Ada Ustad Cinta di Take Me Out Indonesia
Hobi dengan reality show? Coba saya tebak, anda pasti pernah menyaksikan TAKE ME OUT INDONESIA. Atau malah sekarang sedang hobi2nya menyaksikan tayangan import paling baru tersebut? Proyek jodoh2an yang sukses digelar di Denmark, Spanyol, dan Belanda ini ternyata booming juga di Indonesia. Yak, sudah diduga, acara2 gawean Fremantle Media bakal sukses, banyak sponsor dan cepat jadi tren di negeri ini seperti program sebelumnya macam Indonesian Idol.
Saya ndak ingin bahas terlalu banyak soal gimana2nya program ini, toh sudah banyak yang tau kalo pernah menyaksikan langsung Mas Choky dan Mba Yuanita membawakan show ini. Atau kalo mau lebih jelas yha main2 saja ke webnya yang rame dikunjungi jomblowan jomblowati metropolitan itu. Yang ingin saya bahas, setidaknya menggelitik hati adalah keterlibatan seorang ustad di program tersebut.
Ya, sejak beberapa episode Take Me Out Indonesia atau kalo yang buat kontestan cowok Take Him Out Indonesia, mengundang Ustad Restu Sugiharto sebagai ‘penasihat’ mereka yang ‘berjodoh’ (setidaknya pas on-air….qqq). Ustad muda asal Magelang yang lebih terkenal dengan julukan Ustad Cinta ini menggantikan ‘penasihat’ cinta sebelumnya, Meike Rose sang fortune teller (bahasa gaulnya peramal..!). Gak tau Cuma untuk menyambut bulan Ramadhan atau seterusnya. Lalu adakah bedanya?
Sebelumnya, si cowok dan cewek (pemilih dan yang dipilih) dengan pedenya memperlihatkan kemesraan dengan menggandeng pasangannya menuju Romantic Room. Setelah ada ustad Restu, dihilangkanlah skenario itu. Sebelumnya, basic dari penilaian kelanggengan pasangan terpilih adalah aura, sedikit ramalan dari Mba Mieke. Setelah ada Ustad, yang banyak digunakan adalah basic keagamaan (Islam, meskipun belum tentu semua peserta, penonton, dan hostnya muslim).
Lalu yang tetap sama apa? Ya tetap-lah pakean yang dipake kontestan cewe’ gak rapet2 amat (mencoba menghaluskan kata… qqq). Ya tetap-lah ada romantic room yang sengaja dibikin untuk si pasangan berdua2an. Ya tetap-lah dominasi penilaian fisik dari cewe ke cowo atau sebaliknya di penentuan turn off atau turn on lampunya. Ya tetap-lah membiarkan pasangan saling ‘mengenal’ satu sama lain, pakek acara dating itu tuhh…..
Yha gak bisa protes, wong memang acaranya begitu. Yang paling saya sayangkan sebenarnya adalah keterlibatan Ustad Restu Sugiharto. Yang pastinya sudah tahu bagemananya itu acara, banyak maksiat atau banyak jalan syi’ar Islam-nya? Kalau niat untuk dakwah, bukannya lebih mudah pakai jalur yang lebih ‘bersahabat’?? Coba simak Press Release dari web Take Me Out Indonesia ini :
Take Me Out Indonesia dating show pertama di Asia, setelah sukses di Denmark, Spanyol dan Belanda. Take Me Out Indonesia kerjasama produksi antara FremantleMedia dan Indosiar dengan menampilkan kombinasi format dating show dan reality show. Ini merupakan terobosan baru dalam program TV Indonesia sebagai dating show yang fresh, funny, romantis dan entertaining. Jika diibaratkan, ini bagai sebuah pesta, di mana para pria datang dan menggoda wanita. Mereka mengajak para wanita berkenalan, dan kalau memungkinkan bisa menyatakan cinta mereka dan berharap akan menuju tahap yang lebih serius.
Nggilani to? Eh tapi relatif dink, kalo anda mengatakan itu wajar aja. Sekarang kan semua sudah serba terserah.
