Nasionalisme? Bingung Nihh,..

nationalizm opo kui

Wah sudah dekat dengan tujuh-belasan. Banyak perhelatan siap digelar. Mulai dari tingkat RT dengan acara khas lomba anak2, bapak2, ibu2; hingga tingkat nasional dengan persiapan upacara peringatan proklamasi di istana negara (….alhamdulillah yang tidak jadi kena bombing itu, qqq!). Yak semua gegap gempita menyambut hari 17 bulan 8 itu dengan segenap semangat nasionalisme,..

Nasionalisme, ada yang bisa menjelaskan ke saya nggak sebenarnya esensi dasar dari kata-kata keramat yang katanya harus ada di hati setiap warga negara Indonesia ini. Penjelasan yang pakai 5W dan 1H layaknya unsur berita yang berimbang, ideal, dan objektif (…agak malas sebenarnya mengulang mata kuliah dasar.., qqq!).

  1. What, asal kata nasionalisme
  2. Who, siapa to yang mencetuskan pertama kali, yang lalu di-yo’i-kan saja oleh para founding fathers kita
  3. Where, dari mana? Buatan lokal or interlokal hayoo?
  4. When, kapan juga mulai nyeletuk jadi kewajiban di Indonesia ini, waktu juga berpengaruh kan..
  5. Why, kenapa yang dipilih nasionalisme? Bukan facisme, naziisme, yang lainnya?
  6. How, kembali ke yo’i,. kok bisa seragaman, yo’i (setuju) semua pada si nasionalisme ini..

Bingung saya, selama ini seolah dapat doktrin saja dari buku pelajaran SD sampe SMA. Biarpun beda penerbit, beda penulis, beda desain cover dan lay-outnya, sama aja isinya. Nasionalisme, sejarah pergerakan nasional, patriotisme yang luar biasa dari para pahlawan, intinya satu kalimat “Banggalah pada negara ini, banggalah punya bangsa yang sejarahnya luar biasa. Di ceramah kyai “Syukur Alhamdulillah kita dikaruniai negeri indah, marilah kita jaga dan cintai”. Di kampanye parpol, “Bangkitlah bangsaku”, di orasi-orasi demo mahasiswa “Hidup rakyat, selamatkan bangsa”, ada juga di buku karangan politisi senior “ Selamatkan Indonesia”. Harus cinta mati deh sama bangsa,. qqq….

Ada yang salahkah? Yha itu jawaban relatif. Bisa ada yang bilang mutlak harus, ada juga yang bilang asal saja, yang lain bilang tidak penting, bahkan ada yang menggerogoti NKRI, separatisme bertebaran di ujung barat dan ujung timur. Hmm,.. Let’s check!! Sedikit tumpahan pendapat saya..

