Mau Jadi SMA (Sekolah Macam Apa)??

Harus takjub atau prihatin ya? Atau mesti maklum karena memang sudah lumrah. Dulu sewaktu masih SMA sih, saya hanya kenal cheer leaders. Beberapa tahun kemudian ada perkembangan jadi modern dance. Lha tadi pagi saya baru aja melek, kalau ternyata sekarang sexy dancers udah jadi bakat siswa2 SMA. Dimasukin jadi ekskul gitu. Dengan sangat memohon maaf, saya jadi kurang bisa membedakan mereka yang masih sekolah, masih belajar, dengan mereka yang emang kerjaannya gitu di klab.

Oke, saya memang bukan orang suci. Tapi setidaknya saya salah satu orang yang tidak adem ayem apalagi kagum dengan keadaan remaja-remaji sekarang ini. Tau sih kalo dari dulu, yang namanya remaja senengnya hepi2, nyanyi2, nari2. Mumpung masih muda katanya… hahak pede amat ya. Emang tau mau di skak-mat nyawanya kapan?

Permisivisme dalam berbagai bentuk mulai dari yang kecil2an (seperti guyon mesum, tulisan saya yang sebelumnya…), sampai gila2an. Pacaran sampai freesex udah tidak bisa dibilang jarang. Dari mereka yang di ibukota, hingga yang di kabupaten2 kecil yang sepertinya tidak banyak tersentuh budaya lokal dan internasional yang destruktif.

Kembali sedikit ke sexy dancer versi SMA tadi. Kalau sekolah negeri sebagai institusi pendidikan resmi dan negeri (bukan swasta) sudah melegalkan hal2 berbau kayak gitu, gimana mau melindungi siswa2nya dari efek negatif konsumsi anak muda sekarang? Atau emang sengaja? Generasi muda ‘dicuci’ dari segi otak, nurani, dan tata krama? Siapa yang salah kalau sekarang banyak juga yang pede zina terang2an di sekolah?

Judul tulisan saya kali ini, tidak mewakili seluruh SMA negeri dan swasta di negeri ini. Cuma buat yang merasa aja, kalau SMA-nya masih bener, syukurlah.. pertahankan. Tapi kalau memang keadaan semacam tadi pas dengan SMA njenengan, ya cobalah untuk melek sedikit dan merubahnya walaupun kemungkinannya kecil. Jangan mau ikut2an ‘tercuci’.
***

in 1957 Dr. William Sargent, former president of the Section of Psychiatry in the Royal Society of Medicine (London) authored Battle for the Mind :

The Mechanics of Indoctrination, Brainwashing, and Thought Control revealing “that electrical recordings of the human brain show that it is particularly sensitive to rhythmic stimulation by percussion and bright lights…. Certain rates of rhythm can build up reportable abnormalities of brain function and explosive states. Furthermore, it is easier to disorganize the normal function of the brain by attacking it simultaneously with several strong rhythms played in different tempos.” Sargent then stated: “Belief can be implanted in people after brain function has been sufficiently disturbed by accidentally or deliberately induced fear, anger, excitement. Of the results caused by such disturbances, the most common one is temporarily impaired judgment and heightened suggestability.”

3 responses to “Mau Jadi SMA (Sekolah Macam Apa)??

  1. oya?ada?astaghfirullah….tambah panjang aja daftar kkhawatirn orang tua skrg.ooo…..mesti cari uang tambahan….biar anak2 bisa sekolah d sana itu……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s