Sebelas September di Tivi

Tahun ini adalah tahun kesepuluh peringatan ‘tragedi’ sebelas september di New York. Tak hanya orang Amerika Serikat yang menjadikan tanggal sebelas september lalu sebagai hari bersejarah. Atas nama simpati, penjuru dunia termasuk Indonesia mengadakan aksi simpatik untuk menghormati sekian nyawa yang melayang saat bom pesawat menghancurkan dua menara World Trade Center AS.

Saya jadi enggan memantau televisi hari itu. Semua stasiun televisi khususnya program berita gencar menjadikan peristiwa Sebelas September sebagai liputan khusus, dengan pemberitaan seragam yang diulang2 setiap tahun di sekitar tanggal keramat tersebut. Sama sekali tidak ada wacana lain, walaupun tahun2 telah berlalu. Hanya karena sudah lewat beberapa tahun, pendapat masyarakat pemirsa televisi digiring perlahan kepada penghakiman teroris dan propaganda tentang toleransi dengan lebih halus.

Contohnya, kini pelan2 masyarakat sudah terasuki konsep terorisme (is Islam) adalah musuh bersama sebagian besar warga dunia. Musuh bersama ini tetap ada sekalipun the boogeyman Osama (katanya) sudah ditewaskan oleh AS sendiri. Lain lagi dengan propaganda toleransi, muncul juga berita tentang keluarga korban yang digambarkan sudah memaafkan pelaku. Di sini sisi humanis mampu menjadi pemanis bahwa sebenarnya kata2 toleransi, perdamaian, lebih mulia dan tinggi daripada apapun.

Dengan dua hal yang saya rekam dari sepuluh tahun peristiwa Sebelas September di televisi tersebut, saya dan mungkin beberapa orang berpikiran sama, televisi bukan media yang baik untuk belajar. Di internet sekian banyak wacana tentang 9/11 bombing terpapar dengan bukti2 yang jelas, sementara di televisi, membahas sedikitpun tidak. Televisi yang notabene institusi media tidak akan pernah bisa memberikan netralitas sekalipun pada program2 yang menuntut objektivitas. Jadi, televisi tidak menjawab kebutuhan saya,.

 

2 responses to “Sebelas September di Tivi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s