Aku dan Pena

Apa yang ada dalam hatiku hanya aku dan Tuhan yang tau

Aku tak mau seorangpun tahu selainku

Hatiku perih, ia kadang menangis, menjerit

Tak ada yang tahu

Hatiku bahagia, ia ingin melompat kegirangan

Hanya aku dan Tuhan yang tahu

Hatiku berontak, ia ingin berteriak

Tapi tak mampu

Apakah aku terkurung?

Ataukah aku yang memenjarakan hatiku sendiri?

Keangkuhanku menjadi penghalang paling hebat

Aku adalah diriku sendiri

Tapi aku manusia yang punya hati, yang masih dapat merasa

Ya, aku punya orang lain

Lalu nanarku pada sebuah pena

Ia runcing bagai belati

Ia tajam bagai pedang

Ia siap merobek-robek penutup hatiku

Membuka setiap belenggu yang mengganggu hidupku

Aku ingin semua mendengarku

Apa yang kurasa apa yang ku tahu

Dengan penaku…

Biarlah mulutku tak bersuara

Biarlah ragaku tak mampu menopang senjata

Saat kebusukan meraja diantara bayangan pelangi dunia

Kebenaran terkunci dalam ruang gelap tak bertepi

Dengan penaku aku akan bicara

Hitam adalah hitam, putih terlihat putih

Tak ada lagi warna abu-abu

Hari ini akan kumulai satu langkah kakiku

Sebuah langkah panjang meraih asa yang tertunda…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s