Ibu Musdah Terima Penghargaan

Entah mengapa saya jadi earcathing kalau mendengar nama Ibu Musdah Mulia belakangan ini. Beberapa kali saya baru sempat membaca di situs-situs internet, pagi ini saya mendengar langsung berita tentang belliau.

Liputan 6 SCTV pagi ini melaporkan penerimaan penghargaan Yap Thiam Hiem 2008 oleh Musdah Mulia seorang aktivis wanita yang terkenal sangat concern dengan kaum minoritas. Wanita kelahiran Bone, 3 Maret 1958 ini dipandang layak mendapat penghargaan karena kegigihannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan (dan belakangan kaum gay serta lesbian).

Ketua Konferensi Indonesia untuk Agama dan Perdamaian yang kabarnya juga tergabung dalam AKBB ini dikenal sangat dekat dengan kaum minoritas. Tidak hanya kaum perempuan yang katanya tertindas, kaum gay dan lesbian mati-matian dibelanya. Sebagaimana dilansir oleh situs dalam http://www.swaramuslim.net, wanita berjilbab yang mengenyam pendidikan di IAIN (sekarang UIN) pernah menyatakan :

Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka”

Penghargaan Yap Thiam Hiem 2008 kalu menurut saya masih kalah dengan pernghargan yang pernah diterimanya tahun lalu dari Menlu AS Condoleezza Rice, sebagaimana pula dilansir oleh situs yang sama

Pada Hari Perem-puan Dunia 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice di Washington. Ia dianggap wanita Asia ”pemberani”. Misalnya, dengan biaya 6 Milyar dari The Asia Foundation, dia menyusun draft Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD-KHI) pada 2004. Diantara isi draft CLD-KHI itu adalah: pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh meni-kahkan dirinya sendiri, poligami haram, boleh nikah beda agama, boleh kawin kontrak, ijab kabul bukan rukun nikah, dan anak kecil bebas memilih agamanya sendiri.

musdah_mulia-wm-1b2

(http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=6041_0_18_0_m)

Saya pribadi memang kurang paham dengan apa maksud penghargaan-penghargaan HAM tersebut. Tapi sepertinya untuk memberitakan Musdah Mulia atau Gus Dur yang beberapa saat yang lalu mendapat penghargaan atas alasan yang hampir serupa, menunjukkan bahwa media massa masih memandang rata sebuah penghargaan atau apresiasi luar negeri terhadap tokoh dalam negeri. Pemberitaan tersebut dianggap penting dan mungkin diharapkan dapat memotivasi tokoh-tokoh lain untuk mencari muka pada negara-negara adidaya.

Tapi apa mau dikata? memang demikianlah patokannya!

Negara DEMOKRASI, siih!!

4 responses to “Ibu Musdah Terima Penghargaan

  1. Udah tinggal nunggu hari kiamat nih kalau sudah begitu.. wah wah perguruan tinggi yang mengajarkan Islam justru sekarang menjadi bumerang bagi Islam sendiri.. di UIN bukannya belajar bagaimana memahami Islam dengan benar e malah bagaimana menghancurkan Islam dari akar-akarnya.. Usul UIN lebih baik dibubarkan saja.. Kasihan pada orang tua mereka, mereka berharap agar anaknya bisa menjadi ahli agama.. bukannya ahli agama tapi ahli memutarbalikkan agama.. Apalagi kasus diatas melamlukan sekali, masak orang lesbian dibela-bela sampai menjual ayat-ayat demi uang .. uang.. ya itulah kalau mereka sudah menjadikan uang sebagai sesembahan.. Doakan saja supaya mereka mendapatkan hidayah, mungki dia belum mengerti.. masak iya sih.. katanya sekolah diIAIN.. kok kayak gitu pemikirannya.. wah wah ada yang gak berers.. Sudah baca bukunya hartono Ahmad Jaiz tentang memurtadan di IAIN??

  2. pinter aja mereka yang berada di balik pemurtadan itu.
    betul, kasian ortu yang pingin anaknya jadi ahli agama,
    malah jadi pengabur agama.
    sekularisme dan pluralisme-lah!

    ****
    whaa, belum2!

    sering baca bukunya Uztad Hartono Ahmad Jaiz?
    boleh saya pinjam? yang ini lebih menarik daripada
    modul ilmu komunikasi,.

  3. orang JIL itu ya, teteh ngga terlalu paham, soalnya teteh mainan mbahnya, konsultasi sama mas aja ya kalo untuk musdah laa mulia ini, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s