Latihan Qurban, ya Bukan Qurban

Salam,..
Sebetulnya sudah telat juga saya posting soal kurban ini. Sudah dekat sangat dekat dengan hari raya Idul Adha di tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H atau bertepatan dengan 27 November 2009 (sepertinya sudah resmi dari pemerintah).
Hanya sedikit mengingatkan kembali kepada saudara dan saudariku sesame muslim yang semoga dirahmati Alloh terhadap hukum (fiqh) qurban, terutama dalam biaya pengadaannya. Rujukan lebih tepat sepertinya memang bukan dari blog ini. Sebab memang sifat tulisan saya hanya mengingatkan.
Iya, soal biaya pengadaan. Pernah kan dulu jaman sekolah, kita murid-murid yang manis2 dikasih surat pengantar dari sekolahan menjelang hari Idul Adha, untuk membayar sejumlah uang (sekitar belasan hingga puluhan ribu rupiah) guna membeli hewan qurban? Dengan uang yang terkumpul sebuah sekolah (tergantung jumlah murid juga sihh..) bisa membeli satu atau dua ekor kambing, atau bahkan seekor sapi. ‘Hewan Qurban’ bersama itu kemudian rame2 disembelih di sekolahan, yang kebagian jadi panitia juga para murid. Dan hewan qurban tersebut biasanya disembelih atas nama sekolahan.
Gak ada yang salah kaan?? Oh tentu saja endak, tapi sebenarnya pelaksanaan ‘qurban’ bersama ini perlu dicermati juga lhoo..! Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban yang seperti di atas, sebenarnya belum bisa dikatakan Qurban dalam arti sebenarnya. Sebab syarat2nya belum terpenuhi. Yakni terutama soal biaya pengadaannya. Dalam fiqh Qurban, biaya pengadaan untuk satu ekor kambing dibebankan kepada satu orang. Sedangkan satu sapi untuk tujuh orang.

Dahulu kami pernah bersafar bersama Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang. (HR. Ibnu Majah 2536)

Jadi sebetulnya yang lebih tepat dicantumkan di surat-surat pengantar (apalagi sekolah Islam) itu bukan ‘untuk iuran hewan qurban’ melainkan ‘untuk iuran hewan latihan qurban’. Sebab tujuan dari diadakannya ‘Qurban’ bersama satu sekolah adalah sebagai sarana pembelajaran kepada para murid agar mengerti bagaimana tata cara penyembelihan hewan qurban. Cuma yha itu, fiqh-nya tetap harus diperhatikan.
Jangan sampai setelah murid-murid tersebut lulus masih saja mengenal tradisi ‘qurban bersama’ itu sebagai bagian dari peringatan Idul Adha / Idul Qurban. Kan yha malu, masa udah gedhe gak tau hukum agamanya.. hi2..

About these ads

7 responses to “Latihan Qurban, ya Bukan Qurban

  1. Kalaupun ditulis LATIHAN. Aku yakin orang tua pd ga begitu peduli. Susah utk memberi pelajaran hukum fiqh lewat selembar kertas surat. Lagipula, yg dilihat orang tua itu bukan substansi suratnya. Tapi, nominal iurannya.

  2. @ erfandi dan zulfi
    hmm.. yha dikit2 hukum islam memang harus dipertegas.
    supaya tak ada lagi rasa tidak peduli atau kompromi..

  3. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah kita menjalani simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm

    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/

    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  4. Bagi saya tugas kita meluruskan hal ini, tapi bukan berarti melarangnya. Islam datang tdk dlm ruang budaya dan waktu yg vakum. Ia tegas, namun juga adaptif. Lagipula, prinsip dlm ibadah kan “permudahkanlah, jangan persulit.”

    Dahulu Nabi tegas dlm berkurban. Bisa diartikan jg krn memang beliau matang secara finansial (catat: Bani Quraisy memang suku yg relatif makmur krn perdagangan). Lha, wong mahar nikahnya aja bisa ratusan unta. Pdhl ketika itu beliau baru sebatas pesuruh, bkn pemilik dagangan. Apalagi ketika sudah menikah dan berdagang mandiri bkn?

    Takutnya kalau dilarang itu fatal. Lha, anak SMA itu ditariki 10ribu-an aja mbengok-mbengok. Apalagi diminta “secara ikhlas” memberi kurban. Nah, di sini lah perlu peran otoritatif dr sekolah utk memaksa semua murid belajar berkurban.

    Lain cerita, ada byk desa yg tak satu pun warganya mampu berkurban (catat: di Jogja aja desa semacam itu byk). Shg hrs iuran utk berkurban setahun sekali. Lalu apa hrs dilarang kurban model iuran?

    Saya berusaha memahami sesuatu seimbang antara tekstual (dalil naql) maupun kontekstual. Itu saja.

    Tugas kita lebih utama memberi pencerahan sekuat tenaga. Bukan ngotot melarang-larang.

    Maaf, kalau kepanjangan. Just my opinion.

  5. weewhhh..
    yha, yha saya serahkan pada pak guru dan bu guru agama yang sudah sangat pinter2 sekarang, bisa tidak memberikan pengertian pada generasi muda kita, yang disebut Qurban itu begini2 fiqh-nya..

    berangkat dari pengalaman pribadi sih saya mem-posting ini, soalnya kemaren sempat ditawari ikutan nyumbang kurban dengan 15 ribu. Padahal kan hukum Islamnya bukan begitu,

    supaya tidak mis-interpretasi gituu..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s