Film Hollywood, Dari Misi Ekonomi ke Misi Politik Yahudi

Kekuatan modal dalam sebuah film seperti yang telah disebutkan dalam unsur-unsur produksi film tidak dapat dipisahkan dari kepentingan politik dari pemilik modal tersebut. Begitu pula ketika membahas pengaruh permodalan Yahudi yang masuk ke industri film Hollywood. Sebagian besar film produksi Hollywood kemudian diduga membawa misi propaganda Yahudi, tidak hanya bagi Amerika namun juga bagi penontonnya di berbagai penjuru dunia. Meskipun jumlah orang yang benar-benar menyadari wujud kampanye dan propaganda Yahudi tidaklah besar. Selama ini masyarakat penonton film Hollywood hanya menikmatinya sebagai bagian dari budaya populer tanpa mempertimbangkan kemungkinan masuknya nilai-nilai asing secara halus melalui media film.

Beberapa bentuk propaganda Yahudi dapat dilihat dalam Trilogi The Matrix, yang secara langsung seolah-olah memperkenalkan istilah-istilah yang erat kaitannya dengan Yahudi. Mulai dari penokohannya (Neo dan Kaum Sion), hingga pemuatan simbol-simbol dan huruf Ibrani pada efek adegannya.

Selain contoh di atas, sebuah situs media menyebutkan :
Our Film Folk, a column by Herbert Luft, appears only in Jewish publications. His description of the 1982 Academy Awards applies to all such events: “Jews award Jews for Jewish theme movies! Reds glorified the Soviet Revolution, Chariots of Fire instilled a guilt feeling in Gentiles for discrimination against Jews. Genocide was best documentary on the German Holocaust of Jews. ” In the film “Holocaust” both Poles and Ukranians are described as “worse than Nazies.” In “The Eye” the French betray the Jews during World War II.

Dari sekian banyak film Hollywood, sangat sedikit film yang mengambil tema sensitif seputar Yahudi. Bila ada, film tersebut akan cenderung mengambil sudut pandang orang Yahudi atau kepentingan umum Amerika. Tentu kita masih mengingat bagaimana rekayasa perang Vietnam dalam Rambo, atau kisah heroik orang-orang Amerika dalam Armageddon. Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa kekuatan modal sendiri tidak dapat dipisahkan dari kepentingan politik yang lebih mendominasi saat ini. Media film memang merupakan salah satu sarana yang baik dalam menanamkan ideologi atau propaganda politis.

***

Produksi sebuah film tidak dapat terlepas dari unsur ekonomi yang ada di dalamnya. Unsur ekonomi inilah yang nantinya mendasari arah politik sebuah film. Kedekatan produksi film dengan situasi sosial politik memang menjadi dasar dalam pembuatan film beberapa dekade lalu hingga saat ini. Namun di era globalisasi ini, di mana ditribusi film dapat dilakukan di seluruh penjuru dunia, kekuatan modal akan lebih berbicara serta memberikan pengaruh yang signifikan bagi sebuah karya seni film.

Film Hollywood yang sebagian besar modalnya berasal dari pebisnis-pebisnis Yahudi Amerika merupakan salah satu contoh betapa kekuatan modal dapat mengarahkan kepentingan suatu golongan (politisasi) melalui media massa dalam bentuk film. Lepas dari semua itu, kesimpulan dari makalah ini adalah proses produksi terutama modal perlu mendapat perhatian lebih sebab tahapan ini merupakan unsur yang paling penting bagi kelanjutan proses produksi, ditribusi, hingga ekshibisi film.

5 responses to “Film Hollywood, Dari Misi Ekonomi ke Misi Politik Yahudi

  1. Kalau ingin menguasai dunia, kuasailah akses informasi/komunikasi. Inilah trik Yahudi. Sebuah langkah cerdas. Jaman sekarang kalau tidak menguasai akses informasi dan teknologi, jangan harap bisa “tampil”.
    Siapa yang punya stasiun TV berpengaruh? YAHUDI
    Siapa yang punya studio besar di Hollywood? YAHUDI!

  2. dan kerena memang masih banyak penggila film selain anda, tentunya tidak peduli dengan latar belakang media massa tersebut,,..

  3. eh, udah nongol tulisan terbaru adik teteh. gila sinema tu siapa ya?begini ya orang gila (sinema), pliz be a little bit wider gitchu loh. without intent to underestimate u & your positive opinion dude, saya mau bilang anda tuh kurang kronologis & sistematis dalam memaparkan opini, why? karena sebenarnya, yahudi bukannya cerdas (smart), melainkan licik (clever/tricky), meski tidak semua.

    penguasaan media tanpa penguasaan modal adalah nonsense, dude. jadi disinilah letak clever-nya jews. mereka menguasai apapun, kecuali hamba2 Allah yang diberi petunjuk. jangan memperkecil masalah besar tapi jangan membesar2kan masalah kecil. treat it properly.

    untuk de maey, a good article.keep on going. lain kali contoh film nya ditambahin dek. dari indonesia ada Ayat-Ayat Cinta & Perempuan Berkalung Sorban, as examples, untuk dikritisi. subliminal message nya lumayan mengerikan loh. hehehehe…

    ngomong apa lagi ya? teteh masih capek habis kerjain proyek gila sama masmu dkk itu. sehat2 aja kan dek? salam buat keluarga ya. yang semangat nulisnya. jangan kaya masmu, pas semangat sehari bisa nulis 4 artikel, pas down seminggu pun ngga, hehe.

    see ya sister. teteh tunggu tulisan2 berikutny sayang. peluk cium dari teteh :-*

  4. Emang hebat ya Yahudi, dikit tapi berpengaruh..
    Kemana ya Ummat Islam??

    Dana ga punya (atau lebih tepatnya, pelit berbagi)
    Kontribusi buat dunia minim (atau lebih tepatnya, ya males aja)
    Ditindas juga diam aja (malahan ribut sendiri)

    Pusing ya…

    Tapi, Insya Allah janji Allah pasti akan ditepati: Islam akan menang dan memimpin dunia di akhir zaman kelak… Amien!!

  5. Kak, boleh minta referensi sumber2nya?
    soalnya aku tertarik bgt sama pengaruh film2 hollywood terhadap ideologi suatu bangsa..
    thanks kak :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s