Bangsa Kebolak-balik

ehemm.. tulisan kali ini mungkin melengkapi hujatan2 seorang warga negara kepada negaranya sendiri. Tapi tenang, kalimat2 saya tidak akan pakai kata2 kotor atau kasar, cukup membuat kita menggeleng kepala saja (selanjutnya terserah anda..buat yang masih punya hati pasti prihatin)..

29 Mei 2010, empat tahun dari gempa Jogja dan bencana akibat kesalahan manusia, Lumpur Lapindo. Korban peristiwa pertama mungkin nasibnya lebih beruntung, bukan saya menafikkan para korban gempa, namun pada kenyataannya, memang perhatian pemerintah dan bantuan asing, membuat proses pemulihan lebih cepat. Sehingga Jogja, terutama kabupaten Bantul. (projotamansari.. hiks) mampu bangkit dan warganya kembali merapikan kehidupan mereka.

Yang kedua, alkisah di negeri yang bagaikan surga ini (entah ya atau tidak), sebuah malapetaka terjadi bagaikan neraka yang pindah ke dunia fana. Lumpur Lapindo alias banjir lumpur yang diakibatkan oleh keteledoran sebuah perusahaan bernama Lapindo, semakin lama semakin memberikan dampak luar biasa. Tidak ada lagi rumah, kampung, sekolah2, tempat bekerja mencari nafkah.. Janji gantirugi berlarut2, tidak ada kejelasan sampai hari ini. Mau dikemanakan beribu2 jiwa yang telah jadi korban.

Sempat terheran ‘kok gitu banget sih?’. Gak hanya mengalami penderitaan fisik akibat lumpur, para korban juga harus berkorban perasaan. Korban perasaan melihat sang bos Lapindo, Aburijal Baqree tetap melenggang anteng di kancah perpolitikan negeri, tetap senyam-senyum di tengah pesta mewah kawinan anaknya yang konon bermilyar biayanya, tetap bergaya turut mengkampanyekan penggunaan sepeda untuk menghindari pencemaran udara (kejahatan yang selama ini Lapindo perbuat), tetap pede dirumorkan akan maju menjadi presiden 2014. Hmm, si bos lupa berkaca rupanya.

Korban-korban Lapindo hanya punya sebuah momen untuk menuntut keadilan buat mereka. Ya, 29 Mei, tanggal pertama kali lumpur Lapindo menyembur ke permukaan. Itu hanya setahun sekali. Sementara, tiap hari jangkauan semburan meluas, mengancam daerah2 sekitarnya. Tiap saat zat2 beracun yang terkandung dalam lumpur yang diduga memicu kanker dan pencemaran air menyebar bersama lumpur. Apakah ini benar sebuah usaha pembunuhan massal? (mengutip pernyataan sebuah berita di tivi..) Hmm, sepertinya masuk akal.

Maaf, bukannya mengkerdilkan peran pemerintah di sini. Hanya mengingatkan, kalau siapapun yang mengaku punya kuasa atas negeri ini, di bagian terkecil manapun, come on.. Anda2 perlu sadar sebentar.. Apa tidak malu mengaku mengayomi masyarakat, masyarakat yang mana? Ataukah hanya orang di depan layar yang manggut2 saja ketika didikte tanpa melibatkan hati?

Hmm, sepertinya keterlaluan sekali bangsa ini. Sudah kebolak-balik ditegur Gusti Alloh tapi tidak juga nyadar. Atau mungkin juga memang bangsa ini adalah contoh dari ayat berikut :

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. Al-Israa’: 16)

3 responses to “Bangsa Kebolak-balik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s