Sayang komentar itu hanya dianggap angin lalu. Apalagi sampai saat ini banyak orang masih mengidentikkan Ustadz Abu dengan organisasi lamanya. (klik juga di sini untuk membaca komentar mantan direktur BAKIN, AC Manulang)

Kenapa sih jauh banget memikirkan keterlibatan musuh Islam di kasus lokal? Masih menganggap tidak penting? Yo coba ditengok,.

  • Peristiwa bombing berkali2 di Indonesia menunjukkan superioritas bangsa. Di mana kekhawatiran akan ancaman2 pada negara menempatkan negara pada posisi harus diutamakan, harus dilindungi.
  • Teror-teror media yang disampaikan melalui pemberitaan2 yang tidak seimbang, media mengarahkan pola pikir masyarakat, menekan pola pikir masyarakat agar sesuai dengan jalurnya (jalur media), tidak ada alternatif untuk melihat kemungkinan lain. Lumayan, ada kejadian kayak gitu, buat memperkaya modal kapitalis yang mencengkeram media.
  • Islamophobia yang bangkit perlahan-lahan disambut oleh gaya hidup sekularisme, menjauhkan masyarakat dari sesuatu yang berhubungan dengan agama. Ada semacam pendapat umum dan kecurigaan pada hal2 berbau agama, ‘Mending biasa2 aja, gak usah terlalu alim, ntar dikira teroris…”

Tinggal niat, berani gak kita bersikap seperti Yaman?

19
Agu
09

Mahasiswa Wajib Demokratis?

Kami mahasiswa F*****L

Berdiri selalu terdepan

Terus belajar dan berjuang

Berani turun ke jalan, rapatkan barisan

Demi kebenaran keadilan

Kami Mahasiswa F*****L

Berdiri selalu terdepan

Terus belajar dan berjuang

Berani turun ke jalan, rapatkan barisan

Demi demokrasi sejati

*****

huyy,.. mahasiswa baru semangat euy mendendangkan sebuah lagu wajib hymne mahasiswa sebuah fakultas di sebuah universitas. Sebuah lagu yang diajarkan oleh para senior di kampus. Wajib dinyanyikan, ditulis di buku catatan, dan wajib hafal. kok mau yha? (padahal dulu saya juga mau2 aja………qqq)

Mahasiswa, generasi bangsa yang membawa sekian banyak perubahan. Dari zaman pra-Sumpah Pemuda,  turunnya Bung Karno tahun ‘66, reformasi, duh apa lagi yha?? banyak deh,. demokrasi41

Mahasiswa yang benar2 mahasiswa katanya mesti punya jiwa demokrasi, menjadi pembawa amanat rakyat, liat aja deh lagu di atas, -demi demokrasi sejati-. Bangga banget deh kalo bisa jadi aktivis, mengkoordinatori aksi-aksi demo pada pemerintah. (biar impas kalo besok2 mereka2 didemo mahasiswa setelah jadi pejabat,.. qqq)

Btw, emang wajib yha mahasiswa punya jiwa demokrasi?? Lebih wajib daripada menjalankan sholat lima waktu karena kelamaan demo, lebih wajib membela prulalisme agama daripada mencari ilmu tauhid yang sebenarnya, lebih wajib mempelajari trias politika daripada menjalankan ibadah sesuai fikih. parah benar kutengok??

Btw, sebelum membela mati2an demokrasi sampai mati, saya punya artikel yang bagus dibaca selengkapnya.

15
Agu
09

Nasionalisme? Bingung Nihh,..

nationalizm opo kui

Wah sudah dekat dengan tujuh-belasan. Banyak perhelatan siap digelar. Mulai dari tingkat RT dengan acara khas lomba anak2, bapak2, ibu2; hingga tingkat nasional dengan persiapan upacara peringatan proklamasi di istana negara (….alhamdulillah yang tidak jadi kena bombing itu, qqq!). Yak semua gegap gempita menyambut hari 17 bulan 8 itu dengan segenap semangat nasionalisme,..

