satu banding sembilan sembilan sembilan

Manusia diciptakan dengan lengkap dengan akal dan hawa nafsu. Ia bukan seperti malaikat yang selalu menaati setiap perintah yang diberikan Alloh, bukan juga setan yang terus menerus melanggar ketentuan-Nya. Manusia memiliki akal yang idealnya mampu membedakan baik dan buruk sehingga ia tidak sama dengan hewan, ia juga memiliki hawa nafsu yang bila mampu digunakan semestinya, dapat ia jadikan pendukung menuju kebaikan.
Sudah sunnatulloh bahwa dari kelebihan manusia dalam akal dan hawa nafsu itu akan lahir sifat-sifat manusia yang beragam. Secara garis besar, terbagi dalam kecenderungan positif atau negatif, baik atau buruk, konstruktif atau destruktif. Sebagaimana dualitas kehidupan yang memang ada di dunia ini. Alloh pun telah menyatakan bahwa, sebagian besar manusia akan cenderung kepada keburukan, berbuat kerusakan dan kebodohan-kebodohan karena tidak mampu mengelola akal dan mengendalikan hawa nafsu. Sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari berikut ini :
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Adam, “. Nabi Adam ‘Alaihissalam menjawab: “Labbaika, kemuliaan milik-Mu dan segala kebaikan berada di tangan-Mu”. Kemudian Allah berfirman: “Keluarkanlah utusan neraka”. Adam bertanya; “Apa yang dimaksud dengan utusan neraka? (berapa jumlahnya?) “. Allah berfirman: “Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan dijebloskan neraka!,Para shahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, adakah diantara kami seseorang yang selamat?”. Beliau bersabda: “Bergembiralah, karena setiap seribu yang dimasukkan neraka, dari kalian cuma satu, sedang sembilan ratus sembilan puluh sembilannya dari Ya’juj dan Ma’juj”. (HR Bukhari 3099)

1:999 adalah perbandingan yang sangat tidak seimbang. Banyak manusia yang berada pada golongan 999 karena perbuatan mereka. Sementara, yang beraqidah lurus dan termasuk golongan yang selamat hanyalah 1 saja.
Jumlah keburukan akan semakin meningkat sepenggal nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam. Bukan karena ajaran Islam yang salah, akan tetapi kebanyakan manusia yang terlalu lemah ketika berhadapan dengan hawa nafsu.
“LAA ILAAHA ILLALLAAH, celakalah bangsa arab dari keburukan yang mendekat, saat ini penghalang Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka seperti ini – Sufyan dan lainnya melekatkan kesepuluh jarinya- aku (Zainab) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan sementara ditengah-tengah kami ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: “Ya, bila kekejian banyak (menyebar).” (HR Muslim 5128)

Siapakah ia? Apakah kelompok X atau Y, aliran A atau B, mazhab J atau K? Apakah anda atau saya? Tidak sedikit firqah (golongan) atau hizb (kelompok) dala Islam atau dalam agama yang lain mengaku merekalah golongan yang selamat. Dari bentuk kepercayaan yang ecek2 sampai yang golongan terdiri dari orang2 berpendidikan. Manakah yang 1 dan manakah yang 999?
Jawabnya : Allohu’alam. Sebab yang paling berhak menentukan siapa saja yang diselamatkan Alloh adalah Alloh sendiri, bukan malaikat, bukan nabi, bukan ulama, apalagi orang-orang dari golongan tertentu. Akan tetapi perlu diingat bahwa, golongan 1 dan 999 itu memiliki indikator2 yang mampu menunjukkan siapa saja yang berada pada barisan masing2.
Tidak ada yang mampu dilakukan manusia untuk menghindarkan dirinya termasuk dalam dolongan 999 tersebut kecuali rahmat Alloh yang kita raih dengan berusaha mendekati indikator2 serta kriteria orang2 yang diselamatkan Alloh. Langkah paling mendasar adalah dengan menghindari sejauh mungkin siikap syirik. Sehalus apapun bentuknya. Sebuah hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim
“Syirik itu lebih samar dari semut hitam yang merayap di atas batu hitam pada waktu malam gelap gulita.

Semoga setelah ini tidak lagi ada yang bangga rame2 berada dalam golongan 999.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s