Baju Ijo = Sayang Bumi

Hari Bumi, 22 April 2008. Ada interupsi dari kampus untuk memakai kemeja atau kaus berwarna hijau. Tanda simpati untuk bumi yang makin lama makin renta, rusak, tak seperti dulu lagi. Salah siapa bumi jadi begini? Jaman sekarang tersangka utamanya adalah global warming. Kambing hitam yang malang..

Pada hari H, saya tidak memakai atasan hijau seperti yang dipakai mahasiswa lain di kampus. Kemeja saya ternyata tidak ada di almari. Jadi secara kasat mata, memang kesannya saya tidak simpati dengan suasana hari itu. Seorang teman pun menegur “eh, kamu ko’ ga pake baju ijo sich? ga sayang bumi yha..?” katanya. Lalu saya pun memberikan alasan sejujurnya. Dia pun mengerti. MEmang tak semua mahasiswa terlihat mengenakan simbol peduli itu.

Melihat sekeliling kampus, memang sebagian besar tahu bahwa 22 April adalah hari bumi. Sisanya? saya tidak tahu. Ironis, beberapa orang berbaju hijau yang katanya sayang bumi itu, malah merokok dengan santai sambil berleha-leha di bawah pohon. Apa wujud kepedulian mereka hanya sebatas baju berwarna hijau? Lalu bagaimana dengan mereka yang tetap melakukan aktivitas ‘biasa’ seperti boros air, merokok tanpa henti, membuang plastik di sembarang tempat, mengendarai motor modifikasi yang asapnya kemana-mana-di hari Bumi??

Ujung-ujungnya cuma menyalahkan si setan GLOBAL WARMING

Jadi, “Sayang Bumi? Sumpe loe??…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s