Minta Do’a

Bismillah,.

Seringkali kita, teman kita, saudara kita, atau bahkan orang yang tak terlalu kita kenal mengucapkan ‘Doakan yaa?”. Kalimat itu terucap dalam suasana tertentu, momen tertentu, dan tujuan tertentu juga. Ketika sedang membutuhkan orang lain berpartisipasi dalam usaha kita meraih apa yang diinginkan.

Bukan kesalahan kan? Ya memang bukan. Doa orang lain insya Alloh juga manjur, apalagi doa dari orang tua atau ibu. Tapi ada kalanya kalimat untuk minta didoakan itu menjadi sia2 dan malah mungkin menjadi salah. Di sini titik permasalahannya.

Berdo’a merupakan bukti ketifakberdayaan kita di hadapan Alloh ta’ala. Do’a dipanjatkan karena kita mohon pertolongan Alloh dalam urusan2 kita. Urusan2 seperti apa, pastinya hanya kita dan Alloh sajalah yang mengetahuinya. Makanya berdo’a, yang pertama dan paling utama kita sendiri yang melakukannya.

Teruus, tentu kita berharap do’a baik kita dikabulkan. Maka perlu kita ketahui terlebih dahulu, kondisi seperti apa yang mendukung kita dalam berdo’a agar menjadi sebab do’a tersebut dikabulkan. Sudahkah kita menjalankan kewajiban, sehingga pantas menerima hak? Sudahkah kita berusaha bersikap benar dalam ibadah, berniat yang ikhlas, mengkombinasikan cinta+takut+harap dalam keimanan kita. Kalau belum usaha, coba tanyakan pada diri sendiri, pantas tidak kita berharap yang tinggi2 di mata manusia???

Ibaratnya begini, seorang konglomerat yang sakit2-an mengadakan event peduli anak yatim. Di situ dia minta didoakan agar sembuh, tambah kaya, dan panjang umur. Sementara di sisi lain, dia tetap saja bermaksiat, memakan uang haram, dan sering kali titip absen sholat fardhu. Atau begini, seorang muslimah yang sudah berumur, rajin banget sedekah dan minta didoakan agar segera ketemu pasangan hidup. Sementara dirinya tidak menjaga kehormatan dirinya di mata Alloh, pake jilbab saja katanya panas, belum siap. Ha njuk piye??

Do’a orang tua, orang-orang shalih, juga do’a dari kaum yang teraniaya lebih bijak diposisikan dengan sifat membantu. Baru bisa manjur kalau orang yang membutuhkan do’a tersebut juga berusaha dan berdo’a sendiri. Bukan sim salabim, mentang2 sudah wakaf lima hektar untuk ponpes lalu bisa tenang2 tanpa perlu usaha masuk surga lagi.

Namun sekali lagi setiap pengabulan do’a adalah kekuasaan Alloh. Dia yang paling tahu siapa saja hamba-Nya yang layak dikabulkan do’anya. Allohu’alam.

4 responses to “Minta Do’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s