Identitas Bangsa di Atas Identitas Agama

Reaksi pemerintah begitu cepat menanggapi pelanggaran sebuah ritual yang menunjukkan nasionalisme, upacara tanpa penghormatan bendera. Begitupun saat menghadapi konflik daerah, langsung dihubungkan dengan disintegrasi bangsa, tanpa menelaah lebih dalam penyebabnya.
Sementara apa yang dilakukan pemerintah beserta pihak yang berwenang ketika mendapati seorang pemeluk agama tertentu tidak mencerminkan dirinya sebagai orang yang beragama? Misal sebutan Islam KTP, mereka yang di KTP-nya muslim tidak pernah dianggap melanggar saat tidak melakukan ibadah.
Apakah karena nasionalisme berada di ranah publik, sementara agama berada di ranah pribadi? ‘Ibadah’ semacam upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, hafal UUD 45 di luar kepala, merupakan bukti identitas nasionalis. Sedangkan ibadah seperti mengamalkan sholat, puasa, menjaga aqidah dari syirik sekecil apapun, adalah bukti identitas muslim. Sudah sama2 diketahui bahwa para pemimpin bangsa menomorsatukan identitas kebangsaan di atas identitas masyarakat sebagai manusia beragama. Jadi sebenarnya berkiblat ke mana bangsa ini?
Bukan menyarankan pemerintah untuk mengatur wilayah ibadah lho, hanya prihatin saja, nasionalisme yang dibangga2kan akan membuat negeri ini kuat justru menjadikan kita sebagai manusia-manusia yang tidak punya kejelasan identitas. Contohnya identitas etnis dan agama saja, keduanya pasti kalah dengan identitas nasionalis. Memang mau dibawa sampai kapan semangat kebangsaan itu? Sepertinya sampai sekarang rasa kebangsaan juga tidak menyelamatkan kita dari kemiskinan atau degradasi moral.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s