Enam April 2008, 25 tahun yang lalu….
Ya, sebuah hari yang indah bagi dua insan manusia mengikat tali cinta suci di hadap Yang Kuasa.
Berharap kasih ini abadi selamanya, akad terucap untuk selalu setia
Cinta.. karena itulah aku ada. Karena cinta Yang Maha Kuasa.. tersirat dalam cinta keduanya
Enam April 2008, 25 tahun yang lalu….
Guratan bahagia terpancar indah, sejenak mengaburkan gelisah-gelisah di dada
Dalam balutan kata-kata cinta sejuta pesona
Terhenti segal penantian kasih sejati sekian lama
Terhapus setiap tanya siapakah ‘dia’ yang Kau gariskan
Terangkai nyata dalam pernikahan suciMu
Enam April 2008,.
Hari istimewa bagi keduanya
Namun tak ada mewahnya pesta perayaan atau hadiah dan bunga-bunga
sederhana, biasa tak ada makna kasat mata
Ucap tercekat, membumbung rasa syukur tiada terkira bagiNya
Hari demi hari terlintas bagai lantunan nada kehidupan
Ada tangis dalam tawa, ada hikmah di antara luka
Enam April 2008..,
Kuucapkan pesan tulus pada ayah dan bunda
Terima kasih atas detik-detik darah dan air mata
Atas hembusan nafas pemanjat doa
Semoga Allah memberikan selalu ridho, membenamkan hati kami pada cinta sejatiNya
“Untuk Ayah dan Bunda di Ulang Tahun Pernikahan ke-25….”
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar!

2 tanggapan so far ↓
Zulfi // April 9, 2008 pada 4:09 pm
Yup, semoga ayah dan ibu juga diberi umur panjang. agar suatu saat nanti mereka bisa melihat buah hatinya mencapai “kesuksesan” dunia…
semoga…
Maey Moon // April 17, 2008 pada 6:42 am
Amieen..
kesuksesan ‘dunia’?? hmm betul juga
Tinggalkan Komentar