Busana Perlu Diurus, Pak!

Dua harian saya dengar dari tipi tentang peraturan seputar rok di institusi DPR. Anggota dewan sedang memberikan perhatian kepada mereka yang bekerja atas nama DPR tetapi masih menghadapi kendala dalam membeli kain bahan rok yang memadai. Jadilah rok yang kadang tidak menutup bagian lutut. DPR menuai kritik lagi tentang kebijakannya yang kontoversial dan sensasional ini. Katanya masih banyak persoalan negara yang lain. 

Ya, memang benar bahwa DPR saat ini sudah sangat diragukan kinerjanya karena tumpukan kasus korupsi. Memang benar pula banyak persoalan negara yang terbengkalai karena tidak mendapat perhatian dan penyelesaian maksimal dari wakil rakyat. Memang benar lagi bahwa mengurus hal kecil seperti busana tidak substantif daripada hal-hal yang lebih menyangkut orang banyak.

Tapi bukan berarti urusan ‘sekecil’ rok mini di DPR tidak boleh mendapat perhatian. Buat saya, cercaan atau penentangan yang ditujukan pada pengaturan cara berbusana di lingkup DPR sama saja dengan legalisasi cara berbusana itu sendiri. Cara berbusana dianggap bersifat pribadi sehingga tidak perlu diributkan di ranah publik. Bisa jadi dirumuskan dalam kalimat alay >> “Baju baju gue, yang make juga gue, masalah buat loh??”.

Lama kelamaan kita seolah2 tabu membicarakan hal2 yang dulunya dijadikan norma atau batasan2 dalam berbudaya. Belum lagi hal2 yang berhubungan dengan agama. Permisivisme menjadi2, lalu apa? Bukan mustahil suatu hari manusia kembali ke masa sebelum ditemukannya peradaban.

Sedikit tentang parameter menjaga diri dari tindak asusila. Saya setuju bahwa wanita saat ini turut memicu tindakan asusila. Bukan hanya laki2. Jadi lebih adil bila kedua pihak masing2 mampu menjaga diri. Yang laki2, ya tempatkanlah fitrah Anda pada tempatnya. Yang perempuan, ya jagalah kehormatan Anda mulai dari menata apa yang Anda kenakan. Entah Anda anggota DPR, atau baru berstatus anak sekolahan.

 

 

3 responses to “Busana Perlu Diurus, Pak!

  1. saya setuju bahwa di lingkungan seperti anggota dewan DPR harus ada kode etik berbusana yang santun dan sopan. Tapi mungkin statement bahwa yang menyebutkan rok mini sebagai alasan terjadinya perkosaan harus dirubah. Banyak faktor..dan faktor itu lebih banyak mengarah ke pelaku dan kesempatan. Bukan kepada korban itu sendiri..

  2. @ Kang Nanang
    he2.. belum ada rencana mas, bahkan mungkin tidak ada rencana ke sana.

    @ Aji Wicaksono
    laki2 atau perempuan, mesti sama2 bisa menjaga diri. Bukan mencari siapa penyebab. karena bakal sulit ketemu penyebab awalnya. ayam dulu atau telor dulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s