DISORIENTASI,.. bagian dari perjalanan hidupku

jalan

Virus itu bernama disorientasi,..

Entah bisa bisa dikatakan virus atau bukan. Yang pasti disorientasi itu saya alami sejak beberapa bulan yang lalu. Tepatnya sejak saya terkena sakit karena kelelahan (lelah fisik dan mental). Jadilah pusing, badan panas, serba tak jelas. Kepala terasa berat karena ketidakjelasan-ketidajelasan.

Sebenarnya saya bukan mahasiswa yang sangat aktif di kampus. Andainya mampu memilih, saya tetap ingin belajar pada hidup tanpa harus benar-benar terjun ke sebuah organisasi. Ya, mungkin ini gejala autis,.. tapi semoga bukan. Hmmm,.. tentang ketidaknyamanan saya pada organisasi lebih baik saya tuliskan lain kali.

**

Aktif di sebuah organisasi berbasis agama merupakan hal yang menyenangkan bagi saya. Seandainya, seluruh hati saya berada di sana, tentu akan lebih menyenangkan. Saya sudah terjun ke sana, dan saya pun diamanahi sebuah jabatan di struktur organisasi itu. Tidak ada yang salah, meski batin pernah merasa berontak pada awal-awal pendalaman saya pada organisasi ini. Semua telah terjadi, saya menerima amanah dengan sadar, tanpa paksaan (meskipun tetap ada interfensi..). Seperti halnya saat bergabung di organisasi sebelumnya, sebuah prinsip yang saya ingin selalu pegang adalah tanggung jawab. Setidaknya tanggung jawab pada kalimat ‘ya’ atau ‘baiklah’ atau yang lebih berat ‘insya Alloh’.

Kemudian saya mulai memikirkan apa yang harus saya lakukan, penyesuaian karena aktivitas saya akan sedikit bertambah lebih banyak dari biasanya. Semangat ’45, mencari kawan-kawan yang satu misi, penjadwalan, semuanya merangkai sebuah orientasi yang begitu besar, tampak di depan mata. Seakan-akan semuanya akan berjalan sesuai rencana. Niatan yang perfeksionis.

Terlalu sibuk dengan ‘dunia’, rutinitas kuliah yang memang padat tugas, agenda-agenda organisasi, memenuhi janji dengan orang-orang di sekitar. Itulah yang memenuhi benak saya sebelum ujian Alloh itu datang. Saya harus istirahat selama satu pekan penuh selama sakit ‘komplikasi’ belum sembuh. Ya Alloh, semoga saya tidak mendzolimi orang lain saat itu..,

Pelan memulihkan diri entah mengapa ada bagian dari diri saya yang belum benar-benar sembuh. Segala hal yang saya rencanakan dengan matang sebelum sakit pelan-pelan juga luntur, menghilang dari ingatan. Mungkin bisa dikatakan sedang ling-lung, atau bahasa yang lebih terlihat intelek, sedang disorientasi. Mengalah pada situasi.

**

Seorang senior pernah mengatakan, jangan menjadikan keadaan sebagai pembenaran atas sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana. Manusia memilih kehidupannya, mengisi dengan keputusan dan pilihan. Bukan sesuatu yang adil bila akhirnya menyalahkan keadaan. Betapa manusia memang kadang tak bersyukur.

Kembali ke persoalan mengalah pada situasi. Sebenarnya yang lebih tepat adalah memilih untuk mengabaikan hal-hal yang tidak penting. Saya meninggalkan beberapa tugas kuliah, menunda agenda organisasi, meminta maaf karena tidak mampu memenuhi janji. Saya memilih menjadi orang yang egois, untuk sementara waktu, agar orientasi hidup kembali berjalan. Di sinilah kadang berat untuk bisa menanamkan ‘ikhlas’. Sebuah kata yang juga lebih sulit saya cantumkan pada persoalan disorientasi yang lain. Persoalan ‘hati’.

Entah efek dari ketidakjelasan, ‘hati’ saya pun ikut mengalami kebimbangan. Bukan waktu yang singkat, saya mengambil sudut pandang Islami, bukan fisik atau kebahagiaan sesaat. Tapi semakin saya memikirkannya, saya harus mengambil cara yang lain untuk ‘hati’. Semoga bukan karena lelah, menyerah karena harus lebih banyak bersabar dan bijak. ‘hati’ saya kini memilih untuk lebih manusiawi, lebih dewasa dengan sudut pandang agama Islam. Bukan emosi atau memperturutkan keinginan, bukan kebutuhan,…

**

Cerita saya ini bukan bertujuan untuk menyampaikan penyesalan saya selama menjalani rutinitas hidup. Hanya ingin sedikit muhasabah dengan sikap-sikap saya yang kurang baik, sampai akhirnya membuat saya takabur, melupakan keseimbangan ‘akhirat’ dan ‘dunia’. Hidup untuk ridho Alloh, mati pun Alloh merdhoi.

“Allohumma inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ibaadatik…”

4 responses to “DISORIENTASI,.. bagian dari perjalanan hidupku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s