Mendingan Ninja Warrior

Hey, bertemu kembali dengan saya,. hehe,.. macam kuis saja! Bukan, bukan ingin membahas kuis kali ini. Cuma ingin ikut2 nimbrung soal isyu hangat di dunia perfilman nasional Seputar calon bakal filmnya mas Raditya Dika, yang dikenal anak-anak muda dengan novel-novel gokilnya tahun-tahun belakangan. Itu, yang judulnya Menculik Miayam, eh Miyami (merk es krim lokal), eh Miyabi. Tau to yha…?

Film yang rencananya dibintangi sama dengan judulnya, mba Miyabi alias Maria Ozawa ini mengundang berbagai dukungan dan tentangan (banyak yang dukung tu kayaknya…) dari berbagai kalangan. Sebabnya yha udah tau sendirilah kalo mba Maria Ozawa dari Jepang ini sudah termasyhur seantero dunia sebagai bintang film parni, eh parno, eh porno.. Piye jadinya kalo jadi ikutan syuting di sini,. para fans gak cuma trima minta foto atau tandatangan.. bisa2.. hhiiy naudzubillah!

Ternyata memang sudah obsesi dari seorang Raditya Dika untuk menghadirkan Miyabi, yang sudah terkenal jadi artis film porno, sebagai bintang filmnya yang katanya pure komedi, gak akan ada unsur porno di sana. Dia pun berharap, pamor film Indonesia bakal makin meroket dengan adanya film Menculik Miyabi ini. Wahduh…! Gak ragu2, malu2, ato sungkan Raditya juga niat menjajal kemampuan aktingnya langsung melawan Miyabi. Biarpun masih sebatas rencana dan proses lobi, tebak deh, gak sedikit pecinta film yang mendukung produksi ini film benar-benar terlaksana. Saya ngambil contoh dari kalangan anak muda deh,. jelas aja mereka seneng, lha wong biasanya nonton Miyabi diem2, supaya gak ketahuan siapa2 kecuali sesama pecinta film porno, besok mungkin dengan santainya dia nonton Menculik Miyabi. Gak perlu ngumpet2 dari istri ato mertua (haha… buat yang udah punya istri lho…)

Tanggapan serius datang dari Ustad Yusuf Mansur, beliau prihatin bila Indonesia benar-benar memberikan izin bahkan akomodasi kedatangan Miyabi. Inget gak kita masih pegang gelar kebanggaan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia? Ustad Yusuf pun mengatakan andainya ia adalah Presiden RI, akan ia undang Miyabi ke Istana, lalu diceramahi supaya gak terus2an merusak moral masyarakat dengan aksinya di film-film porno. Sepakat Ustad…!!

***

Emang sudah jadi kebiasaan kali yha, kita numpang beken dengan budaya2 merk luar. Iya kalok budaya itu bener, kalo jelas2 kita tau salahninja-warrior malah ngerusak? Namanya sama aja milih air seni daripada jus jambu untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. Dunia sudah benar-benar kebalik-kah? Monggo Mas Raditya Dika, pilih yang mana.. moga2 bukan karena keblinger karena pernah sukses dengan film sebelumnya.

Sebetulnya tidak salah juga sih stasiun2 televisi kita pada mengimpor program dari luar, yha tapi selama ia bermutu-lah. Jepang, salah satu negara yang saya bilang cukup kreatif bikin acara2 yang menarik, meskipun kadang2 tidak masuk di akal. Pernah liat benteng Takeshi?? Beberapa serial Jepang yang mengharu-biru macam Oshin (jaman mami ngidam saya dulu…^^), atau Rindu-rindu Aizawa (kalok salah mohon dibetulkan,…).

Yang terbaru dan lagi seneng2nya saya liat adalah reality show Ninja Warrior. Program televisi yang berupa kompetisi di bidang olah fisik yang ditayangkan di TPI ini tampaknya beken sekali di Jepang, sebab di setiap periodenya ada sekitar 100 orang yang siap merebut gelar Ninja Warrior. Jadi 100 orang itu harus melalui 3 stage tantangan, dan satu stage final. Peserta akan berguguran di setiap stage yang tantangannya makin lama makin sulit. Hanya peserta yang tangguh yang akan mendapat gelar Ninja Warrior. Versi program ini sebenarnya ada 2, Ninja Warrior dan Ninja Warrior Lady (untuk peserta wanita).

Bila ingin membandingkan, Ninja Warrior (kali ini yang versi pria saja) menurut saya mending-lah, lebih ada manfaatnya daripada mengimpor Miyabi. Orang merem saja ngerti bagaimana prediksi dampaknya ke masyarakat. Makoto Nagano, Ken Kosugi, atau Yamamoto para master Ninja Warrior menampilkan keahlian mereka dalam strategi, semangat, dan sikap rendah hati bila gagal dalam reality show ini. Lha kalo nonton Miyabi, di sinetron religi sekalipun (apalagi seperti buatan sebagian besar orang Indonesia) tetap saja selama ia masih dekat dengan image bintang film porno, akan diingat sebagai dia adanya.

Come on-lah jangan keterusan memanjakan anak-anak muda dengan tontonan yang engga menuntun. Dan membiarkan mereka Cuma bisa senang2 dengan hal itu. Generasi muda Indonesia mbok yha digertak sedikit, diajak berpikir, jangan hanya dijejali gaya hidup hedonis, sementara mereka gak tau bakal hidup sampe kapan.

3 responses to “Mendingan Ninja Warrior

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s