Ba’da dan Budaya

Idul Fitri akrab di telinga masyarakat dengan sebutan Lebaran atau dalam bahasa Jawa diistilahkan Bodo yang berasal dari kata ba’da dalam bahasa Arab. Lebaran atau Ba’da mengacu pada pengertian selesai atau lepas dari bulan Ramadhan, dan menuju bulan Syawwal.

Hampir tiap orang mengalami gembiranya menyambut bulan Ramadhan. Entah gembira karena banyak peluang ibadah, atau gembira karena alasan politis dan ekonomis. hehe.. kalau yang dua terakhir hanya masing2 orang yang tahu..

Saya masih termasuk bagian dari masyarakat yang menjalankan budaya maaf2an di hari2 awal bulan Syawal, silaturahim dengan saudara2 dan kerabat, dan menyambut tamu2 yang datang ke rumah orang tua. Padahal silaturahim dan meminta maaf tidak harus pada moment itu ya,.

Hanya saja pada bulan Syawal tahun ini saya tidak menghadiri satu pun acara syawalan. Kalau pun ada kumpul2 dengan rekan atau teman lama, saya lebih sreg mengemasnya sebagai ajang silaturahim seperti biasa, atau reuni gitu. teringat pada beberapa orang yang mengidentikkan suatu kata berakhiran ‘-an’ yang merujuk pada suatu aktivitas, hampir semua jadi memudar esensinya. Misalnya yang sebenarnya bermakna baik, jadi sebatas tradisi. Syawalan, yasinan, takbiran, dzikiran..

Saya memilih untuk tidak menyatukan antara makna asli dengan budaya. Seperti memisahkan Idul Fitri dengan istilah ba’da atau lebaran, dengan harapan ‘feel’ beribadah tidak lepas seusai bulan Ramadhan.

Taqoballalalloohu minna wa minkum taqobbal yaa kariim.. aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s