Sebuah Dukungan (telat tidak yaa?)

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Rancangan Undang-undang AntiPornigrafi dan Pornoaksi menanti pengesahan. Masih banyak ganjalan berupa polemik seputar dukungan dan penolakan,.

Mengapa banyak yang menolak? Beberapa alasan yang menyangkut budaya dan pelanggaran HAM menjadi senjata bagi mereka. Benarkah suara itu berasal dari hati nurani? Atau hanya sekadar intervensi dari pebisnis tayangan dan penerbitan tertentu?

Silakan cari jawabnya sendiri,..

Penolakan = indikasi masyarakat tidak mau diatur? Atau karena cengkeraman kapitalisme dan liberalisasi telah halus mencengkeram, hingga tak terasakan lagi?

Saya termasuk orang yang menyetujui pengesahan RUU APP. Kenapa?

  • Keadaan media di Indonesia yang mengumbar liberalisme (lebih liberal daripada Amerika). Peristiwa reformasi memberikan dampak kemajuan bagi bidang media. Orang bebas menyampaikan pendapat sesuai keinginannya. Akan tetapi sangat disayangkan kebebasan yang terjadi justru mengarah pada liberalisme. Apa saja dengan bebas ditampilkan di media. Sehingga media kehilangan salah satu fungsinya, yaitu sebagai lembaga sosial.

  • Belum adanya UU yang tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi. Sejauh kata demokrasi serta kebebasan berekspresi digaung-gaungkan oleh berbagai pihak, tidak menutup kemungkinan kebebasan dalam menampilkan pornografi atau pornoaksi. Belum adanya undang-undang yang secara jelas dan tegas mengendalikan hal ini berujung ada semakin menjadi-jadinya pola konsumsi media di masyarakat khususnya terhadap pornografi dan pornoaksi. Para produsen pun cenderung masa bodoh, menganggap enteng berbisnis di Indonesia, tidak ada regulasi jelas yang menghalangi mereka mengeruk keuntungan semaksimal mungkin.

  • Sebuah pembuktian bahwa pemerintah masih memiliki peran dalam melindungi rakyatnya. Pemerintah yang demokratis dituntut untuk berpihak pada rakyat, bukan pada para pemilik modal. Namun kenyataannya sekarang, pemerintah justru seringkali kalah dengan kemauan pasar. Maka dari itu, dengan disahkannya RUU APP diharapkan pemerintah dapat memberikan perlindungan pada rakyatnya melalui pembatasan tayangan atau penerbitan yang berbau pornografi dan pornoaksi, yang telah mendorong degradasi moral di masyarakat.

  • Memberikan batasan terhadap konsumsi masyarakat. Pemirsa yang cerdas tentu dapat memilah tayangan mana yang tepat untuk mereka. Tayangan yang tepat maksudnya tayangan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi penonton bukan membodohi, atau menimbulkan perilaku negatif. Pemerintah sebagai pihak yang berwenang hendaknya dapat mengarahkan masyarakat, bagaimana memilih tayangan yang baik dengan peraturan yang pasti.

  • Pengaturan ditujukan pada pornografi dan pornoaksi yang ditayangkan di media, tidak menyangkut wilayah konsumsi pribadi dan budaya. RUU APP yang dirancang oleh pemerintah lebih terkonsentrasi pada penayangan dan penerbitan yang berbau pornografi dan pornoaksi di media, tidak menyangkut konsumsi pribadi atau bertentangan dengan kebudayaan bangsa Indonesia. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi ruang publik agar tidak dipenuhi oleh tayangan yang tidak substatif, hanya menonjolkan keuntungan produsen tanpa mempedulikan dampaknya bagi masyarakat. Pengecualian-pengecualian dalam beberapa pasal juga dimaksudkan untuk tetap menghargai keragaman budaya di Indonesia, bukan untuk mendiskreditkan golongan atau suku tertentu,..

Sepakat atau tidak itu terserah Anda,.. hanya sebuah ASPIRASI! namun sayang bila moral masyarakat harus dipertaruhkan dengan ‘kebebasan’,..

One response to “Sebuah Dukungan (telat tidak yaa?)

  1. Mau posting juga ttg masalah ini, cuma selain belum sempat, takutnya nanti postinganku amat dangkal..

    SEPAKAT, mari dukung UU Pornografi ini.. kemarin agak miris aja waktu lihat selebaran dukungan UU ini disobek2 + dicoret2i di Fisipol.. sepertinya memang kita masih perlu banyak merenung akan arti kebebasan…

    Btw, ada artikel bagus untuk menambah argumentasi ttg dukungan UU ini… klik aja di sini… selain itu ada tayangan debat antara HT vs kelompok liberal.. anyway, argumen kelompok liberal memang tumpul… sok berdalil, tapi tak berdasar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s