Pemain Lokal Masih Berbunyi

Sebuah tulisan yang baru bisa di-posting hari ini.. (baru ada kesempatan! ^o^…)

Minggu (6/7), stadion Gelora Bung Karno menggelar pertandingan uji coba untuk memeriahkan peluncuran logo ISL 2008. Dalam laga tersebut Super Eleven berhasil membuat Fantastic Eleven Bertekuk lutut dengan skor 3-2. Pemain-pemain asing klub Indonesia yang berkaus tim Fantastic Eleven harus mengakui keunggulan pemain lokal yang tergabung dalam tim Super Eleven. Bahkan sejak babak pertama, Abanda Herman dan kawan-kawan tak mampu menyamai kedudukan Super Eleven. Dua gol cetakan Rudi Widodo dan Budi Sudarsono bertahan tanpa balas hingga tururn minum.

Babak kedua ternyata masih memberikan peluang kepada Super Eleven untuk menambah angka dengan gol indah kapten tim, Ponaryo Astaman. Baru setelah lebih dari separuh babak kedua, Julio Lopes berhasil menjebol gawang Ferry Rotinsulu yang menggantikan kiper Markus Horison. Disusul kesalahan Charis Yulianto yang menyumbangkan skor untuk tim lawan lewat gol bunuh dirinya.

Secara teknis, keunggulan pemain lokal terletak pada kekompakan dan ketenangan mereka. Terlebih laga-laga uji coba timnas belakangan semakin mengasah kerja sama tim. Sedangkan kolaborasi antara pemain-pemain asing seperti Julio Lopes, Abanda Herman, Christian Gonzales, masih memiliki kekurangan dalam kerja sama. Permainan individual seringkali terlihat dalam beberapa serangan. Mengingat asal negara yang berbeda serta pembentukan tim perdana yang singkat, tidak heran bila kesiapan mereka belumm optimal.

Lebih dari itu, pertandingan uji Coba antara Super Eleven dengan Fantastic Eleven sekaligus membuktikan bahwa pemain lokal masih ‘berbunyi’ meskipun tidak senyaring klub-klub Asia lainnya. Kerja sama dan kekompakan cukup tinggi membawa mereka unggul dari pemain asing, yang sama-sama merumput di Indonesia. Respon positif juga datang dari pemirsa. Melalui pesan singkat di layar kaca, para pecinta kulit bundar Indonesia berharap bahwa tim Super Eleven merupakan gambaran timnas masa depan.

Saksikan Indonesia Super League 2008, mulai 12 Juli 2008.

Ga kalah seru dibanding EURO 2008 dee..

3 responses to “Pemain Lokal Masih Berbunyi

  1. Wah adike mudheng banget sepak bola.. Saya malah udah lupa para pemain club favorit saya Juventus.. Sekarang pemainnya sapa aja ndak tahu.. Liga super juga ndak tahu..

  2. Yha mangkanya nonton ISL 2008. Saya sukanya yang lokal2 o’. ne’ luar aku mengucapkan tidak,.. trima kasih!

  3. ISL 2008, bukannya merendahkn. Tp,dr evaluasi sampai minggu kedua ga ada bedanya dg Liga Indonesia kmrn:sama2 RUSUH.

    Jd ingat kata2nya pakar ekonomi dr UNAIR.”Indonesia tu udh bgus di konsep (sistem),tp individunya mlh ga bisa diatur”.

    Kl mau mencari teladan yg di Inggris sana. Sepakbola udah jd acara weekend bnran,krn memang bnr2 full of entertainment,bkn of violence.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s