‘Dakwah’ Politik PKS

Sebuah negeri berjuluk Indonesia, terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa, juga agama. Tersebutlah sebuah cita-cita indah untuk membumikan Islam di dalamnya. Cita2 itu menjadi visi dasar sebuah pergerakan politik yang bermanifestasi dalam wujud partai politik.

Revolusioner, hadir menjadi sebuah alternatif cara pandang Islam yang baru, selain NU dan Muhammadiyah. Partai Keadilan Sejahtera memberikan harapan baru bagi masyarakat Indonesia yang memiliki karakter : muda, religius Islam, loyal pada organisasi, berjiwa nasionalisme, dan peduli pada persoalan internasional (wa bil khusus Palestina). Beda dengan gerakan politik berhaluan -Islam- yang lain. Mereka jelas mengambil jalur politik bergabung dengan sistem demokrasi dengan nilai-nilai perjuangan Ikhwanul Muslimin yang teramat kental.

Jumlah kader PKS dan segala macam organisasi yang memiliki afiliasi serupa tidak perlu dipertanyakan lagi. Bergerak dari tingkat akar rumput hingga kemudian perlahan melakukan aktivitas2 politik. Pola kaderisasi mereka yang begitu rapih dan konsisten membuat banyak kader lahir dan bertahan, walau juga tidak sedikit yang akhirnya memutuskan DO.

Ya, PKS memiliki basis -Islam-, melakukan aktivitas politik yang mengandung nilai2 -Islam-, dan memiliki cita2 -Islam-.

——-

Hm, maaf dalam kalimat2 di atas, beberapa kata ISLAM harus saya bubuhkan tanda strip. Ya karena beberapa hari saya melihat hal2 yang tidak biasa yang berhubungan dengan PKS ini sehingga mendorong saya harus bertanya lagi, Islam yang mana yang dibawa PKS?

Yang pertama soal wacana membuka kesempatan bagi nonmuslim untuk bergabung demi mewakili kepentingan wilayah2 di Indonesia yang memiliki basis non-Islam. Kalo PKS membawa nilai Islam, mengapa mengijinkan nonmuslim bahkan mendukung calon walikota/bupati/gubernur perempuan, untuk memegang kepemimpinan?

Yang kedua tentang Munas-nya di Ritz Carlton pertengahan Juni 2010. Entah kenapa hotel yang ada hubungan erat dengan Amrik dan Yahudi ini dijadikan tempat buat event sekhusus itu. Apa lupa dengan slogan2 anti Yahudi dan Anti Zionisme, boikot produk Yahudi? Apa maksudnya bedanya dengan partai2 lain yang senang bermewah2?

Banyak kader PKS yang diperkirakan akan memprotes tindakan PKS ini. Masihkah ada semangat jihad yang digembar-gemborkan selama ini? Tapi kata Anis Matta dalam Mata Najwa edisi Rabu, 23 Juni 2010 di Metro TV, struktur PKS ibarat gerbong2 kereta api. Di mana gerbong2 di belakang akan selalu mengikuti gerbong utama yang dikendalikan oleh masinis. Jadi walaupun banyak ‘dinamika’ yang terjadi dalam gerbong2, tidak akan mengganggu perjalanan kereta api tersebut. Apa makna pernyataan Anis Matta tersebut? Apakah ia begitu yakin, bila kaderisasi PKS yang kuat hingga akar rumput bisa merampungkan semua persoalan organisasi? (lihat video)

—-

Citra, dalam dunia demokrasi, bisa dibilang adalah segalanya. Banyak yang menilai langkah2 perubahan yang dilakukan PKS adalah demi citra, demi perolehan suara, demi dukungan politik. Sebuah risiko yang harus diambil ketika memutuskan untuk bergabung dengan sistem. Keputusan yang terlalu berat yang telah diambil PKS, sadar atau tidak.

Islam akan membumi di Indonesia. Dakwah akan subur di mana2. Apakah hanya sebuah komoditas politik yang segera menjadi kenangan? hm.. lebih baik DO saja, dan mulai dari awal lagi..

9 responses to “‘Dakwah’ Politik PKS

  1. sebenarnya strategi dakwah yang tepat telah dicontohkan oleh Rasulullah dan Para Sahabatnya… yakni melalui Tarbiyah… melalui pendidikan… bukan melalui pergerakan-pergerakan politik…. So… mending kita fokus untuk selalu belajar tentang Agama ini… sembari menyampaikannya kepada saudara-saudara kita… Percayalah nilai-nilai Islam akan tegak dengan sendirinya…

  2. @ zulfi
    jadi gak dapat apa2 gitu…? he2..

    @ sang nanang
    mungkin buat ‘rakyat’ iya, tapi buat Tuhan perlu dipertanyakan
    kan vox populi vox dei..

  3. Beberapa poin di atas turut menyumbangkan munculnya “rasa sakit hati” saya kepada partai ini. Entah kenapa makin lama manuver-manuver yang di lakukan partai ini makin memperlihatkan ketidakkonsistenan sebuah partai yang katanya memperjuangkan nilai–nilai Islam. Kasus demi kasus makin memperlihatkan partai ini sama saja dengan partai lain yang penuh dengan kepragmatisan dan haus akan kekuasaan. ketika dulu mereka menolak Amerika untuk datang ke Indonesia, kemudian sekarang tidak ada penolakan sama sekali. Hal ini terlihat bagaimaan tifatul yang dengan sangat antusias “bersalaman” dengan Michelle (meskipun individu ini tidak bisa menjadikan gambaran pasti partai ini).
    Menjadikan Soeharto sebagai pahlawan makin membuat kekesalan saya memuncuk terhadap partai ini, partai yang katanya bersih, peduli dan profesional ingin menjadikan seorang Soehharto yang “tidak bersih” a.k.a banyak korupsi, pelanggar HAM berat, untuk dijadikan pahlawan.

    • untuk kesekian kalinya, islam tidak akan berjaya dengan tangan musuh, dengan sistem yang bertentangan dengan islam itu sendiri. Entah kapan yang mengaku memperjuangkan islam melalui partai akan membuka mata..

  4. satu kesalahan saja diperbuat,itu akan selalu diingat oleh orang lain.
    Terang saja..
    Itu pertanda yg melakukan adlh orang2 baik, insyaallah…
    Kebenaran akan jelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s