NB : Btw, kalo menurut saya pribadi yang punya secuil basic Ilmu Komunikasi sih malu, soalnya kesuksesan pertelevisian Indonesia diukur dengan program2 import. Bukan bikinan sendiri.. qqq
prihatin, ustadz koq cm buat hal2 yg g jelas gitu…kalo alasannya buat dakwah, dakwah seperti apa? kalau alasannya demi popularitas, lebih memprihatinkan lagi…Astaghfirullah…
Dari forum.detik
Tanya ::
Ustadz, apakah anda yg menghadiri acara Take Me Out Indonesia di Indosiar? http://islamarket.wordpress.com/2009…out-indonesia/ Jika iya, tolong kemukakan alasan Ustadz untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, karena saya tidak bisa membayangkan apa yg ingin Ustadz sampaikan dgn berada di dalam acara yg sama sekali berbeda dengan konsep ta’aruf dalam Islam di mana acara sendiri itu sarat dgn pamer aurat n komunikasi yg ada pun tidak jauh dari penampilan fisik, materi dan status sosial.
Ustadz ::
Terima kasih ya atas masukannya. Ustad ‘Terpaksa’ menjadi komentator dlm acara tersebut krn tiga alasan.
1. Take me out adalah acara yg berating paling tinggi n paling byk pemirsanya. Hampir setangah penduduk Indonesia menyaksikan
2. Bila Ustad tdk masuk maka yg akan masuk adalah para paranormal
3. Dari 6 tuntutan Ustad saat menyanggupi acara tsb alhamdulillah pelan-pelan sdh mulai dipenuhi.
Adapun 6 tuntutan tsb adalah:
1. Tidak ada pegang-pegangan (sdh terpenuhi)
2. Menutup aurat (sudah lumayan terpenuhi)
3. Image romantic room yg negatif hrs diubah (sudah terpenuhi)
4. Dating tdk dijadikan acara utk pacaran, tapi sebagai ajang ta’aruf (penjajakan), sehingga perlu ada mahrom n jgn sampai berduaan (dalam proses)
5. Orientasi mengikuti Take me out tidak sekedar utk tenar atau hadiah tapi benar2 utk serius menikah (terus disampaikan dlm briefing dan komentar ustad)
6. Peserta hrs selalu diingatkan agar mereka memilih pasangan bukan semata berdasarkan fisik dan kekayaan tp berdasarkan agama (kebaikan aqidah, ibadah dan akhlak). (terus disampaikan dlm briefing dan komentar ustad)
NB: Alhamdulillah dgn kemunculan Ustad di Take Me Out kini sdh byk PH dan stasiun TV lain yg menawarkan kpd Ustad utk membuat acara serupa tapi yg islami. Semoga dlm waktu dekat program ini terealisasi. Mohon doanya ya….
Ust. Restu yg sekarang emang jauh berbeda..
Dulu aku sering ngobrol, baik sms, telpon, maupun ketemu langsung..
Kebetulan kan aku dulu PJ Kajian Jumat Pagi bersama Ust. Restu..
Wallahua’lam semoga Ust. Restu tahu bahwa pilihan dia saat ini lebih banyak madhorotnya ketimbang manfaatnya
@ komentator2
Makasih untuk watakushi yang mencoba menkonfirmasi tulisan saya yang keliatan -nuduh-. Tapi coba dipertimbangkan kembali, Ustad mestinya mampu membuat acara lain atau metode yang lebih menunjukkan -kekuatan- hukum Islam, jangan lalu minta toleransi dari si take me out yang saya yakin sampe jungkir balikpun gak akan bisa jadi islami atau setidaknya ‘wajar’ mengingat sudah ada konsep dari acara itu. Apalagi acara import macam itu. Afwan, sepengetahuan saya, cara demikian yang akhirnya mengikis nilai keislaman itu sendiri. Cara kompromis, akhirnya hukum Islam yang terpaksa (atau dipaksa) menyesuaikan diri dengan kekinian.
Buat kang Didi dan Mas Zulfi, terima kasih atas kesepakatannya. Sama2 kita berharap agar TV itu gak perlu dibuang karena isinya hanya hoax yang bikin hoeks2…
watakushi itu linknya kok broken…
KEBENARAN adalah JELAS dan KEBATILAN adalah JELAS
Janganlah mencampur adukkan KEBENARAN dan KEBATILAN sehingga yg BENAR bisa menjadi SALAH dan yang BATHIL bisa menjadi BENAR.
Saya rasa orang yang bernama Ustadz Restu Sugiarto alias Ustadz Cinta lebih paham dan mengerti
ISLAM itu fleksibel tapi TEGASSSSS…!!!
