Menggiring Perhatian Massa

Sekadar niat mengupdate posting di blog. Mungkin bahasannya sedikit terlambat, tapi masih bisa tercerna dengan baik oleh sebagian besar orang. Mungkin inti dari tulisan saya kali ini malah bisa tahan lama.

Menggiring perhatian massa. Merasa-kah kita dengan sebuah aktivitas yang kita lalui setiap hari, setiap detik, dan setiap saat ini? Mau tidak mau bisa jadi suatu saat sulit membedakan massa manusia dengan kawanan bebek milik petani. Dulu ke sini, kemarin ke situ, sekarang begini, besok pun berbeda lagi.

Entah sebuah pola yang permanen, struktur yang rapi, atau memang kodratnya, manusia modern justru gampang sekali digiring perhatiannya ke sana dan kemari sampai lelah. Dan mau tidak mau juga, perhatian tersebut berkaitan dengan hampir dalam setiap sendi kehidupan.

Bom Solo September 2011, merupakan tindakan teror, dilakukan oleh ektremis berbahaya yang kelompok besarnya masih berkeliaran. Demam Ayu Ting-ting merebak di semua kalangan, menjadikannya selebriti dadakan. Seakan-akan tidak ada yang tidak tahu tentang dua objek perhatian tersebut (saya istilahkan demikian).

Semua orang diarahkan untuk mengikuti perkembangan suatu objek perhatian. Jika tidak, ada indikasi lanjutan bahwa seseorang tersebut tidak memiliki kepekaan sosial, kurang gaul, atau terkucil. Perhatian kepada peristiwa Bom Solo dan fenomena Ayu Ting-ting berlajut kepada penyeragaman pendapat terhadap keduanya. That’s it, semua orang akan diarahkan pada ancaman teror dan potret sukses Ayu Ting-ting di dunia hiburan. Sudut pandang selain yang mendukung dua pernyataan tersebut, ‘dilarang masuk’.

Kata saya sih, Bom Solo sepertinya bagian dari teror negara kepada masyarakat sipil. Kalau memang teror, kenapa sudah bertahun2 pemboman terjadi tni-polri-intel tidak lihai juga menanganinya. Pola yang sudah dikenal dan dihafal masyarakat. Sementara Ayu Ting-ting didukung oleh sikap masyarakat yang ‘latah’, ekspos media yang berlebihan, selain karena strategi ‘pengorbitan’ bintang baru dengan motif politik dan ekonomi. Pola seperti ini bukan pertama pula terjadi

Lantas siapa yang menggiring perhatian massa? Tergantung sumber informasi mana yang digunakan oleh individu2 dalam massa tersebut. Seberapa lama dan seberapa jauhkah penggiringannya pun berbeda. Yang pasti, manusia diciptakan untuk berusaha memilah mana yang baik dan buruk, yang salah dan benar, yang hanya umpan penarik perhatian dan yang benar2 bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Ya to?

Jadi sayang sekali jika hidup Anda relakan untuk ‘digiring’. Andalkan kekuatan ikhtiar kita sebagai manusia yang punya kelebihan berupa akal.

2 responses to “Menggiring Perhatian Massa

  1. Berbicara masalah terorisme, mengapa sampai saat ini terorisme belum bisa dihentikan?
    jawabannya krn selama ini ulama tidak digandeng dalam pengentasan masalah terorisme ini. Padahal terorisme ini terjadi karena adanya salah tafsir yang dilakukan oleh sebagian orang dalam memahami ayat yang terkait dengan “berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah”. Dan maslah ini juga muncul awalnya dari fenomena sebagian orang yang secara serampangan dalam melakukan takfir (pengkafiran),sehingga hal ini berimplikasi lebih jauh pada penghalalan darah saudara sesama Muslim. Oleh karena terorisme ini merupakan masalah agama, seharusnya penanganan masalah ini pun dikembalikan kepada ahlinya yaitu para ulama’.

    Allahu a’lam bis showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s