Komersialisasi di Balik Religi

Taqobalallohu minna wa minkum, taqobbal yaa kariim. Maaf lahir dan batin.

Mumpung masih dekat2 Ramadhan dan masih di bulan Syawal 1431 H. Masih ada tuh sisa2 acara religi. Jadi bisa langsung dilihat di tipi2 kesayangan kita. Kali ini sasaran kegemesan saya (..lho..?) adalah reality show religi dan sinetron religi.

Reality show religi. Dipelopori oleh salah satu stasiun tipi swasta yang terkenal kreatif, tim kreatifnya (ya minimal menurut saya, deh). Episode2 pertama memang cukup menarik. Sebab tujuan mereka menginsyafkan orang. Keren banget deh, durasi satu jam bisa membuat endingnya menarik. Tersangka-nya hampir selalu bisa tobat. Lama2 ketika iklan makin banyak, alur cerita setiap episod lebih teratur. Makin banyak yang berbau klenik. disuka orang indonesia. Lama kelamaan, semakin mirip dengan sinetron. Dan ‘ustadz2’ yang di setiap episod ada, ikutan akting euy.. Makin laris, makin serem, makin banyak yang nonton, makin banyak iklan, makin keliatan banget rekayasanya. Bukan kasus asli lagi. Dan program realiti syo yang kayak gitu gak cuma satu lho. Duh, opo banyak orang yang masih mau dibohongi ya?

Yang satunya sinetron beneran. Dengan embel2 sinetron religi. Beda banget emang dengan sinetron selain bulan Ramadhan. Beda pake jilbab sama engga-nya. Jalan cerita sih sama2 aja tu kayanya. Paling buat saya gemes, ada sinetron religi yang justru mendistorsi ajaran Islam. Bahasnya nikah mlulu, poligami mlulu, khitbah mlulu. Seperti gak ada bahasan lain, gak ada esensi lain dari hal2 yang berhubungan dengannya tiga itu. Sayang, penyampaian pesan sinetron tersebut terlalu parah untuk diambil bagusnya. Justru walaupun hanya tersirat, poligami+nikah+khitbah, diliatin jelek2nya. Kerasa gak pemirsa?

***

Ndak perlu heran juga sih, namanya perusahaan ya pasti nyari untung. Kejar komersialnya, tapi parah juga kalo pake2 kedok agama, kedok religi dan bahkan mempermainkan ajaran agama yang udah fix, udah keterlaluan namanya. Biar pemirsa nyetor duit terus, senengnya seneng2, sampe kecuci otaknya?

6 responses to “Komersialisasi di Balik Religi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s