Janganlah kita menjual janji Allah dengan harga yang murah
Ustadz adalah figur dan ketika dia menyerong ke arah kiri maka akan berbondong-bondong orang mengikutinya. Dan ketika itu terjadi dialah yang akan pertama kali diminta pertanggung jawabannya di akhirat
Astagfirullah hal adzim
Semoga umat Islam kembali kepada keislamannya
saya hanya bisa berucap astaghfirullah
fenomena ustadz semacam ini adalah sesuatu yang saya khawatirkan. Saya mengerti bahwa tujuannya adalah baik untuk mengarahkan akan tetapi saya melihat bahwa kenyatannya itu kita justru yang diarahkan.
sebagai muslim (yang masih normal dan tahu hukum islam) kalau ditanya apa sih hukumnya pacaran (sekalipun dia pacaran) pasti bilang haram.
akan tetapi saya kaget ketika ustadz cinta ini mengatakan “sebaiknya dijauhi”, karena menurut definisi hukum islam “sebaiknya dijauhi” maksudnya ya makruh bukan haram. Nanti mau dibelokkan kemana lagi ?
kalau mengingkari (untuk kebaikan) justru malah bagus kalau mengingatkan tentang take me out ini ke khalayak rame (sama-sama terkenal lho) satu ingkut ke acara itu sehingga dikenal sebagai ustadz cinta satu lagi dikenal sebagai ustadz yang konsisten mengingatkan akan kemadharatan acara ini. hayo pilih ya mana ?
Miris rasanya melihat keterlibatan “ustad ” cinta pada acara take me out.Ada banyak argumentasi mengenai hal tsb seperti yang banyak disampaikan banyak pihak pada berbagai forum.Tetapi saya hanya ingin kita membayangkan bagaimana bila kedepannya ada banyak ustad yang menganggap predikat ustad sebagai sebuah profesi bukannya bertitik berat kepada misi pengajar / penyi’ar bagi tegaknya agama Allah.Atau mungkin besok akan ada ustad dengan predikat lain seperti contohnya ; ustadz sex, ustad mesra, ustad romantis, dan ustad lainnya yg konotasi predikatnya tidak menggambarkan keislamian.
Kepada para muslimin dan muslimat agar tidak membiarkan hal ini terus dan segera berbuat dengan memberi tekanan yg santun di berbagai forum dan kesempatan agar predikat ustad segera dihilangkan pada acara take me out.Salah satu cara adalah dengan menyampaikan keberatan ke KPI { Komisi Penyiaran Indonesia }.
semoga Ustd. membaca semua komentar ini,
Tahukah Ustd, dengan ustad hadir diacara tsb, maka dapat menjadi hujjah (karena antm bertitle ustad??) atas perbuatan, kemaksiatan, budaya barat, tasabbuh. Hentikan ustad, berdakwah silahkan, dahulukan Tauhid, ajarkan Aqidah sebagai pondasi umat, bukan dakwah yang sepotong2 bahkan menjadi kesesatan bagi remaja2 muslim. Sadarilah dan kembali kepada dakwah yang hakiki, saya mendoakan ustad Restu ruju dan menjadi sebenar-benarnya ustad dan layak di panggil Ustad, bukan panggilan komersil apalagi cemoohan “Ustad Cinta”
Walllahu Musta’in.
alhamdulillah ternyata masih banyak yang menganggap ustad cinta di takeme otu indonesia bukanlah sesuatu yang biasa, dan dengan mudah dimaklumi oleh sesama muslim. Ketegasan memang bukan sebuah kebutuhan melainkan keharusan, apalagi di negeri yang sudah cenderung anti-agama ini. Naudzubillah, maaf bila harus lagi2 berstatement seperti itu…
NB. Terima kasih atas kunjungan komentator2,.
Hey, ustad… c’mon… kalo mau dakwah, bukan begitu caranya. Beralasan untuk mengurangi mudharat dan maksiat dalam Take Me Out? seribu item yang antum kurangi atau hilangkan dalam acara itu, berlipat ganda lagi mudharat yang antum bawa dengan label ustad itu.
Ya..ya..ya…, saya paham, ustad cinta itu belum pernah ada sebelumnya. Warna baru? bukan! yang pasti komersilnya sangat kentara. Kenapa bukan pendeta cinta saja? atau pastur cinta? atau romo cinta? jelas karena pemirsan acara ini mayoritas muslim. Rating kan?….dan pembodohan.
Saya tidak akan berhenti mengadu ke KPI samapi antum berhenti melecehkan umat sendiri.
Kami di Papua jelas tidak pernah setuju dengan keberadaan antum bekerja sama dengan “mereka” untuk melanggengkan kemudharatan demi uang.
