Big Brother Indonesia = Big Brother 1984?

Mungkin Anda salah satu pecandu televisi? Saya tebak, Anda tidak akan melewatkan program reality show terbaru di Trans TV, Big Brother Indonesia (BBI). Saya bukan sedang ingin mempromosikannya, hanya ingin sedikit berbagi tentang kejengahan menonton televisi karena acaranya yang makin lama makin… maaf, tidak penting. Semakin menjengahkan saat saya menemukan program reality show tersebut.

Pertama kali tahu konsep acara BBI, saya langsung de javu dengan cerita sebuah novel bergenre politik yang pernah saya baca. 1984 karya George Orwell, yang kemudian di-film-kan dengan judul sama. Novel tersebut ber-setting tahun 1984 di Oceania, tekanan pada rakyatnya begitu besar. Mulai dari tindakan pengawasan dengan teleskrin (istilah yang saya ambil dari terjemahan novelnya), penyeragaman aktivitas penduduk, pembatasan akses terhadap media massa dan media sosial, penggunaan bahasa, dan seterusnya. Kendali penuh atas masyarakat ini dilakukan oleh pemerintahan yang oligarkis dengan pemimpin utama (bahkan menurut saya sudah menjadi ‘tuhan’ dalam negeri itu) bernama Big Brother. Silakan cek sendiri di berbagai sumber jika ingin mengetahui lebih lanjut. Saya tidak menduga-duga atau memaksa ada kesamaan dalam cerita novel dengan reality show yang katanya sukses menggebrak dunia pertelevisian di  lebih dari 70 negara itu.

Tentang simbol programnya. Program BIG BROTHER  Indonesia menggunakan simbol mata yang pupilnya adalah sebuah lensa kamera, mengartikan bahwa setiap gerak-gerik para peserta akan selalu diawasi oleh puluhan kamera dan juga BIG BROTHER. Orang-orang Oceania diawasi 24 jam oleh berbagi peralatan resmi pemerintah. apa yang mereka lakukan, katakan, dan bahkan pikirkan, mampu direkam oleh teleskrin. Sehingga seakan tidak ada yang mampu memberontak Big Brother.

  • Program reality show ini menghadirkan drama, konflik dan romance hasil dari interaksi manusia dengan karakter yang berbeda dan disatukan dalam sebuah rumah. Tidak ada interaksi dan komunikasi sama sekali dengan dunia luar. Ada peraturan yang harus dipatuhi dan tugas yang harus dipenuhi, yang juga bisa menghasilkan reward atau punishment. Setiap minggu akan ada peserta yang di deportasi berdasarkan SMS penonton, nominasi yang diajukan oleh peserta lain, dan tentunya yang ditetapkan oleh BIG BROTHER  Indonesia bersama simPATI.  Pada akhirnya, hanya akan ada 1 peserta yang bertahan di rumah BIG BROTHER  Indonesia bersama simPATI dan berhak mendapat hadiah utama bernilai milyaran rupiah.

Gambaran di atas saya salin dan tempel langsung dari website Trans TV. Konsep tersebut mewakili bagaimana cara main dalam reality show BBI. Anda bisa turut me-recheck. Adakah pembatasan akses media massa dan media sosial (interaksi dengan dunia di luar mereka)? Adakah peraturan-peraturan yang mengarahkan aktivitas mereka? Adakah instruksi yang harus dikerjakan oleh para peserta? Dan adakah ‘pengucilan’ atau ‘pembuangan’ pada mereka yang melanggar aturan-aturan tersebut??

  • Peserta dipilih berdasarkan analisa mendalam oleh tim yang terdiri dari psikolog profesional dan kru TRANS TV yang berpengalaman dengan menggunakan serangkaian test psikologi yang komprehensif.

Ohya, saya lupa menyebutkan istilah ‘pencucian otak’ yang banyak disebutkan di 1984. Penyeragaman pola pikir orang-orang Oceania dilakukan dengan terapi psikologis berupa kegiatan “Two Minutes’ Hate” di mana orang2 dikumpulkan pada suatu tempat sambil diperlihatkan kejahatan musuh Big Brother. Dengan cara tersebut, orang2 akan selalu membenci musuh dan setia kepada Big Brother. Mereka hidup seperti robot, tanpa ada satu celah pun untuk berbuat di luar kendali penguasa.

  • Program ini berbeda dari reality show lainnya yang pernah ada, karena tidak menggunakan script, penuh games dan tantangan yang menguras fisik maupun mental peserta, tidak ada interaksi dengan dunia luar, bahkan dengan kru sekalipun. Program ini pun menggunakan puluhan  kamera 24 jam non stop dan teknologi broadcast termutakhir yang juga melibatkan ratusan kru.

Sedikit keluar konteks, BBI mendengung2kan kalimat “Reality Show yang sebenarnya”. Kalimat di atas menunjukkan bahwa berarti selama ini reality show di Trans TV cuma bohong2an ya? Menggunakan script, peran pengganti, rekayasa cerita, dst. Hehehe… ngaku nih!

Melihat konsep dan ‘jalan cerita’ program ini, entah sengaja atau tidak, kita diperlihatkan bagaimana tidak enaknya menjadi seseorang yang selalu diawasi, dibatasi, dan dikendalikan seperti robot. Entah sengaja atau tidak realitas seperti inilah yang jelas banyak dialami seseorang saat ini. Tidak perlu berada di sebuah rumah dengan pengurungan semacam itu, sebenarnya kita sendiri telah terkurung oleh budaya, kebiasaan, tren, mode, invasi teknologi yang memudahkan kita untuk selalu dikendalikan dan diawasi. Oleh siapa? Apakah menurut Anda BBI dan novel Big Brother hanyalah sebuah fiksi? terserah Anda.

Big Brother is wathcing you!!

**

NB. ada sedikit salah ketik, menurut yang memberikan novel 1984 kepada saya, novel tersebut merupakan novel Illuminati.

13 responses to “Big Brother Indonesia = Big Brother 1984?

    • entah kenapa semakin lama semakin nyampah di tivi.
      ini tulisan original lho, katanya mas zulfi menantikan kemarin..

      ya emang seperti ini mengasah daya protes juga, kok..
      konspiratif ya? hehe silakan dinilai sendiri..

  1. knp ga ada organisasi tandingan ya tuk illuminati & freemason?
    sebodoh itukah bangsa lain di luar yahudi…..?????

    • kalau mau menang dengan jalan yang benar, tentu kita tidak meniru strategi musuh Alloh. Kalau sama, apa beda kita sebagai manusia yang bermartabat dengan mereka?

    • yang ada saat ini, kita yang mesti pandai2 memfilter, mana yang masih ada manfaatnya, mana yang sampah

    • tujuan yang benar mesti disertai dengan cara yang benar.
      hasilnya tawakkal kepada Alloh ta’ala yang Maha Kuasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s