Nasionalisme, ada yang bisa menjelaskan ke saya nggak sebenarnya esensi dasar dari kata-kata keramat yang katanya harus ada di hati setiap warga negara Indonesia ini. Penjelasan yang pakai 5W dan 1H layaknya unsur berita yang berimbang, ideal, dan objektif (…agak malas sebenarnya mengulang mata kuliah dasar.., qqq!).

  1. What, asal kata nasionalisme
  2. Who, siapa to yang mencetuskan pertama kali, yang lalu di-yo’i-kan saja oleh para founding fathers kita
  3. Where, dari mana? Buatan lokal or interlokal hayoo?
  4. When, kapan juga mulai nyeletuk jadi kewajiban di Indonesia ini, waktu juga berpengaruh kan..
  5. Why, kenapa yang dipilih nasionalisme? Bukan facisme, naziisme, yang lainnya?
  6. How, kembali ke yo’i,. kok bisa seragaman, yo’i (setuju) semua pada si nasionalisme ini..

Bingung saya, selama ini seolah dapat doktrin saja dari buku pelajaran SD sampe SMA. Biarpun beda penerbit, beda penulis, beda desain cover dan lay-outnya, sama aja isinya. Nasionalisme, sejarah pergerakan nasional, patriotisme yang luar biasa dari para pahlawan, intinya satu kalimat “Banggalah pada negara ini, banggalah punya bangsa yang sejarahnya luar biasa. Di ceramah kyai “Syukur Alhamdulillah kita dikaruniai negeri indah, marilah kita jaga dan cintai”. Di kampanye parpol, “Bangkitlah bangsaku”, di orasi-orasi demo mahasiswa “Hidup rakyat, selamatkan bangsa”, ada juga di buku karangan politisi senior “ Selamatkan Indonesia”. Harus cinta mati deh sama bangsa,. qqq….

Ada yang salahkah? Yha itu jawaban relatif. Bisa ada yang bilang mutlak harus, ada juga yang bilang asal saja, yang lain bilang tidak penting, bahkan ada yang menggerogoti NKRI, separatisme bertebaran di ujung barat dan ujung timur. Hmm,.. Let’s check!! Sedikit tumpahan pendapat saya..

