Memolo Soyo Cetho

Melihat dunia yang semakin tua, semakin menjadi.. Dari ciri fisik dunia yang tidak lagi ‘ramah’ kepada manusia. Bencana apa yang belum terjadi saat ini? Hampir semua sudah. Dari atas, permukaan bumi, hingga ke inti bumi, semua bergejolak. Menunjukkan kekuasaan sang Pencipta Bumi. Bukan sedikit nyawa yang telah kembali kepada-Nya dalam berbagai keadaan, dengan berbagai cara. Bukti nyata ayat-ayatNya di muka bumi, perlahan mengemuka dan tampak oleh mata.
Di saat yang sama, manusia justru semakin angkuh, petantang-petenteng mengikuti irama kehidupan duniawi yang melalaikan. Menantang taqdir, bahkan menantang Sang Penentu Takdir. Melawan kodrat dan fitrah manusia, bahkan melawan Sang Pengasih dan Penyayang. Merasa mampu menangani semuanya tanpa bantuan siapapun, namun tak keruan menjerit menuntut keadilan ketika terpuruk.
Dunia semakin tua, semakin menjadi. Apa yang belum terlihat dari tanda-tanda hari akhir-Nya? Kapankah manusia tergugah batin, terbuka mata dan fikirnya bahwa ia tengah berada di ujung zaman. Di mana segala kemunkaran sejenak itu mendapatkan teguran. Bagian kecil dari balasan-Nya di akhirat nanti.
Apakah semua ini hanya sekadar peristiwa, ujian bagi umat manusia? Bersyukurlah bila memang ini ujian, sebab ujian hanya untuk orang bertaqwa. Namun tiada seorangpun mampu memastikan apakah ini ujian, atau adzab yang Alloh subhana wata’ala timpakan kepada manusia-manusia durhaka. Lebih menyedihkan jika banyak yang menganggapnya hanya sebatas peristiwa, menangis sejenak, lalu melupakannya untuk sesekali dikenang. Na’udzubillah.

***

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu. (Al-An’am 31)

Dari Aisyah Ra. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapaknya) hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas), akan bertambah banyak orang yang tercela dan alean berkurang orang yang baik, anak anak menjadi berani melawan para orang tua serta orang yang jahat berani melawan orang orang baik. (HR. Thabrani)

4 responses to “Memolo Soyo Cetho

    • hadits tsb sy kutipkan dari buku 40 hadits peristiwa akhir zaman
      coba anda search di google untuk downloadnya
      insya Alloh lebih jelas.

  1. Hanya saran,alangkah lebih baik,sebelum kita menulis hadits,kita benar-benar telah memastikan bahwa hadits yang kita tulis itu shahih atau minimal hasan…
    agar kita tidak termasuk orang yang berdusta atas nama Nabi…
    terima kasih sebelumnya..maaf jika saran ini kurang mengena dihati anda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s