Catatan Tentang TASAWUF

sufismIngat dengan Syekh Siti Jenar? Seorang kafir yang menyebarkan paham Manunggaling Kawula Gusti itu menyesatkan penduduk Jawa dengan ajarannya. Ia kemudian tewas karena dibunuh Walisongo. Tulisan ini tidak akan membahas mitos2 klenik seputar kehidupan Syekh Siti Jenar, tetapi tentang ajarannya yang memiliki sifat mirip dengan tasawuf.

Contoh lain adalah keberadaan Tarekat Naqsabandiyah yang dikenal di seluruh dunia, dan komunitas-komunitas Sufi di Indonesia. Yang mungkin juga tidak asing adalah kegemaran musisi Ahmad Dhani kepada paham ini.

Tasawuf dipelopori oleh Hisyam Ibnu Al-Hakam seorang syi’ah dari Kufah. Tasawuf diyakini memiliki asal-usul ilmu filsafat dari Romawi dan Persia. Dalam pemahaman tasawuf, seorang manusia mampu berhubungan langsung dengan Tuhannya, Alloh subhana wata’ala. Dia tidak perlu menjalankan ibadah2, mengikuti sunah Rosululloh. Menurut tasawuf, seseorang dapat dapat dianggap beriman hanya dengan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal para sufi (para penganut Tasawuf) melakukan peribadatan yang berbeda dari para pendahulu. Mereka sering menggunakan tarian2, irama music, serta shalawat pujian yang tidak jelas maknanya. Dalam beberapa hal, mereka lebih senang melakukan peribadatan dengan cara tersebut daripada cara ibadah yang telah dituntunkan oleh Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam. Bahkan ada juga Syekh-syekh penganut Tasawuf yang merasa lebih tinggi kedudukannya daripada Rosululloh sendiri karena merasa lebih dekat dengan Alloh.  sufi-heart-450

Beberapa dasar ilmu, yang sering digunakan oleh para sufi untuk membenarkan tindakan mereka :

1.  Ilmu Laduni

Merupakan sebuah istilah untuk menyebut sebuah ilmu yang diturunkan langsung Alloh kepada manusia. Mereka menyalahgunakan ayat : “Dan Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami” (QS. Al-Kahfi : 65)

2.  Metode Kontak Langsung dengan Alloh

Di antara penerapan menimba ilmu langsung dari Alloh yaitu dengan cara kasyaf (penyingkapan) dan tajliyat (penangkapan). Biasanya mereka menganggap mendapatkan ilmu setelah berdzikir (yang tidak disyariatkan) atau melakukan peribadatan khas kaum sufi.

3. Menyesatkan Umat Islam

  • Menjauhkan dari ilmu-ilmu syar’i
  • Menshahihkan (membenarkan) hadits2 dhaif bahkan palsu
  • Memelihara pemeo “Barangsiapa berguru kepada Kitab, maka salahnya lebih banyak daripada benarnya”

Sanggahan terhadap kebenaran ilmu tasawuf disampaikan oleh beberapa ulama :

  • Hadits shohih riwayat Bukhori dan Muslim bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Alloh untuk seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, diharuskan menjalankan tuntunan dari beliau. “Adalah para nabi diutus untuk kaumnya saja, sedangkan aku (Muhammad) diutus untuk seluruh manusia”
  • Para penganut tasawuf berguru kepada kisah nabi Khidir, yang diberikan ilmu langsung oleh Alloh, dan menganggap beliau masih hidup hingga hari ini.
  • Hadits riwayat Daruquthni, yang menyatakan cara memperoleh ilmu “Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan cara belajar”
  • Peringatan Alloh tentang para pendusta (QS. Asy-Syu’ara : 221-223 “Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.) dan laknat kepada mereka (QS. Maryam : 83-86 “Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?, maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. (Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.)

Perdebatan pro dan kontra mengenai ajaran tasawuf sendiri masih terjadi di kalangan ulama yang dikenal masyarakat Indonesia. Namun, setelah membaca ayat-ayat Alloh serta mempertimbangkannya dengan akal sehat, hendaknya kita tahu pilihan mana yang patut diputuskan. Setidaknya sudah waktunya kita mulai mebersihkan dien Islam dari hal-hal yang tidak disyariatkan. Wallohu’alam!

About these ads

22 responses to “Catatan Tentang TASAWUF

  1. jujur aku masih bingung dengan pemahaman ilmu sufi, sebenarNya islam membenarkan ini atau tidak . . . .

    mohon di jawab.

  2. Sufi sepengetahuan saya adalah pengembangan interpretasi dari ajaran Islam. Dalam shufi dikenal cara mendekatkan diri kepada Alloh secara langsung melalui rangkaian ritual2 yang biasa dilakukan.

