Pergantian status akademik ternyata tidak seheboh yang saya bayangkan. Oh, jebul koyo ngene to..? Setelah usaha sekian lama dan sekian dana, seperti inilah titik yang dituju. Tapi demi ayah dan ibu, saya harus benar2 menghargai momen bersejarah ini.
Setelah ini apa? Ya, tentu beralih kepada status baru, kesibukan baru, pemikiran baru, serta kepribadian yang semoga baru (yg lebih baik, bukan beralih dalam penampilan). Tanggung jawab lebih besar menanti. Bagaimana bisa memberikan manfaat dengan modal yang ada.
Hmm,. saya lebih bangga bukan karena modal akademik melainkan modal pelajaran hidup yang sebagian saya temukan dan dapatkan dari banyak orang di sekitar. Bagaimana bisa meneruskan serta memperbaiki kualitas hidup dengan modal nonakademik tersebut.
Makanya, bukan kecermelangan status baru yang kasat mata yang saya cari, bukan kebahagiaan materi berlimpah yang memenuhi mimpi. Melainkan status baru yang berpijak pada kekayaan hati sebagai manusia. Sehingga saya tetap mampu tersenyum di atas ketulusan kepada orang2 tercinta, serta tertunduk di atas kesadaran sebagai makhluk-Nya yang tidak berdaya tanpa kuasa-Nya.




Desember 7th, 2011 at 1:28 pm
langkah berikutnya sesuai cita menjadi manfaat bagi sesama Insya Allah, amin
Desember 8th, 2011 at 8:44 am
Selamat ya.. sekarang sudah pakai titel S.I.P.
Desember 8th, 2011 at 9:49 am
dari dulu sudah sip kok, mas… hi2