  1. What? Nasionalisme mengacu kepada sebuah paham (imbuhan –isme, mengacu pada paham). Nation = bangsa. Nasionalisme, adalah sebuah paham yang artinya paham kebangsaan. Nasionalisme kemudian diartikan dalam bentuk cinta kepada tanah air. Nationalism dalam Oxford dictionary ; strong devotion to one’s own nation, patriotic feelings, efforts, principles. Strong devotion = kesetiaan yang kuat. Taqlid pada negara gitu ya.. Pernah baca kan pelajaran PPKN di SD, kepentingan umum diutamakan dari kepentingan pribadi atau golongan. Kepentingan umum mengacu pada masyarakat banyak, ya ujung2nya ke negara juga.
  2. Who? Sejarah mengatakan bahwa nasionalisme merupakan semangat juang para pahlawan yang telah gugur mendahului kita (..emang mau hening cipta,..qqq). Buku sejarah Bab Pergerakan Nasional juga mengatakan, kelebihan perjuangan organisasi setelah tahun 1900-an juga karena semangat nasionalisme. Para pejuang sebelumnya, masih bersifat kedaerahan, jadi perjuangan gagal melulu. Betul ndak, le?? Kalo saya dengar2, bukan bangsa ini saja yang punya semangat sama. Facisme, Naziisme-nya Hitler, sama juga dengan ajarannya Sun Yat Sen – San min Chu I,. Nasionalis sekali beliau2 itu. Jadinya Bung Karno kepincut dengan para pendahulunya, kemudian dideklarasikan kata nasionalisme berbarengan dengan paham agama dan komunis (Nasakom, kabinet  yang dilantik 27 Agustus 1964). Nasionalisme dibawa bukan oleh kaum agama, bahkan sebelum deklarasi piagam Jakarta 22 Juni 1945, sempat ada pertentangan antara kaum nasionalis (menuntut agama jauh2 dari urusan negara) , dengan kelompok politisi berlatar belakang Islam yang akhirnya sampai pada posisi tawar dengan pencantuman ‘dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ pada sila pertama Pancasila. Kaum Nasionalis sudah memiliki bibit-bibit tidak memasukkan agama dalam pemerintahan saat itu.
  3. Where? Yha seperti yang telah diketahui, paham nasionalisme sudah ada lho sebelum Indonesia ber-Sumpah Pemuda (yang katanya juga jadi peristiwa pencetus nasionalisme). Di luar negeri perjuangan bangsa-bangsa lain menginspirasi bangsa ini untuk segera keluar dari belenggu penjajah. Paling menginspirasi perjuangan kaum pemuda Indonesia saat itu kalo tidak salah kemengangan Jepang atas Rusia. Belajar dari Jepang, ternyata bangsa Asia pun bisa lho menang dari barat. Sehabis itu berkobar-kobar semangat kebangkitan nasional yang luar biasa. Muncul organisasi-organisasi pemuda beraliran nasionalis. Jadi intinya, nasionalisme itu paham import dari bangsa2 lain, yang keadaannya tidak sama dengan Indonesia, yang awal perjuangannya tidak memiliki semangat jihad membela diri dari penjajahan kaum kafir (semangat jihad ini, berkobar pada masa perjuangan para pejuang Islam : Pattimura, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dll).
  4. When? Sekali lagi, nasionalisme tercetus dan berkembang pada masa perjuangan diplomasi. Bentuk perjuangan yang sama-sama bersifat paradoks dengan masa perjuangan senjata. Di masa diplomasi, ada organisasi yang –streng- banget  menolak kerjasama dengan asing, tapi ada juga organisasi yang pura2 berjuang membela rakyat, tapi sebenarnya manut2 dengan penjajah. Lucunya, yang manut2 itu, yang didirikan oleh pelajar sekolah Belanda itu, yang sok priyayi itu, sampe sekarang dijadikan tonggak pergerakan nasional, inspirasi terbesar bangsa ini. Weleh,…. Kembali ke when, kemunculan nasionalisme saat itu mendapat tantangan keras bagi kaum agama, Islam terutama, karena bukannya menjadi kekuatan mengusir wong Londo, malah dijadikan alibi untuk mati2an membela kepentingan pribadi. Hal itu terjadi hingga setelah Proklamasi itu sendiri di-woro2-kan. Kaum nasionalis mengkhianati Jakarta Charter, dengan alasan nasionalisme, kesepakatan pencantuman tujuh kata penting di sila Pertama Pancasila dicoret seenaknya, tepat sehari setelah proklamasi, 18 Agustus 1945. Lah,. Dalah,..
  5. Why? Kenapa Nasionalisme begitu melekat pada sejarah bangsa. Kembali ke pertanyaan bingung saya tadi, setelah dipikir-pikir dan dibaca sejenak, banyak persamaan antara asas nasionalisme dengan asas Facisme, Naziisme, dan yang punya Cina itu lho. Persamaan asas rela melakukan apa saja demi negara. -Pokoknya negaraku kudu paling top, paling merdeka,..- Persamaan asas bahwa kekuatan perjuangan berada pada persatuan rakyat melawan kekuatan asing. Singkirkan identitas suku, jenis kelamin, dan yang penting….. singkirkan identitas AGAMA. Naudzubillah,..! Mungkin agak lupa dengan pertumpahan darah orang-orang Islam melawan kumpeni dulu. Keblinger dengan diplomasi yang ternyata lebih menguntungkan. Ckckck…..
  6. How? Yak, seperti yang kita lihat saat ini, nasionalisme telah mencapai sukses yang besar. Perjalanan sejarah Indonesia telah identik dengan nasionalisme, sebuah kata sakral yang mampu menyihir banyak orang. Penyebaran yang hebat dengan propaganda para pemimpin nasionalis (P4, satu dari sekian banyak metode). Akhirnya tertanam di benak orang2 yang menganggap dirinya warga negara yang baik. Terus menganggap bangsanya yang paling harus dibela, urusan yang lain nanti saja. Masih sangat yakin kalau negara ini baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Are u sure?