    Orang shufi kadang mengaku memperoleh ilmu langsung dari Alloh. (ilmu laduni, atau dalam tradisi Jawa ada istilah manunggaling kawulo gusti..). Islam meyakini kebenaran mutlak hanya diketahui oleh Alloh ta’ala, contoh saja, Nabi Muhammad saja melalui proses ‘belajar’ dalam menafsirkan wahyu dari Alloh. Sementara kita sebagai manusia biasa, yang tidak memiliki sifat ma’sum, atau terhindar dari dosa, apakah bisa melebihi pengetahuan beliau?

    Mengaku bertakwa kepada Alloh, mendekatkan diri, sementara meninggalkan ketentuan Alloh di sisi yang lain, adalah bukti ketauhidan yang tidak utuh. Apakah Islam menghendaki hal itu?

  3. Sufi itu secara etimologi berarti kain wol…
    Itu karena kaum sufi generasi awal, bersikap sangat anti-dunia, sehingga bahkan utk hidup sehari2 mereka sangat miskin dan sengsara..

    Menurut Ust. Yunahar Ilyas, mereka ini tipe kaum yang menafikan dunia dan ingin langsung bertemu dengan Tuhan. Mereka yang begitu mencintai Tuhannya, sehingga pada tahapan tertentu tidak ingin lagi berlama-lama di dunia ini. Atau dalam bahasa yang senada, menurut Buya Syafi’i Ma’arif ini adalah Teologi Maut. Yaitu orang-orang yang begitu cinta akan kematian, namun takut akan kehidupan.

  4. Tuhanku jika aku puja engkau karna mengharapkan surga maka jauhkanlah aku darinya. dan jika aku puja engkau karna takut pada neraka masukkan aku kedalamnya.namun jika kupuja engkau hanya karna semata mata engkau maka janganlah engkau sembunyikan keabadianmu pada diriku……

  5. kualitas interaksi kita dengan Alloh, apakah baik atau tidak, apakah tepat atau tidak kita hanya mampu berharap agar Alloh menilainya dengan baik. Yang memasukkan kita ke dalam syurga hanya rahmat Alloh, bukan semata2 karena amal kita di dunia.

  6. syi’ah –> tasawuf –> shufi.
    jawaban yag cukup untuk tidak banyak menghabiskan waktu memperdalam tasawuf.
    sedangkan saya merasa belum beres mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam yang wajib..

  7. Syekh siti jenar tidak di bunuh wali songo tapi di kembalikan di bagdad,karena ajaranya belum waktunya di ajarkan ke org2 yang baru masuk islam.dan untuk mencapai ajaranya Syekh siti jenar harus melalui syariat,thoriqot,haqiqot dan hadiahnya ma’rifat. islam adalah rahmatan lil ‘alamiin.tidak mungkin wali yullah{kekasih Allah} membunuh sesama waliyullah.jangankan wali dengan orang kafirpun Nabi mengajarkan untuk saling menghormati keyakinan masing2.Lakum diinukum waliyadiin

  8. @ abangan
    bagaimana bisa anda mengatakan bahwa syekh siti jenar adalah waliyullah, kekasih Alloh, sementara apa yang ia lakukan sama sekali tidak menandakan hal itu. syariat, thoriqot, haqiqot, ma’rifat apa yang anda maksudkan?
    syekh siti jenar hingga saat ini justru diidolakan oleh orang-orang keblinger, dianggap mereka metode siti jenar ato syekh lemah abang ini paling baik, sebab mampu begitu ‘dekat’ dengan Alloh.
    tell me how, please!

    • tasawuf ilmu para wali Allah,sangat tinngi tingkatanya buat orang awam .seperti anak sd yang hendak belajar pelajaran smu,pasti bingung atau salah arti karena yang mengerti hanyalah anak2 sma saja.jikalau kita hanya orang awam hendaklah belajar dulu sebelum mengomentari ilmu yang lebih tinggi.karena akan terjadi kebingungan yang sangat.ilmu tasawuf adalah ilmu hati atau jiwa .sulit dipahami dengan mata biasa.perlu pendalaman lagi.

      • kalau mau belajar ilmu yang tinggi layaknya ilmu yang paling mendasar dikuasai dulu to?
        dan percuma kalau hanya tau ilmu tapi tak menjalankan kewajiban yang nyata2 di depan mata…

  9. MaaSyaaAlloh.. Laa quwwata illa billah…

    Hanya Alloh yg paling tw tentang Syeikh Siti Jenar….
    Benar/tidaknya, sesat/tidaknya, baik/buruknya..

