Eksistensi Pers, Masih Adakah??

Wacana ini bergulir dalam salah satu mata kuliah di kelas jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Pers dikatakan eksis keika ia mampu bertahan dengan fungsinya di tengah perubahan dalam masyarakat. Intinya ia tidak boleh pasang, namun kemudian dengan mudah surut terutama dalam hal pemberitaan.

Lalu bagaimana sesungguhnya parameter eksistensi pers itu? Ternyata, dengan mengikuti mata kuliah tersebut, tak kemudian pencerahan itu datang bersama dengan presentasi tiga kelompok mahasiswa komunikasi. Yang memandang pers dari segi keilmuannya, bukan dalam praktik.

Justru pada beberapa pendapat, eksistensi pers mendapat pengaburan. Ada pula yang terlalu mengarah pada sistem atau sejarah perkembangannya tanpa disertai kesimpulan yang jelas yang mengac pada apa yang disebut eksistensi pers.

Pembahasan eksistensi pers agaknya masih harus digali lebih dalam dari berbagai segi. Tidak hanya dari segi ekspektasi masyarakat, tetapi juga melibatkan kondisi sosial politik, serta kekuatan pers itu sendiri di masing-masing negara. Tidak lupa, eksistensi pers juga harus dilihat lebih dalam melalui sudut pandang ekonomi mengingat peran sektor ekonomi dalam pers yang kian kuat saat ini. Terlebih dalam hubungan independensi pers dengan sistem permodalan kapitalis. Masih mampukah pers menjadi ‘Pembela Kebenaran yang Tangguh’?? silakan membaca,..!!

5 responses to “Eksistensi Pers, Masih Adakah??

  1. Pers itu ada hubungannya dengan mass culture gak ya?

    Saya pikir eksistensi pres tergantung juga dari kebutuhan masyarakat banyak. Walaupun perubahan sosial itu akan tetap ada di masyarakat seandainya masyarakat masih tetap membutuhkan maka itu akan tetap eksis kok. Apalagi sekarang didukung oleh media masa. Media memiliki efek yang luar biasa terhadap penyebaran. Contohnya ada koran yang dicetak per hari lebih dari 10 eksemplar kemudian ada tv yang menjangkau daerah yang lebih luas lagi. Belum lagi internet.. Gimana?

  2. yap, tentu saja sangat erat hubungannya,.
    pers identik dengan jurnalismenya.

    sekarang jurnalisme ada macam jurnalisme koran, ada juga televisi, bahkan jurnalisme infotainment (ehh,.. yang terakhir betul ndak,.yha?? hehehe..)

    kalau eksistensi ditinjau dengan oplah, yha sampai suatu saat memang akan dibilang terus eksis

    tapi masalahnya, sekarang eksistensi pers sangat bergantung pada sistem,..

    yha permodalan kapitalis itu tadi..

  3. Kalo eksistensi secara ekonomi pers jelas sampai kapan pun akan dibutuhkan masyarakat.
    Karena dengan definisi pers yang amat luas, pers sebagai mediator informasi tidak lagi menjadi sekedar keinginan, namun kebutuhan untuk warga kelas menengah yang melek informasi.

    Namun, dari kacamata ideologi pers itu sendiri. Saya juga ga begitu paham, tapi memang pasca reformasi pers kita mendapat tantangan keras tidak dari tirani pemerintah, melainkan dari tirani rating dan pemodal.

  4. @ Ridwan

    Pers (baca juga: media massa) berhubungan dengan mass culture? Jelas berhubungan. Cek aja definisi akademis dr mass culture. Nanti tentu akan kamu temukan posisi media massa dalam konstruksi mass culture (a.k.a. pop culture)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s