Desain Grafis dan Saya
hehe,.. merasa sok penting dengan menuliskan tentang saya di blog saya sendiri. Harap maklum, namanya manusia pastinya kadang muncul keinginan aktualisasi diri (baca dengan benar : NARCISIST).
Yha, saya mengenal dunia desain grafis sejak SMA, saat mata pelajaran praktik komputer mewajibkan saya dan teman2 bersentuhan dengan yang namanya Corel Draw dan Adobe Photoshop. Saya merasa sangat biasa saja dengan beberapa teman yang cukup lihai memainkan mouse-nya menggambar graphic2 yang tidak diwajibkan oleh guru. Paling hanya berkomentar “Wah, bagus yha??” datar sekali. Belum ada ketertarikan lebih yang membuat saya benar-benar menekuni keahlian desain grafis.
Sampai suatu saat saya kebingungan di penghujung semester II kuliah di sebuah jurusan yang sebenarnya juga berhubungan dengan desain grafis. Kebingungan mencari kesibukan apa yang bisa saya lakukan sepanjang liburan semester genap yang mencapai 2 bulan (sepertinya lebih malah…). Saya memutuskan untuk mengikuti program kursus komputer. hmm,.. saat itu saya berpikir, kalo program office, ah membosankan. kalau program internet dasar, ah sama saja tidak bisa langsung dipraktikkan, lalu setengah asal saya memilih program kursus desain grafis. OKe, saya akan bermain2 lagi dengan Corel Draw dkk..

Tempat kursus yang saya pilih pun tak besar atau mentereng di kota kecil kelahiran saya. Pertimbangan yang saya ambil : dekat rumah, tidak mahal, bisa fleksibel dalam penjadwalan, dan siswanya tidak banyak, sehingga saya bisa belajar dengan intensif. Namanya STTKOM Budi Dharma. Paket kursus 36 jam ternyata tidak cukup memenuhi target penguasaan 3 program, Corel Draw, Adobe Photoshop, dan Page Maker. Dari ketiga program hanya Corel Draw yang cukup mengena di hati dan pikiran (..loading saya yang lama kali yha?? :>). Ya, mau bagaimana lagi, gak ada waktu libur menyusul hingga saya tak sempat meminta tambahan waktu. Nekat saja awal tahun 2009 lalu saya ikut ujian negara untuk mendapatkan sertifikat kursus.
Lepas dari kursus saya kembali ke rutinitas kuliah yang mulai saya pertanyakan niatnya. Imbas dari suka bermain dengan Corel, saya malas menulis,.. tapi saya mencoba beraktivitas seperti biasa dengan pikiran yang berkecamuk (,..dramatisasi…)
Akhir Desember, sebelum saya mengikuti sertifikat, saya dan seorang kawan mencoba mencari tantangan baru, bergabung dengan sebuah perusahaan desain yang katanya cukup popular di Jogja, reputasinya sudah baik. Degeta, design, printing, and multimedia.
Beberapa kendala yang belum cukup berarti kami lalui hingga akhirnya kami berhasil datang ke briefing terakhir Degeta dalam mencari Desmo, bisa dibilang anak perusahaan-lah. Dalam briefing yang dipimpin langsung oleh Pak A.T Dhanang Jaya owner dari Degeta sendiri, kami mendapat beberapa penjelasan tentang cara kerja dan kontrak kerja sama. Di akhir briefing, kami hanya diberi waktu maksimal 1×24 jam untuk menyatakan ya atau tidak bersedia bergabung menjadi Desmo dengan menandatangani surat perjanjian. Alhamdulilah, saudara saya di Jogja yang kemungkinan akan saya jadikan tempat praktik Desmo mengizinkan. Jadilah saya tekken perjanjian itu, dan paginya saya antarkan langsung ke Degeta. Semangat dan imajinasi saya sempat sangat memnucak saat itu. Membayangkan apa saja yang bisa saya lakukan. Mencari pelanggan, mondar-mandir ke percetakan. Namun ternyata hingga hari ini belum ada kepastian yang datang.
Yeah, i’m still waiting, makanya saat ada beberapa tawaran kerja atau kerja sama dengan yang lain, saya masih menggantungkan harapan pada Desmo. Siapa desainer yang tidak mau mendapat kemudahan dengan menggunakan nama tenar Degeta, tanpa modal seperti membeli sebuah gerai franchise, hanya niat yang diutamakan.
***
Hari berganti hari, tampaknya kegemaran ber-graphic design benar-benar membuat saya malas menulis. Mungkin sampai sekarang. Dulu yang saya selalu meluangkan waktu untuk mencoba mengirim artikel ke beberapa surat kabar, rajin mengikuti pengumuman lomba-lomba essai, kini lebih tertarik dengan baliho atau pamflet2 di jalanan. Meskipun sekali lagi saya sadar saya masih sangat amatiran, saya terus mencoba belajar menggali kreativitas. Heran juga saat di depan PC, saya lebih senang membuka Corel Draw daripada Microsoft Word. Tau begini dulu masuk DIII saja. Yha,.. sampai sekarang saya mencoba menghilangkan kebiasaan itu, saya tetap harus kritis dan kreatif, ya kan??
Menemukan teman dengan hobi yang sama tentu sangat menyenangkan, saya pun merasakan senang saat teman akrab saya sejak SMP yang kuliah di tempat sama juga memiliki ketertarikan di desain grafis. Ratna, yang aktif di BEM universitas dan saya bersepakat membentuk sebuah tim, dua orang saja. Kami mencoba mengumpulkan pengalaman di bidang desain. Mungkin saja suatu saat mampu kami tulis dalam daftar riwayat hidup tim. Kami menamai tim itu SozComm Featured, singkatan dari jurusan kami masing-masing.
***
(to be continued…….)
Hmm, lg tertarik desain grafis? Bagus, asal ditekuni.
Dulu waktu SMA juga aku tertarik. Bahkan karya tulis akhir SMAku pun juga mbahas coreldraw sampai detail. Sayang pasca SMA, ketertarikan itu nyaris hilang.
Selama kuliah juga, minat selalu berubah2. Pernah belajar networking computer, belajar menulis, sampai mbuat film.
Entah besok mana yang dijadikan tumpuan utama.
Intinya, menurutku seseorang dihargai krn kedalaman skillnya pd sebuah minat.
Desain grafis? Ok jg… LANJUTKAN!! (kyk kampanye parpol,hehe)
hehe,..
belajar saja,..
semoga yang punya minat sama semakin banyak!
coba saya buat dulu request-nya yha!
Nuwun…
pastinya sekarang dah jago dong…bagi2 ya ilmunya…lam kenal..
salam kenal juga..
ah masih amatiran kok, tapi kalau share boleh juga!
web anda sepertinya menarik!
saya bru lulus smp nih, pak .. saya mau tanya, setau saya, di jogja ada SMA yg khusus desain grafis. bisa minta infonya ? saya benar2 butuh saat ini..
trima kasih