Yaman Selangkah di Depan Indonesia

Sejak awal tahun 2000-an Indonesia banyak mengalami tragedi pemboman di berbagai daerah. Mulai dari bursa efek Jakarta, gereja2 di Sulteng, kedutaan besar Australia, Bali (dua kali), Marriot Hotel Jakarta (dua kali juga), beberapa kali di Poso dan daerah lainnya. Kalau dijumlah ada sekitar 14 peledakan bom yang telah di’koleksi’ bangsa ini.

Terakhir, bom JW Marriot (II) dan Ritz Carlton yang luar biasa pemberitaannya. Seolah-olah berkata, jangan tenang dulu sebelum negara ini hancur di mata dunia. Entah sudah jadi kebiasaan atau apa, reaksi pemerintah, kepolisian, dan antek2nya (…qqq) itu tidak jauh beda dengan bombing2 yang lalu. Bisa dilihat deh, polanya : Pertama, setelah ada kejadian heboh gitu baru ada pengamanan ekstra lebay dari kepolisian, di mana-mana razia, di mana-mana masyarakat disuruh waspada (atau curiga yha??). Kedua, mengingat gembong teroris yang jadi most wanted person belum ketangkep, tuduhan langsung diarahkan ke mereka2 itu. Salah satunya Noordin M Top itu tuh. Komando Kapolri langsung fokus pada penyebaran DPO, bikin sapnduk supergede segala..! Ketiga, media massa (ya cetak ya elektronik) gak cuma terima menyampaikan informasi, malahan saking lebaynya bikin kesimpulan sendiri, ngmpor2in masyarakat supaya laku. (udah muncul headline “Noording M Top Tamat!” padahal belum ada keputusan dari Labfor, pasca penggrebekan di Temanggung kemarin). Kok ndak malu yha infonya terbukti salah??

yaman bombing

Indonesia dengan sekelumit ‘pengalaman’ bombing ternyata gak lebih bagus penanganannya dibandingkan Yaman. Negara yang sama2 mengalami teror bom. Pemerintah masih takut berpikir out of box seputar latar belakang kejadian bombing2 itu. Sementara presiden Yaman Ali Abdullah, setelah menangkap beberapa orang yang diduga teroris pernah lho secara terang-terangan mencurigai keterlibatan intelejen asing dalam berbagai aksi bom di negaranya. Dan memang pada September 2008, satu tahun lalu, pejabat keamanan Yaman menemukan bukti2 kontak teroris itu dengan agen2 intelijen Israel. Ini juga gak heran, sebab Yaman tercatat sebagai salah satu negara yang mengadakan kerjasama dengan Amerika dalam perburuan teroris (versi Amerika, teroris itu adalah para anggota Al-Qaeda). Dengan hal ini, akses intelijen asing masuk ke Yaman lebih mudah.

Kembali ke negara kita ini. Bukan tak pernah ada yang mengungkapkan kecurigaan pada latar belakang bombing di Indonesia. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir misalnya. Coba klik beritanya di sini. Sayang komentar itu hanya dianggap angin lalu. Apalagi sampai saat ini banyak orang masih mengidentikkan Ustadz Abu dengan organisasi lamanya. (klik juga di sini untuk membaca komentar mantan direktur BAKIN, AC Manulang)

Kenapa sih jauh banget memikirkan keterlibatan musuh Islam di kasus lokal? Masih menganggap tidak penting? Yo coba ditengok,.

  • Peristiwa bombing berkali2 di Indonesia menunjukkan superioritas bangsa. Di mana kekhawatiran akan ancaman2 pada negara menempatkan negara pada posisi harus diutamakan, harus dilindungi.
  • Teror-teror media yang disampaikan melalui pemberitaan2 yang tidak seimbang, media mengarahkan pola pikir masyarakat, menekan pola pikir masyarakat agar sesuai dengan jalurnya (jalur media), tidak ada alternatif untuk melihat kemungkinan lain. Lumayan, ada kejadian kayak gitu, buat memperkaya modal kapitalis yang mencengkeram media.
  • Islamophobia yang bangkit perlahan-lahan disambut oleh gaya hidup sekularisme, menjauhkan masyarakat dari sesuatu yang berhubungan dengan agama. Ada semacam pendapat umum dan kecurigaan pada hal2 berbau agama, ‘Mending biasa2 aja, gak usah terlalu alim, ntar dikira teroris…”

Tinggal niat, berani gak kita bersikap seperti Yaman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s