Anti Guyon Mesum

Saya begitu prihatin dengan gaya pergaulan sebagian orang (atau sebagian besar orang). Mengenai cara ngobrol, bincang2 buat mengakrabkan diri. Perkenalan yang biasa di antara satu dan beberapa orang, selanjutnya berbincang sesuai dengan latar belakang hubungan mereka, dan seterusnya.. dan seterusnya…

Saya pun mengenal banyak orang, dari berbagai latar belakang, gaya bicara. dan tipe pembicaraan yang berbeda satu sama lain. Saya memahami, dan mencoba menyesuaikan pembicaraan sesuai dengan situasi dan kondisi. Kalau lagi serius ya serius, kalau lagi bercanda ya ikut bercanda. Tentu dengan kapasitas saya sebagai manusia yang punya kecenderungan dan perasaan.

Membuat sangat miris di hati, mangkel, dan membuat gerah. Guyon mesum. Guyon mesum yang saya maksud di sini adalah becandaan yang mengandung konten mesum, hal-hal yang berhubungan dengan seks. Kadang rasanya pengen ‘nampol’ orang yang berkata-kata tidak senonoh speerti itu. Walaupun hanya berupa candaan, sindiran, pengibaratan, dan seterusnya2. Sayangnya, sekarang guyon mesum hampir selalu ada mulai dari pembicaraan orang di warung atau jalan, di radio, di tivi, di majalah, di SMS, sampai di internet… (mana lagi….). Seakan menjadi sebuah kebiasaan yang bisa dimaklumi.

Guyon 17 tahun ke atas semacam itu, dengan mudah dikonsumsi dalam segala situasi. Terkadang oleh guru di dalam kelas, talkshow di televisi, siaran pakar di radio, bahkan satu dua kyai di ceramahnya, terselip guyon mesum. Yang dengan kadarnya masing2, parah atau sangat parah. Apakah memang harus paham dan ikut dalam obrolan guyon mesum itu, baru seseorang bisa diterima dalam pergaulan tertentu..?

Terus terang saya sangat terganggu dengan guyon2 mesum yang ada di mana2 itu.
1) kayanya ga ada manfaatnya, selain membuat orang ketawa dengan pikiran ‘khusus’ di kepalanya
2) setiap orang dari segala usia (anak2 juga) jadi akrab dengan hal2 yang dipandang ‘lucu’ ini
3) apa yang ditertawakan atau ‘lucu’ tadi mengalami makna yang peyoratif atau negatif, karena guyon mesum kebanyakan bersifat melecehkan
4) sesuatu yang seharusnya merupakan fitrah manusia (karakteristik fisik manusia laki2 dan perempuan), hubungan seks yang merupakan bagian dari ibadah sepasang suami istri dalam ikatan pernikahan, serta hal2 lain yang semestinya dapat dijelaskan dengan lebih tepat sesuai dengan kapasitas orang masing-masing, justru hanya menjadi obrolan ecek2 yang mengarah pada pengertian negatif dan tindakan maksiat
5) buat pasangan sah aja, hal2 semacam ini tidak seharusnya dibicarakan secara vulgar sehingga justru mengurangi kualitas akhlak seseorang

Mungkin tulisan ini hanya curahan hati seseorang yang kaku, tidak fleksibel, atau tidak bisa menempatkan diri pada segala situasi. Namun dengan tegas saya menyatakan anti pada guyom mesum. Untuk tujuan apapun itu. Apalagi demi ikut membudayakan permisivisme, sekecil apapun bentuknya. Hanya sebuah usaha untuk menjaga diri dan lisan pada masa yang lekat dengan degradasi moral saat ini.

3 responses to “Anti Guyon Mesum

  1. setujuuuuuuu…………..orang biasane, eh kebanyakan, eh beberapalah…jd saru kl udah mnikah.kegiatan malam hari aja diceritain. nyritainnya k seluruh penjuru ruangan lagi (sekalian aja pake toa bfrekuensi 1001 fm). gerah, uiisssiiin…….bikin merah kuping…

  2. @ AnS
    sing lebih parah, wanita juga rela2 aja malah mendukung guyon mesum,.. jaman opo to iki?

    @ tita
    ya, esensinya yang seharusnya malah jadi dilecehkan begitu aja. Yang belum nikah jadi emosi nih… grrhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s