Jangan pernah datang ke Papua!!
bagi ustadz cinta kesulitan terbesar itu manakala ustadz cinta merestui pasangan wanita muslim dan pria non muslim seperti pada acara take him out awal september 2009, bahkan mendoakan usaha kristenisasi saat pasangan prianya punya ‘pelayanan kristiani’ semacam kursus montir motor yang merekrut pemuda desa atau pemuda sekitar dia, bahkan pernah mendoakan sepasang kristiani namun mereka acuh tak acuh, sehingga ustadz dilayar kaca tampak tak berwibawa.
Yang perlu dicermati saat pasangan produk take me out dan take him out yang direstui ustadz restu sugiharto itu melakukan acara kencan di tayangan lain yang diluar kontrol ustadz cinta, sehingga terkesan diluar konteks islami.
melanjutkan acara keduanya itu mungkin jadi strategi pasar Indosiar dengan melihat ratingnya, dan memahami sulitnya cari jodoh di kota besar, maka bila mempertahankan ustadz cinta untuk mewarnai lebih Islami acara itu sangat perlu dari pada kembali lagi komentator oleh peramal cinta, dan mengingat host sendiri,Ucok Sitohang non muslim (?), pertimbangan ini perlu dipahami, manakala artis sinetron banyak dihujat karena berjilbab pada acara ramadhan saja diluar bulan ramadhan aurat mereka terbuka, sehingga ramadhan tahun ini,tak ada greget suasana ramadhan.
assalamualaika…
who are u in fact?
are sure, u’re muslim?
muslim have good idea to dakwah, not like u…!!
muslim is smart, u like “ustad semu”
sesungguhnya banyak cara untuk berdakwah.tidak perlu berdakwah namun, hanya menimbulka kemudhoratan saja….!!
if u muslim reply my comment!!
@ pemuda kahfi
great comment, semoga hati kita menyatu karena Islam.. bukan semata mendewa2kan semangat
satu bangsa. Terus berjuang. . Semoga -ustad cinta mendengarnya-
@ tiara
di zaman serba sulit, memang tak mudah menje;askan aqidah. . just money in their head. .
kita sama2 gak tau ada apa. Tapi yang pasti ada sesuatu yang memperalat budaya permisif
bangsa kita ini.
@ prov alan
Wa’alaykumussalam warohmatulloh wabarokatuh..
thx for your comment
Islam memang indah dan mencintai keindahan.
namun tegakah kita merusak keindahan islam dengan mencampur adukkan ia dengan hal2 yg telah
jelas mengacu kepada keburukan?
kalau anda muslim,
mestinya kita mulai membuka mata bahwa saat ini, Islam pelan2 tercabut dari hukum2nya,aqidah2
yang benar, dengan cara dileburkan dengan hal2 batil, sehingga suatu saat hanya akan menjadi
kata2 pengisi status agama dalam KTP. .
kalau anda nonmuslim,
mungkin memang beginilah cara kami mempertahankan kemurnian Islam. Harta paling berharga
dalam hidup kami (yang masih mengakuinya). Dan kami tak pernah rela kemurnian itu diinjak2
apalagi hanya karena mencari simpati pemirsa, pemodal, atau mereka yang bersembunyi, mencoba
menghancurkan kami berkeping2. . Insya Alloh hal itu tak akan pernah terjadi!!!
Satu kata untuk ustadz cinta: MEMALUKAN!!
Tuh ustadz sangat kentara seorang antek yahudi berkedok Islami, persis seperti Gus Dur cs!!
Puih…memuakkan…
Maaf kalau kasar, begini lah ekspresi kebencian saya thd “ustadz” tersebut
hai…………
and slam kenal ya!!!
@ Ipus..
Alasan anda apa bisa sampai mengatakan beliau antek yahudi?
Jangan memfitnah…
@ ipus
emosi kita mungkin hampir sama. . tugas kita sekarang ialah mengingatkan orang lain terhadap fenomena degradasi moral dan penistaan agama akhir-akhir ini.
kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya.. agar masyarakat melekk. . !
@ mery
rada lucu juga. .
tapi salam kenal kembali!!
@ zulfi
hihi. . .memang perlu banyak bukti
sudah saya ingatkan. .
pak ustad… mundur aja kali.. bikin cedera umat islam aja… malu… malu… istighfar.. acara seperti itu tidak layak untuk diberi pengarahan ustad. dakwahnya bukan ikut2an acaranya. tapi bubarkan acaranya!!!