Coba dipertimbangkan kembali, lah.. Lihat kan bangsa kebanggaan kita ini masih selalu dibayang-bayangi dominasi asing, di politik (tidak tegas mengambil sikap utk Israel, padahal OKI lho..), di ekonomi (seenaknya menjual asset negara dan membiarkan perusahaan asing mengeruk kekayaan kita, mana nih pasal 33 UUD 1945-nya?), di budaya (TV2 swasta hobi mengimport program2 TV bule versi Indonesia, macam Take Me Out), di Hukum (Mengaku negara republic, punya dasar hukum tapi susah menghukum karena pesanan negara lain), di Pendidikan (universitas2 BHMN yang arogan sangat itu,.), di Sosial (hampir tiada hari tanpa penggusuran, demi mall2 dan apartemen kelas Agong S****u GruB. Masih perlu ditambah catatannya??

Nasionalisme, duh model bernegara yang tak jelas ini memang cenderung tidak jelas. Tapi gak tau juga, kalau nasionalisme itu ternyata bisa diukur dengan hafalan sejarah di buku2 IPS, dengan semangatnya mengikuti detik2 proklamasi yang asal-usulnya tidak memiliki jejak rekam yang baik. Saya mendingan gak ikutan nasionalisme, patriotisme, dan konco2nya itu.

Saya pun terima kalo dianggap seorang generasi muda yang menggerogoti (macam rayap saja,.. qqq) semangat kebangsaan, dianggap berasumsi tanpa dasar, apatis atau menebarkan ide disintegrasi bangsa. katanya negara DEMOKRATIS, boleh dong ngomong seenaknya,.. (emang enak pakek hukum rimba,..qqq). Yang jelas saya hanya ngikuti suara hati, pengen tau yang namanya nasionalisme lebih lanjut, supaya gak asal manut2. Lagian saya pun tidak mau membawa identitas kebangsaan sampai mati, karena pasti Pak Kaum (yang memimpin do’a pada jasad saya setelah mati nanti) nanyain agama saya apa, biar pas dengan tata cara penguburan. Yha insya Alloh Islam,.. (qqq… ndak ada to penguburan jenazah dengan cara INDONESIA?)… So, mari terus belajar, dan membaca semelek-melek mungkin,.. Wallohu’alam bissawab!

HR Imam Abu Daud

Bukanlah dari golongan kami orang yang menyeru kepada kebangsaan, bukanlah dari golongan kami orang yang berperang atas dasar kebangsaan dan bukan dari golongan kami orang yang mati atas dasar kebangsaan.

*Terinsiprasi dari sebuah buku karya alm. KH. Firdaus AN

15
Agu
09

Catatan Tentang TASAWUF

sufismIngat dengan Syekh Siti Jenar? Seorang kafir yang menyebarkan paham Manunggaling Kawula Gusti itu menyesatkan penduduk Jawa dengan ajarannya. Ia kemudian tewas karena dibunuh Walisongo. Tulisan ini tidak akan membahas mitos2 klenik seputar kehidupan Syekh Siti Jenar, tetapi tentang ajarannya yang memiliki sifat mirip dengan tasawuf.

Contoh lain adalah keberadaan Tarekat Naqsabandiyah yang dikenal di seluruh dunia, dan komunitas-komunitas Sufi di Indonesia. Yang mungkin juga tidak asing adalah kegemaran musisi Ahmad Dhani kepada paham ini.

