Sendiri Itu Ngeri

Dedicated for para jomblo yang tengah menantikan pasangan hidupnya.

Dua puluh tahunan hidup sendiri di dunia ini bukanlah saat2 yang mudah. Ya, syukurlah saya hidup di antara keluarga yang begitu menyayangi dan mengasihi saya.

hmm… kalimat pembuka yang bertentangan ya? Memang sengaja kok. Saya terbiasa dengan suasana keluarga yang nyaman, yang membuat saya selalu rindu pulang, yang membuat saya benar-benar merasa di rumah. Ya, latar belakang demikian membuat saya ingin terus merasakan kebahagiaan itu. Meneruskan hari-hari saya esok dengan keberadaan keluarga yang selalu ada di samping saya.

Tapi, ketika usia berbicara, perubahan-perubahan terjadi dalam perjalanan hidup, pola pikir dan tingkah laku, serta pemahaman yang lebih baik (insya Alloh) mengenai makna hidup, ada hal lain yang mulai masuk ke dalam hati. Keinginan untuk mengakhiri sebuah fase hidup bernama ‘kesendirian’.  Bukan karena kurang bahagia, hanya sebagai manusia biasa, saya memahami betapa beratnya menjadi seseorang yang berada di dalam kesendirian. Berbagai fitnah, dugaan orang lain, bahkan ketidaknyamanan pribadi secara psikologis, tentu mengancam seseorang yang masih sendiri.

Saya memahami dan mengalami sebagian dari ancaman kesendirian tersebut. Untuk itulah saya, seperti sebagian orang lainnya menganggap sudah saatnya memikirkan cara menyelamatkan dan diselamatkan dari ancaman-ancaman kesendirian itu. Menyelamatkan seorang dari godaan-godaan tidak jelas yang mengganggunya melakukan lebih banyak hal di dunia dan akhirat, dan diselamatkan oleh seseorang dari hal2 yang menjauhkan diri dari jalur syar’i.

Sebuah niatan yang wajar dari seseorang yang berusaha memperbaiki kehidupan serta meraih jalan lain menuju ridho-Nya adalah mengakhiri masa kesendirian itu. Sangat disayangkan apabila ada yang mengatakan bahwa akhir masa kesendirian adalah gerbang memasuki sangkar emas. Pintu terakhir hingga setelah itu, seseorang tidak bisa bebas melakukan apa yang ia inginkan. Padahal dalam tataran agama dan kedewasaan seseorang, belumlah ia dapat disebut matang dan menyempurnakan separuh keimanan dengan mengabaikan hal tersebut, tanpa berusaha mencari cara yang tepat hingga mencapai cita2 mengakhiri masa kesendirian itu.

Kapanpun itu, semoga saya mampu bertahan dengan batasan2 yang Alloh tentukan. Berusaha semampunya, ikhlas, serta berserah kepada Alloh. Ia yang akan menentukan, siapakah yang akan menyebutkan nama saya saat berikrar pada penghulu nanti. Wallohu’alam..

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

(QS. Ar-Ruum :21)

One response to “Sendiri Itu Ngeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s