Terjaring e-ktp Juga

Sempat sedikit memohon kepada bapak tentang ketidakbersediaan saya ikut serta dalam pembuatan e-ktp di kecamatan. Berbagai alasan seperti tidak sempat, ktp lama masih berlaku, dst. Tapi akhirnya dgn kalimat ‘demi bapak’ saya ikut juga dalam program pemerintah ini.

Kenapa males2an? He2, pertama mungkin karena alasan yang terlihat keren, nasionalisme saya perlahan luntur seiring kekecewaan terhadap ‘negara’. Kedua, sama seperti alasan saya tidak memiliki akun jejaring sosial serupa FB, twitter, g+, dst, saya tidak terlalu suka diawasi dan dibajak privasi dengan cara sehalus apapun, sekarang saja identitas dan privasi saya sudah menyebar ke mana2 lewat hape dan penggunaan internet. 

Penertiban yang dilakukan pemerintah menurut sy tidak dilakukan dengan cara seperti ini. Kalau ingin melindungi masyarakat dari bahaya kriminalitas atau ‘terorisme’ ya dibuat profesional dong aparat pemerintah, penegak hukum serta intelnya. Yang jelas tujuannya, yang jelas jobdesc-nya, yang jelas pertanggungjawabannya gitu. Biar kapok….

Jangan menjadikan teknologi sebagai pengatur manusia, justru mesti kebalikannya lah.. Kan manusia tercipta sebagai khalifah di bumi. Jangan sampai lebih2 lagi mengidentifikasi manusia dengan ‘kemudahan’ semacam itu. Lama2 nanti manusia jadi mirip barang berkode biner di supermarket, atau seperti sapi yang dicap untuk siap disembelih.

(maaf jika post saya kali ini agak frontal dan reaksioner.. halah..🙂 )

9 responses to “Terjaring e-ktp Juga

  1. Mungkin perlu dipertimbangkan lagi terkait penolakannya, tujuan pemerintah kan baik, dan setahu saya program e-KTP ini kan tidak bertentangan dengan Al Qurán dan As Sunnah (sebatas pengetahuan saya). Jadi ketaatan kita kepada pemerintah dalam hal ini masuk dalam firman Allah (yang artinya): “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan ULIL AMRI di antara kalian…”
    Makna Ulil Amri adalah ulama’ dan pemerintah kalian.
    Jadi kita diperintahkan taat kepada ulil amri selama bukan dlm hal bermaksiat kepada Allah…
    Allahu a’lam bis showab…

    • komentar yang positif, namun dalam hal taat kepada pemerintah, saya masih pilih2 kang. Sy lihat dulu dasarnya apa, tujuannya bagaimana? Sejak awal pemilihan pun saya tidak ikut serta, agak lucu juga kalau saat memberikan instruksi, saya manut apapun peraturan pemerintah.
      Kalau keseluruhannya bener sih tidak masalah, tapi ya kita lihat lah, banyak peraturan yang masih belum bisa ‘menuntun’ kita kok.

  2. jika diperkenankan, bolehkan di-share kepada kami bentuk pelanggaran terhadap syariat terkait dengan instruksi pemerintah dalam hal pembuatan e-ktp ini?
    sehingga kita bisa lebih “adil” dalam menghukumi apakah selayaknya kita taat atau tidak terhadap pemerintah dalam permasalahan e-ktp ini…
    terima kasih

  3. Hmm…. punya E-KTP emang lebih praktis sih, ga perlu punya ktp lokal lebih dari satu bila sedang di tempat yg berbeda. tapi risih juga, semua data qta ada disana. Jangan sampai data2 qta digunakan oleh pihak yg tdk bertanggung jawab. setuju sm Maey Moon. hehehe. Tapi memang ke depannya setau saya spt itu, manusia diberikan kodenya spt barang di supermarket. Mereka ini sudah lama mengembangkannya. coba deh cari diinternet microchip 666. Pasti banyak yg muncul di search engine. Setau saya sudah ditemukan chip terkecil yang bisa di tanam di dahi atau di tangan kanan manusia. Awalnya sih di tanam ke hewan peliharaan bagi org2 kaya, para selebritis Inggris ada juga yg menanamkannya pada anak mereka. Supaya kalau hewan/ anak mereka di culik bisa terlihat GPS nya (wow, chip sebegitu kecilnya bisa berguna jadi tracker). Chip tsbut gunanya selain menyimpan data ID juga bisa menyimpan biodata, bahkan sampai transaksi uang dgn chip tersebut. Nah, di beberapa negara maju, sudah mulai ada yg pakai namun belom meluas. Dan juga disediakan fasilitas khusus bagi si pemakai, misalnya tempat tunggu exclusif di bandara, punya jalur khusus saat pemeriksaan imigrasi di bandara,dll. Teman sy yg tinggal di australia kebetulam pernah melihat org bayar dikasir dgn menggunakan chip yg di tanam di tubuhnya, jd tinggal discan bagian tubuhnya. Well, Kalau bener2hal itu mulai terjadi (yg di tanam ke tubuh manusia), mendingan lari deh ke gunung…..wkwkwkwkwk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s