    Jangan saling menghujat sesama muslim. jangan merasa diri paling baik. Antum semua terlalu jauh membahas Sufi, Syareat, thorekat Dll.. Coba sering2lah saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Yg terpenting di zaman akhir ini adalah akhlakul karimah (Akhlak yg baik) ketahuilah yg menyelamatkan kita hanyalah ketaqwaan kita kepada Alloh.

    “Mohon koreksi dan nasihat apabila Al-Faqir salah mengeluarkan kata2″

  10. catatan tentang TASAWUF…… (BUTUH PEMAHAMAN LEBIH DALAM) Ilmu akan memanggil-manggil amal, jika tidak ada jawaban ILMU akan meninggalkanya. (IHYA’ ULUMUDDIN-/IMAM AL-GHOZALI)

  11. ha..ha..ha..jgn mributkan sesuatu yg anda tdak mngerti,,?? ketahuilah..sesungguhNya Allah Maha Pengasih Lgi Maha Penyanyang..Allah tidak melihat bgaimana cara kita Menuju Padanya,,atau mo KeSurganya,,kbnyakan orang blang(surga) tpi melihat sbesar apa niat dan ketulusan kita BerIbadah kepadaNya dan juga Kepasarhan kita PadaNya..Untuk cara ke sana Terserah Hamba2Nya mo pakai cara gmna Asalkan tidak menyakiti orang lain maupun diri Sendiri, justru menguntungkan orang lain juga diri sendri.Jalankanlah Dengan Rasa Cinta Dan Sayang serta Tulus dari Hati Maupun Pikiran dan juga Tanpa Pamrih SesungguhNya Hanya karena Dia,,Dia,,Dia,,Sang Pencipta.Dan jgn SeSekali kita memvonis bahwa agama kita lebih baik,,atw cara kita lbih di Terima padaNya,,Sesungguhnya Yang Berhak Menilai Hanya Dia Yang Maha Esa(Tunggal).jadi alangkah baiknya..kita saling Mengingatkan tapi bkan mencampakkan! Lebih Kurang nya Saya Minta Maaf Bila ada Tulisan yg Salah atw Menyinggung Hati..Tak ada Niat atw Terbesit dlm Hati untk adu Argumen,,tks.

    • Terimakasih atas komentar anda…
      Yg sy tau manusia terutama yang mengaku muslim, sudah ada standard2 dalam ibadah, bahkan muamalah.
      Dengan standard2 tsb dgn sendirinya seseorang akan memiliki dan menyadari makna cinta dan rasa tulus yg disyariatkan.
      Kalau hanya berdasar tidak menyakiti orang lain atau diri sendiri, betapa makin subur dan merajalelanya sekte, aliran, dst yang makin ngawur..
      Ibadah juga mesti pakai ilmu, dan kita wajib berusaha mencari ilmu yang benar. Sudah gt aj kadang aja hati dan perasaan kita sering tersusup syaitan.. kok. Jangan mengorbankan aqidah buat rasa aman dan ‘perdamaian’ lah..

  12. Wafatnya Nabi Muhammad merupakan tanda bahwa Islam telah sempurna, kita tidak perlu menambah-nambahi ataupun mengurang-ngurangi ajaran Islam. Jadi jika pingin selamat, maka ikutilah Nabi Muhammad, Beliaulah orang yang paling tahu mengenai Islam, dan sebaik-baik umat yang paling mengetahui ajaran Nabi Muhammad dan bagaimana pemahaman yang benar (beserta pengamalannya yang benar) terkait firman Allah (Al Qur’an) dan Hadits-Hadits Nabi Muhammad adalah para shahabat, yang mana merekalah umat yang langsung diajari ajaran Islam ini oleh Nabi Muhammad.
    So, ikutilah Nabi Muhammad dan para shahabatnya dalam mengamalkan ajaran agama Islam ini. Tidak perlu bingung terhadap Islam yang harus kita ilmui, amalkan dan kita dakwahkan dalam hidup kita ini…
    Maka saat ini kita perlu terus dan terus belajar bagaimana sebenarnya Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dan diikuti oleh para shahabatnya. Setelah kita meng-ilmuinya, lalu kita amalkan dan kita dakwahkan kepada yang lainnya…
    Allahu a’lam…

  13. Keyakinan, tidak bisa dihakimi, hanya Alloh yang maha tau…buang lah kesombongan untuk meremehkan ajaran lain. Karena tafsir bukan Tuhan, dan jangan lah men Tuhankan tafsir…yakin pada keyakinan dan slalu maksimal menjadi yg terbaik disisiNYA

    • mau ke pasar ada petunjuknya
      mau menuju Alloh apalagi…
      jika memilih jalan di luar petunjuk, ya terserah Anda, risiko tidak sampai atau ketemu ‘tuhan’ yang lain..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s