Tasawuf dipelopori oleh Hisyam Ibnu Al-Hakam seorang syi’ah dari Kufah. Tasawuf diyakini memiliki asal-usul ilmu filsafat dari Romawi dan Persia. Dalam pemahaman tasawuf, seorang manusia mampu berhubungan langsung dengan Tuhannya, Alloh subhana wata’ala. Dia tidak perlu menjalankan ibadah2, mengikuti sunah Rosululloh. Menurut tasawuf, seseorang dapat dapat dianggap beriman hanya dengan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal para sufi (para penganut Tasawuf) melakukan peribadatan yang berbeda dari para pendahulu. Mereka sering menggunakan tarian2, irama music, serta shalawat pujian yang tidak jelas maknanya. Dalam beberapa hal, mereka lebih senang melakukan peribadatan dengan cara tersebut daripada cara ibadah yang telah dituntunkan oleh Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam. Bahkan ada juga Syekh-syekh penganut Tasawuf yang merasa lebih tinggi kedudukannya daripada Rosululloh sendiri karena merasa lebih dekat dengan Alloh.  sufi-heart-450

Beberapa dasar ilmu, yang sering digunakan oleh para sufi untuk membenarkan tindakan mereka :

1.  Ilmu Laduni

Merupakan sebuah istilah untuk menyebut sebuah ilmu yang diturunkan langsung Alloh kepada manusia. Mereka menyalahgunakan ayat : “Dan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami” (QS. Al-Kahfi : 65)

2.  Metode Kontak Langsung dengan Alloh

Di antara penerapan menimba ilmu langsung dari Alloh yaitu dengan cara kasyaf (penyingkapan) dan tajliyat (penangkapan). Biasanya mereka menganggap mendapatkan ilmu setelah berdzikir (yang tidak disyariatkan) atau melakukan peribadatan khas kaum sufi.

3. Menyesatkan Umat Islam

  • Menjauhkan dari ilmu-ilmu syar’i
  • Menshahihkan (membenarkan) hadits2 dhaif bahkan palsu
  • Memelihara pemeo “Barangsiapa berguru kepada Kitab, maka salahnya lebih banyak daripada benarnya”

Sanggahan terhadap kebenaran ilmu tasawuf disampaikan oleh beberapa ulama :

  • Hadits shohih riwayat Bukhori dan Muslim bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Alloh untuk seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, diharuskan menjalankan tuntunan dari beliau. “Adalah para nabi diutus untuk kaumnya saja, sedangkan aku (Muhammad) diutus untuk seluruh manusia”
  • Para penganut tasawuf berguru kepada kisah nabi Khidir, yang diberikan ilmu langsung oleh Alloh, dan menganggap beliau masih hidup hingga hari ini.
  • Hadits riwayat Daruquthni, yang menyatakan cara memperoleh ilmu “Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan cara belajar”
  • Peringatan Alloh tentang para pendusta (QS. Asy-Syu’ara : 221-223 “Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.) dan laknat kepada mereka (QS. Maryam : 83-86 “Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?, maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. (Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.)

Perdebatan pro dan kontra mengenai ajaran tasawuf sendiri masih terjadi di kalangan ulama yang dikenal masyarakat Indonesia. Namun, setelah membaca ayat-ayat Alloh serta mempertimbangkannya dengan akal sehat, hendaknya kita tahu pilihan mana yang patut diputuskan. Setidaknya sudah waktunya kita mulai mebersihkan dien Islam dari hal-hal yang tidak disyariatkan. Wallohu’alam!




The Beginner BloGGer

AlmaNak

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

KATEGORIES

Buka2 aja, GRATISSS!

Tag

Blog Stats

  • 14,071 hits

Foto2 supaya tidak SEPII

midnight city still

Untitled

Man should always remember his connection to mother earth.

Untitled

Let it snow... Let it snow... Let it snow...

More Photos