Tak Perlu Kata Galau

Galaww lagi yang jadi bahasan. Hmm, bukannya ketidaksengajaan. Dalam pandangan saya, kata tersebut memang tengah populer sehingga lebih mudah dicerna dan disebarluaskan. Tidak jadi saya ganti risaww, karena mungkin akan lebih sedikit yang meng-klik dan membaca posting ini. He2..

Baiklah, kembali ke inti post, kehadiran perasaan galau, menurut saya bisa diatasi kok. Bisa dicegah dan diobati kalau sudah terlanjur kena. Belajar dari perjalanan hidup seorang kawan yang saya lihat luar biasa. Namun maaf tak bisa saya publikasikan secara detail di sini.

Ya, galau memang dapat diatasi dengan satu paket cara. Cara yang berasal dari izin Alloh sebagai pemilik hati yang berkuasa menjadikan sesuatu yang terjadi, terjadilah. Satu paket cara ‘obat’ galaww tersebut adalah ilmu dan keikhlasan. Ilmu saya tempatkan terlebih dahulu, sebagai dasar rasa ikhlas untuk menerapkan dan memahami apa yang dihadapi.

Ilmu tadi tidak dapat diperoleh dari institusi2 akademik, tetapi didapatkan melalui kuliah kehidupan. Tahu sendiri kan, kehidupan itu intinya bagaimana? Alloh ta’ala sudah tetapkan ayat yang tertulis dalam kitabulloh serta ayat yang tersebar di muka bumi. Ikhlas, dimulai dari niatan mencari ilmu tadi. Ikhlas untuk ‘diatur’ selayaknya makhluk yang disebut manusia sesuai dengan kodrat kita sebagai manusia. Yang merasa manusia lho..

Semakin banyak ilmu yang dimiliki, semakin sigap diri kita dalam menghadapi sesuatu. Termasuk urusan hati yang menjadi pembahasan paling asik tentang galaww. Dengan izin Alloh, ketika semakin banyak ilmu yang kita punya, semakin mudah kita beradaptasi dengan situasi. Sesuai dengan harapan atau tidak-kah apa yang kita dapatkan?

Memahami memang perlu waktu, selama apakah itu, tergantung bagaimana keinginan kita untuk konsisten berikhtiar dengan ikhlas tentunya karena Alloh. Mempersiapkan setiap langkah dengan ilmu menjadikan diri lebih siap melewati risiko yang dihadapi. Segala risiko sekecil apapun. Tanpa perlu  menggunakan kata galaww serta memasuki dunia yang menggalaww-kan.

Sebagaimana seorang kawan tadi. Dia saya pandang lulus dan mampu bersikap dengan tepat dalam urusan hati tanpa harus merelakan hati dan jiwanya berkelana ke dunia galaww. Saya optimis kelak ia akan mendapatkan yang super. Semoga Alloh memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat dan semangat kepada dirimu… (ups, sepertinya sedikit berbeda ‘redaksi’-nya. :))

 

 

2 responses to “Tak Perlu Kata Galau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s