Dulu Aku Ga Gitu Banget, dehh…

Tiada terasa sudah masuk masa ujian nasional lagi. Pertaruhan masa depan bagi para pemuda, yang sering diistilahkan sebagai penerus bangsa. Cieee…. Yang SD masuk SMP, yang SMP masuk SMA, yang SMA meninggalkan bangku sekolah. Suatu masa yang sangat sesuatu bagi mereka.

Belajar dikebut, doa bersama digelar, konsentrasi sekolah terpusat pada event tahunan ini. Sekolah bagus adalah yang mampu meluluskan sekian persen siswa. Kalau prestasi kelulusan menurun, sekolah terancam turun peminatnya. Maka grade sekolah pun terombang-ambing.

Penting atau tidak ujian nasional sudah banyak dibahas di berbagai media, oleh bermacam tokoh, dan mendapatkan berbagai tanggapan. Makanya saya tidak bermaksud menambahi. Hanya menuliskan berbagai catatan ‘aneh’ seputar pelaksanaan ujian nasional, yang saya temukan di tahun 2012 ini.

Tahun2 pertama kelas tiga atau enam (buat yang SD), adalah masa2 sibuk. Dari les biasa, les bimbel, pelajaran tambahan, dll. Siswa pulang sore mah sudah biasa. Jangan2 kelewat berbagai kewajiban yang mestinya wajib.. ^^. Pokoknya siswa dikondisikan untuk siap ujian. Yang lain2 abaikan dulu, sudah kelas 3! Makin lama, makin naik standard kelulusan di tahun-tahun belakangan, semakin berat juga beban siswa.

Ritual sebelum ujian. Ada yang mengadakan do’a bersama, itu sudah sering ya.. Sehari dua hari sebelum pelaksanaan ujian, doa diadakan untuk menyiapkan siswa secara mental dan spiritual menghadapi ujian. Tahun ini ga cukup hanya doa, tak cukup hanya istighatsah, ada juga sungkeman lalu sowan ke ulama2 atau sesepuh, minta berkah. Wah, betapa tidak pedenya…

Bekal ujian. Semua juga sudah tau bahwa ujian nasional sekarang menggunakan lembar jawab komputer, mengisinya pakai pensil tipe 2B, penghapus yang valid tidak merusak lembar jawab. Yang lebih dari itu, ada sebuah daerah di Jawa Timur, melengkapi bekal dengan minta air putih dari kyai, yang sudah ‘dibaca2-in’ sama pensil yang sudah dirajah alias ditulisi huruf2 Arab. Tujuannya ya pasti  agar lulus dan lolos dengan meyakinkan di ujian nasional. Waduh… ngeri..

Segel soal ujian. Ya, kita semua juga tau bahwa soal2 ujian nasional begitu rawannya bocor. Meskipun pada kenyataannya, soal bocor di berbagai daerah tidak mendapatkan penanganan yang tepat setelah musim ujian berlalu. Tahun ini, agar lebih ketat, soal ujian diperlakukan selayaknya bom daya ledak besar. Pengamanannya luar biasa. Dari penyiagaan polisi, ruang isolasi, gembok super besar di ruang2 penyimpanan soal. Ada juga yang soal2 sampai disimpan di kantor polisi.

Kalau dipikir2, yang namanya ujian semakin ke sini semakin ngeri saja. Semakin menjadi momok karena kesan angker yang dibuat oleh sistem pendidikan itu sendiri. Ujian nasional menjadi sesuatu yang spesial, khusus, tidak biasa, harus diwaspadai… Entah salah ujiannya, siswa2nya, atau sistemnya ndak tau… Saya agak heran karena semakin hari semakin aneh saja.

Setau saya, dan sepengetahuan saya yang sempat sekolah juga, Alhamdulillah, ga begitu2 juga menghadapi ujian nasional tu. Tidak harus terbawa suasana seram dan mengerikan khas ujian nasional. Tidak mesti mengorbankan waktu dan jiwa raga untuk mencari berkah dari ‘kyai’. “Dulu saya ga gitu banget, dehh…” komentar saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s