Pak, muliakan tamumu…

handshakeAssalamu’alaikum,

Dalam rangka tidak ikut demo 411 tulisan ini dibuatlah. Jauhari sejak mulai mendengar agenda nasional ini akan dilangsungkan, saya berada di antara perasaan ‘ngarep’ dan pesimis. Ngarep terjadi sesuatu yang sesuatu, dan pesimis melihat bagaimana selama ini rezim memperlakukan agama mayoritas rakyatnya.

Dari kemarin hingga pagi ini saya tengok2 di fesbuk output dari demo 411. Presiden tidak sekejap pun menampakkan diri di depan rakyat yang sudah kangen ketemu dan ingin mengajak bicara ‘ulil amri’ nya ini. Kok nyepelekke banget sih pak. Tidak nguwongke sekian orang yang jauh2, capek2, sumuk2, teriak2, ingin ketemu njenengan.

Pemimpin sekelas RT saja kalau dicari tandatangannya buat bikin KTP ternyata ndak di rumah terus marai jengkel kok, apalagi ini. Datangnya saja sudah ijin jauhari, sudah mbawa rombongan, sudah janji ndak macam2. Eh, pinternya njenengan mblenjani janji. Hebat ya,, malu saya ngaku sak almamater sama njenengan.

Wislah, misuh saya mungkin tidak ngaruh. Saya titip pesen saja sama beliau2 asasatidz yang biasanya bisa mendakwahi pemimpin dengan lemah lembut. Mohon prisiden kita ini didakwahi dengan beberapa hadits tentang memuliakan tamu.

Ini ajaran Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Ada anjuran tentang menyambut dengan ucapan selamat datang lho,

مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى
“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)

Dijamu semampunya juga,

Barangsiapa beriman kepada Allah & hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya & menjamunya siang & malam, & bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adl sedekah baginya, tak halal bagi tamu tinggal (bermalam) hingga (ahli bait) mengeluarkannya. Telah menceritakan kepada kami Isma’il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik seperti hadits di atas, dia menambahkan; Barangsiapa beriman kepada Allah & hari Akhir, hendaknya berkata baik atau diam. [HR. Bukhari No.5670].

Kalau empunya rumah malah melengos…

Jika kalian singgah di suatu kaum, lalu mereka melayani kalian sebagaimana layaknya seorang tamu, maka terimalah layanan mereka. Jika mereka tak melayani kalian, maka kalian boleh mengambil dari mereka hak tamu yg pantas mereka berikan. [HR. Bukhari No.5672].

Semoga para penasihat Prisiden ini bisa secepatnya bergerak. Keburu nanti ada tamu lagi prisidennya malah halan2 endak tau tujuannya.

Buat Zal-ku, jangan niru bapak2 yang ini ya, bapaknya ndak solih, kalau ada tamu diaturi duduk ya, jangan ditinggal pergi main. Maaf ya Pak, njenengan bukan teladan yang baik buat anak2 kami. Besok Zal sedang liat bapak di tivinya eyang, taksuruh matikan aja (tivinya)..😛

Wassalamu’alaykum.

Sumber hadits saya dapatkan dari sini dan sini. Jazakumulloh khairan. 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s