Gus Dur Meninggal, Bendera Setengah Tiang!

Innalillahi wa inna ‘ilaihi roojiuun..

Telah kembali kepada sang Pencipta, GusDur yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai ulama, guru bangsa, pemimpin yang demokratis. Ribuan doa dan air mata mengalir mengiringi kepergiannya, 30 Desember 2009 lalu. Tokoh pluralisme ini meninggal dalam usia 69 tahun karena penyakit komplikasi jantung dan diabetes.

eh..eh.. udah ah nyaring beritanya. Ya, saya awali postingan kali ini dengan ucapan ‘Innalillahi wa inna ‘ilaihi roojiuun’ sebagai sesama muslim, wajib to mengucapkan itu. Sebagai pengingat juga kalau kita sedang antri menuju alam selanjutnya, kematian. Namanya orang meninggal itu lumrah to? Manusia berasal dari tidak ada menjadi ada, kemudian tidak ada lagi. Apalagi kalau bukan karena kekuasaan Yang Maha Kuasa, Alloh subhana wa ta’ala. Dan bukannya lumrah lagi, mati itu sudah jadi kewajiban. Dinamakan manusia karena mengalami kelahiran dan kematian. Bukan hal yang aneh kan?

Tapi kok saya nemukan yang aneh2, di meninggalnya GusDur kemarin itu ya? Macem2 sih, cuma yang paling ngaruh ke masyarakat itu yang soal diminta menjadikan hari itu hari berkabung nasional, semua rakyat diminta sedih, diminta mengingat2 ‘jasa2’ selama GusDur hidup, dan akhirnya diminta (atau dihimbau ..) mengibarkan bendera setengah tiang buat tanda berduka atas meninggalnya GusDur. lho.. emang kenapa?

Gini ya, coba dikaji kembali (halah..) apa ada ajaran agama tertentu yang menganjurkan peringatan seperti itu? ya maap agak kasar saya bilang ‘yang sudah mati ya sudah’.. yang wajib dilakukan itu kan doain, melaksanakan janji yang belum terpenuhi (asal nggenah…) dan membayarkan utangnya. Sejarah darimana tuh,, denger2 himbauan masang bendera itu sampai selama tujuh hari tujuh malam.. (lho kok koyo tahlilan?). Okelah, kalau orang2 bilang GusDur itu orang istimewa, yang patut dikenang karena menjalankan demkrasi, toleransi ama banyak orang dan banyak hal, guru bangsa,. blabla! Tapi kok ya jadi lebay semua. Media apalagi, wuahhh sampai mumeth saya dengerinnya.

Sebentar, memang baiknya kita menyebutkan kebaikan2 pada seseorang yang baru saja meninggal. Saat tanah kuburnya masih basah. Tapi melihat ke-lebay-an berbagai lapisan masyarakay itu lho, saya jadi gerah. Semuanya satu suara tanpa eling something wrong terjadi semasa  hidupnya. Liat saja seolah dari kemarin GusDur cuma dapat pujian, padahal dak sehat juga lho untuk perjalanan akhirat GusDur.

Coba diingat2 catatan di bawah ini, supaya lebih objektif memandang GusDur, lebih mendoakannya dengan cara yang baik,.

