Muslim Pedesaan, Muslim Perkotaan

Muslim pedesaan dianggap identik dengan busana sarung, peci persegi panjang, sandal jepit. Cara berbicara mereka berdasarkan dalil atau sesuatu yang didalil2kan. Yang perempuan menjunjung tinggi peran mereka sebagai orang rumahan, yang laki2 juga lumrah menjadi tulang punggung keluarga. Pengajian bagi sebagian besar mereka tidak lepas dari aktivitas sholawatan, seni ‘terbang’, qosidah, dst. Narasumber pengajian banyak yang diembel2i dengan kyai, kyai haji, ki, dst.

Muslim perkotaan dianggap identilk dengan kaum berpendidikan formal. Busana perlente, jas atau kemeja, celan apanjang yang menggantikan sarung, sandal jepit pun diganti sepatu. Cara bicara bernada berdasarkan pandangan ilmiah, logika, analogi dengan hal2 aktual. Yang perempuan memposisikan diri sebagai bagian dari masyarakat muslim umumnya. Ada jamaah2 ta’lim wanita, dengan narasumber wanita juga.Pengajian bagi sebagian besar mereka merupakan siraman rohani, pelepas penat memikirkan dunia. Narasumber diembel2i dengan gelar2 umum seperti sarjana, profesor, atau ahli tertentu.

Yang saya tuliskan di atas bukan asumsi atau judgement. Hanya beberapa kasus yang menjadi contoh. Tidak sama rata, hanya gambaran pandangan orang2 saja. Identitas muslim pedesaan atau muslim perkotaan bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. Bukan pula untuk membandingkan mana yang lebih benar.

Lebih utama bagi seorang muslim yang benar2 ingin menjadi muslim adalah menemukan identitas keislaman itu sendiri. Tidak berlebih2-an karena ibadah2 tambahan peninggalan leluhur, juga tidak menjauhkan diri dari nilai2 ibadah dan keyakinan tauhid yang hilang karena penyesuaian dengan zaman.

Tidak lain dan tidak bukan, titik temu dari semua tipe masyarakat muslim, segala kalangan, latar belakang, serta visi dan misi mereka adalah Islam yang haq itu sendiri. Kewajiban kita untuk mencari yang paling sesuai dengan syariat, bukan mengunggul2kan perbedaan untuk mempermisifkan kekurangsesuaian2 ibadah dengan syariat. How?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s