  1. What? Nasionalisme mengacu kepada sebuah paham (imbuhan –isme, mengacu pada paham). Nation = bangsa. Nasionalisme, adalah sebuah paham yang artinya paham kebangsaan. Nasionalisme kemudian diartikan dalam bentuk cinta kepada tanah air. Nationalism dalam Oxford dictionary ; strong devotion to one’s own nation, patriotic feelings, efforts, principles. Strong devotion = kesetiaan yang kuat. Taqlid pada negara gitu ya.. Pernah baca kan pelajaran PPKN di SD, kepentingan umum diutamakan dari kepentingan pribadi atau golongan. Kepentingan umum mengacu pada masyarakat banyak, ya ujung2nya ke negara juga.
  2. Who? Sejarah mengatakan bahwa nasionalisme merupakan semangat juang para pahlawan yang telah gugur mendahului kita (..emang mau hening cipta,..qqq). Buku sejarah Bab Pergerakan Nasional juga mengatakan, kelebihan perjuangan organisasi setelah tahun 1900-an juga karena semangat nasionalisme. Para pejuang sebelumnya, masih bersifat kedaerahan, jadi perjuangan gagal melulu. Betul ndak, le?? Kalo saya dengar2, bukan bangsa ini saja yang punya semangat sama. Facisme, Naziisme-nya Hitler, sama juga dengan ajarannya Sun Yat Sen – San min Chu I,. Nasionalis sekali beliau2 itu. Jadinya Bung Karno kepincut dengan para pendahulunya, kemudian dideklarasikan kata nasionalisme berbarengan dengan paham agama dan komunis (Nasakom, kabinet  yang dilantik 27 Agustus 1964). Nasionalisme dibawa bukan oleh kaum agama, bahkan sebelum deklarasi piagam Jakarta 22 Juni 1945, sempat ada pertentangan antara kaum nasionalis (menuntut agama jauh2 dari urusan negara) , dengan kelompok politisi berlatar belakang Islam yang akhirnya sampai pada posisi tawar dengan pencantuman ‘dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ pada sila pertama Pancasila. Kaum Nasionalis sudah memiliki bibit-bibit tidak memasukkan agama dalam pemerintahan saat itu.
  3. Where? Yha seperti yang telah diketahui, paham nasionalisme sudah ada lho sebelum Indonesia ber-Sumpah Pemuda (yang katanya juga jadi peristiwa pencetus nasionalisme). Di luar negeri perjuangan bangsa-bangsa lain menginspirasi bangsa ini untuk segera keluar dari belenggu penjajah. Paling menginspirasi perjuangan kaum pemuda Indonesia saat itu kalo tidak salah kemengangan Jepang atas Rusia. Belajar dari Jepang, ternyata bangsa Asia pun bisa lho menang dari barat. Sehabis itu berkobar-kobar semangat kebangkitan nasional yang luar biasa. Muncul organisasi-organisasi pemuda beraliran nasionalis. Jadi intinya, nasionalisme itu paham import dari bangsa2 lain, yang keadaannya tidak sama dengan Indonesia, yang awal perjuangannya tidak memiliki semangat jihad membela diri dari penjajahan kaum kafir (semangat jihad ini, berkobar pada masa perjuangan para pejuang Islam : Pattimura, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dll).
  4. When? Sekali lagi, nasionalisme tercetus dan berkembang pada masa perjuangan diplomasi. Bentuk perjuangan yang sama-sama bersifat paradoks dengan masa perjuangan senjata. Di masa diplomasi, ada organisasi yang –streng- banget  menolak kerjasama dengan asing, tapi ada juga organisasi yang pura2 berjuang membela rakyat, tapi sebenarnya manut2 dengan penjajah. Lucunya, yang manut2 itu, yang didirikan oleh pelajar sekolah Belanda itu, yang sok priyayi itu, sampe sekarang dijadikan tonggak pergerakan nasional, inspirasi terbesar bangsa ini. Weleh,…. Kembali ke when, kemunculan nasionalisme saat itu mendapat tantangan keras bagi kaum agama, Islam terutama, karena bukannya menjadi kekuatan mengusir wong Londo, malah dijadikan alibi untuk mati2an membela kepentingan pribadi. Hal itu terjadi hingga setelah Proklamasi itu sendiri di-woro2-kan. Kaum nasionalis mengkhianati Jakarta Charter, dengan alasan nasionalisme, kesepakatan pencantuman tujuh kata penting di sila Pertama Pancasila dicoret seenaknya, tepat sehari setelah proklamasi, 18 Agustus 1945. Lah,. Dalah,..
  5. Why? Kenapa Nasionalisme begitu melekat pada sejarah bangsa. Kembali ke pertanyaan bingung saya tadi, setelah dipikir-pikir dan dibaca sejenak, banyak persamaan antara asas nasionalisme dengan asas Facisme, Naziisme, dan yang punya Cina itu lho. Persamaan asas rela melakukan apa saja demi negara. -Pokoknya negaraku kudu paling top, paling merdeka,..- Persamaan asas bahwa kekuatan perjuangan berada pada persatuan rakyat melawan kekuatan asing. Singkirkan identitas suku, jenis kelamin, dan yang penting….. singkirkan identitas AGAMA. Naudzubillah,..! Mungkin agak lupa dengan pertumpahan darah orang-orang Islam melawan kumpeni dulu. Keblinger dengan diplomasi yang ternyata lebih menguntungkan. Ckckck…..
  6. How? Yak, seperti yang kita lihat saat ini, nasionalisme telah mencapai sukses yang besar. Perjalanan sejarah Indonesia telah identik dengan nasionalisme, sebuah kata sakral yang mampu menyihir banyak orang. Penyebaran yang hebat dengan propaganda para pemimpin nasionalis (P4, satu dari sekian banyak metode). Akhirnya tertanam di benak orang2 yang menganggap dirinya warga negara yang baik. Terus menganggap bangsanya yang paling harus dibela, urusan yang lain nanti saja. Masih sangat yakin kalau negara ini baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Are u sure?