  • Semasa jadi presiden GusDur memang kerap menerbitkan kebijakan2 yang kontroversial, oke yang soal hari imlek, itu sebuah prestasi. Tapi GusDur juga membuat sebuah kebijakan yang membahayakan banget, ia mencabut kepres presiden Soekarno tahun 1966 tentang pelarangan organisasi Freemasonry dan semacamnya, kepres tahun 2000 (agak lupa nomer berapa..) . Jadi yayasan or organisasi yang bau2 masonry sejak itu memang legal di Indonesia. Padahal sejauh yang kita tahu, Freemasonry itu kan kumpulan orang2 kebatinan yang punya ritual2 atheisme (bukan berasal dari Yahudi). Dengan kata lain kepres yang dibuat GusDur itu membiarkan organisasi internasional yang tidak pernah ada di Indonesia, memanfaatkan lini2 dalam masyarakat untuk akhirnya mewujudkan kekuasaan. hehe.. gak kerasa kah yang ini merupakan bahaya buat Indonesia??
  • GusDur dalam peristiwa FPI-AKBB yang lalu membela AKBB dengan alasan HAM. Bukan mengambil jarak dan bersikap netral. Ya makanya wajar kalau sekarang GusDur disebut2 pahlawan demokrasi
  • Hmm… pas musim demo pro UU APP dan kontra UU APP, tau kan GusDur ada di pihak mana? Yaya, bersama tokoh2 liberal lain, GusDur sering buat forum2 menolak UU APP. Lho, lucu to? katanya ulama..
  • GusDur, Ulil Abshar Abdala, Musdah Mulia, terkenal gembongnya JIL (Jaringan Islam Liberal),dapat kita saksikan bahwa sepak terjang JIL tu tidak jauh2 dari isu sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme). Apakah kita tidak merasakan virus sepilis itu sudah manjalar ke seluruh lapisan masyarakat?
  • Konflik PKB, memperlihatkan masih adanya niat GusDur pada kekuasaan, ndak sedikit aktivis PKB yang menganggap ada arogansi senior pada kubu GusDur. (hihi… kalo yang ini gak ngerti ah saya,.. gak ngikutin tradisi demokrasi sih..
  • GusDur mendapat penghargaan dari dunia internasional karena jasanya membela HAM. Ada juga yang dari Israel, banyak kan gambarnya di Google yang mendokumentasikan GusDur mencium Medal of Valor (Medali Keberanian) dari Shimon Wiesenthal Center  karena dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis.

Beberapa catatan itu mungkin cuma sebagian, silakan cari2 sendiri di Google, dijamin bakal tersebar info berkaitan. Jangan  mengharapkan itu ada di media umumnya, soalnya gak bakalan ada. Semoga lebih sehat saja kita menyikapi kematian seseorang. Tidak perlu melebih2kan sebagai pahlawan nasional, or semacamnya, sementara kita tak pernah tau bagaimana Alloh memandang umatnya. Ntar saya juga coba minta bapak nurunin aja benderanya, daripada kena hujan jadi jamuran tuh warna putihnya..

5 responses to “Gus Dur Meninggal, Bendera Setengah Tiang!

  1. Pemahaman islam yg benar sudah lama terkaburkan sejak orba, nasionalisme mengalahkan ukuwah islam… cara efektif utk menjauhkan ummat dr agamanya. solusinya, tiap2 muslim wajib mendakwahkan kebenaran islam meskipun bertentangan dgn konstitusi apapun.

  2. …dan masih banyak lagi catatan miring tentang kiprah Gus Dur. Aku saranin bagi yg terlalu bersyahwat ngusulin jd pahlwan nas, mndingn order aja medali pahlwn nasnya di pasar senen.

  3. Sbnrnya yg penting skrg adlh usul untk rehabilitasi ats pelanggrn Gus Dur yg mnjdi alsan MPR melengsrkn bliau dari kursi kpresidn.

  4. Banyak komentar kontra thd Guc Dur di dunia maya, anehnya kenapa tidak ada satupun di media cetak dan elektronik.. fenomena kepincangan informasi??

    • Saya baca buku ttg Mahatma Gandhi, ada kata2 dia yg sangat saya sukai: “Jadilah manusia yg ketika lahir, membuat semua org tertawa karena bahagia, tapi hanya Anda sendiri yg menangis. Dan pd saat Anda meninggal, semua org menangis, & hanya Anda lah yg tersenyum.” Dalam sekali ya artinya! ^_^

      Maey Moon Desember 19, 2009 pada 3:56 am · · Balas →

      hihik… dalam.. tapi sekaligus sulit…
      mari menjajalnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s