Apa yang ada dalam hatiku hanya aku dan Tuhan yang tau
Aku tak mau seorangpun tahu selainku
Hatiku perih, ia kadang menangis, menjerit
Tak ada yang tahu
Hatiku bahagia, ia ingin melompat kegirangan
Hanya aku dan Tuhan yang tahu
Hatiku berontak, ia ingin berteriak
Tapi tak mampu
Apakah aku terkurung?
Ataukah aku yang memenjarakan hatiku sendiri?
Keangkuhanku menjadi penghalang paling hebat
Aku adalah diriku sendiri
Tapi aku manusia yang punya hati, yang masih dapat merasa
Ya, aku punya orang lain
Lalu nanarku pada sebuah pena
Ia runcing bagai belati
Ia tajam bagai pedang
Ia siap merobek-robek penutup hatiku
Membuka setiap belenggu yang mengganggu hidupku
Aku ingin semua mendengarku
Apa yang kurasa apa yang ku tahu
Dengan penaku…
Biarlah mulutku tak bersuara
Biarlah ragaku tak mampu menopang senjata
Saat kebusukan meraja diantara bayangan pelangi dunia
Kebenaran terkunci dalam ruang gelap tak bertepi
Dengan penaku aku akan bicara
Hitam adalah hitam, putih terlihat putih
Tak ada lagi warna abu-abu
Hari ini akan kumulai satu langkah kakiku
Sebuah langkah panjang meraih asa yang tertunda…..
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Tinggalkan Komentar