Coba dipertimbangkan kembali, lah.. Lihat kan bangsa kebanggaan kita ini masih selalu dibayang-bayangi dominasi asing, di politik (tidak tegas mengambil sikap utk Israel, padahal OKI lho..), di ekonomi (seenaknya menjual asset negara dan membiarkan perusahaan asing mengeruk kekayaan kita, mana nih pasal 33 UUD 1945-nya?), di budaya (TV2 swasta hobi mengimport program2 TV bule versi Indonesia, macam Take Me Out), di Hukum (Mengaku negara republic, punya dasar hukum tapi susah menghukum karena pesanan negara lain), di Pendidikan (universitas2 BHMN yang arogan sangat itu,.), di Sosial (hampir tiada hari tanpa penggusuran, demi mall2 dan apartemen kelas Agong S****u GruB. Masih perlu ditambah catatannya??

Nasionalisme, duh model bernegara yang tak jelas ini memang cenderung tidak jelas. Tapi gak tau juga, kalau nasionalisme itu ternyata bisa diukur dengan hafalan sejarah di buku2 IPS, dengan semangatnya mengikuti detik2 proklamasi yang asal-usulnya tidak memiliki jejak rekam yang baik. Saya mendingan gak ikutan nasionalisme, patriotisme, dan konco2nya itu.

Saya pun terima kalo dianggap seorang generasi muda yang menggerogoti (macam rayap saja,.. qqq) semangat kebangsaan, dianggap berasumsi tanpa dasar, apatis atau menebarkan ide disintegrasi bangsa. katanya negara DEMOKRATIS, boleh dong ngomong seenaknya,.. (emang enak pakek hukum rimba,..qqq). Yang jelas saya hanya ngikuti suara hati, pengen tau yang namanya nasionalisme lebih lanjut, supaya gak asal manut2. Lagian saya pun tidak mau membawa identitas kebangsaan sampai mati, karena pasti Pak Kaum (yang memimpin do’a pada jasad saya setelah mati nanti) nanyain agama saya apa, biar pas dengan tata cara penguburan. Yha insya Alloh Islam,.. (qqq… ndak ada to penguburan jenazah dengan cara INDONESIA?)… So, mari terus belajar, dan membaca semelek-melek mungkin,.. Wallohu’alam bissawab!

HR Imam Abu Daud

Bukanlah dari golongan kami orang yang menyeru kepada kebangsaan, bukanlah dari golongan kami orang yang berperang atas dasar kebangsaan dan bukan dari golongan kami orang yang mati atas dasar kebangsaan.

*Terinsiprasi dari sebuah buku karya alm. KH. Firdaus AN

2 responses to “Nasionalisme? Bingung Nihh,..

  1. Untuk poin nomor 4 tentang menyingkirkan agama…

    Saya jadi teringat kata2 Hasan Al Banna, bahwa “Nasionalisme bagi kaum muslimin, adalah persatuan Islam di tataran global, itu jelas melebihi batas-batas geografis maupun demografis…”

  2. nasionalisme tidak hanya butuh diucapkan secara lisan, tapi lebih dari itu. segenap jiwa, hati dan pikiran harus menyatu demi kemajuan bangsa. nasionalisme sekarang ini, menurut hemat saya semakin memudar. tak usah diungkapkan jg pasti sudah pd tahu. sepertinya, virus-virus asing sudah menggerogoti nasionalisme bangsa ini hingga pd tataran yang terendah.
    Iklan Gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s