Sepatu Kets, Tas Ransel, dan Status Ummahat

IMG_20151024_103221-1Bismillah,
Posting ini bisa dikatakan curahan hati, penyampaian pendapat, pembelaan diri, atau penggalangan dukungan. Silakan berkomentar.
Ceritanya diawali dari diri saya sendiri. Muslimah yang saat ini berstatus sebagai seorang ummahat, ibu2, emak2, mama2, bunda2, dst. Sebuah nikmat Alloh yang tak terkatakan dalam kehidupan saya. Ada seorang anak yang akan menemani saya sepanjang waktu, kemanapun saya pergi. Baru seorang anak. Zal memang tipe anak yang tak mau pisah dengan ibunya.
Semenjak berhijab dan memasuki perguruan tinggi perlahan saya mengubah gaya berbusana. Cenderung ke gaya feminin tapi tetap kasual. Berlanjut setelah lulus, kerja, dan menikah. Namun setelah ada Zal, terbesit di hati untuk kembali ke penampilan lama, kasual tapi sporty, meninggalkan gaya feminin. Seperti masa2 masih berseragam putih abu2. Begitu cerita keduanya.🙂
Agak iri dengan para bunda yang bisa freestyle dengan paduan sepatu kets dan tas ransel saat bepergian dengan si kecil. ingin sekali seperti itu, tapi tetap dgn berhijab lebar dan rok gombrong. Hehe.. Nampaknya akan lebih lincah, aman, dan ‘ tidak menarik’. Begitu impian saya dengan status ummahat sekarang.
Akan tetapi berhubung belum dapat legalisasi 100% dari suami saya belum bisa mewujudkan mimpi berkasual sporty 100% juga. Hanya pada momen tertentu saja saya dapat sedikit merasa ‘keren’ dengan kebutuhan (bukan aksesoris) tersebut. Sambil terus melobi suami tentunya. ;p Yang pasti saya akan bertahan pada satu alasan, tak mau terjebak arus mode. Walaupun mode hijab sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s