Homeschooling, yuk!

hsSelamat siang! Ini karena nulisnya siang2 bolong panas di bulan Desember. Alhamdulillah cucian pada kering. hik.. basa-basi macam apa ini.. 🙂

Langsung menuju kepada topik tulisan kali ini. Homeschooling. Apa yang ada di benak anda? Sebuah model pendidikan yang kekinian ya sepertinya. Dulu saya tahu yang namanya homeschooling (HS) itu sekolah untuk para artis usia sekolah. Buat mereka yang tidak mampu mengikuti jam pelajaran di sekolah formal. Lebih tahu lagi, HS diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Lebih tahu lagi sekarang, ternyata HS bisa jadi salah satu solusi pendidikan di masa se-ngerih sekarang ini. 

Ngerih? Ngeri yang saya rasakan di sini mulai dari lingkungan, biaya, beban jam pelajaran, serta efek2 di luar sekolah formal yang bisa muncul tanpa kita duga. Pilih sekolah negeri, kita kesusahan mengarahkan aqidah anak2 kita. Pilih sekolah swasta, mahal biaya dan kadang beban jam pelajaran pun luar biasa. Belum lagi interaksi teman sekolah yang bisa saja membawa buah hati kepada mode, tren, serta kebiasaan2 ‘unik’. Unik maksudnya di luar kendali kita sebagai orang tua.

Saya mendapatkan ‘racun’ HS dari sebuah grup Whatsapp. Di sana saya tahu, ternyata HS tidak sesimpel yang dibayangkan. Orang tua yang berperan super duper sebagai fasilitator (ya guru, ya pendamping, ya tim kurikulum, ya driver antar jemput). Beliau2 yang anaknya di HS kan justru menjadikan ijazah kejar paket sebagai syarat saja. Yang utama justru pengembangan pribadi si anak sesuai dengan minat, bakat, kemauan. Hal tersebut sulit diwujudkan 100 persen di lingkungan sekolah formal dengan perbandingan guru dan siswa sekian banding sekian. Pengembangan diri yang bisa digali melalui playdate, aktivitas sehari2, fieldtrip, kursus keahlian, dan event lainnya.

Namun sebelum mulai HS idealnya kedua orang tua harus menyatukan tekad dulu. Tidak bisa bunda jalan sendiri, tidak bisa pula ayah. Keduanya mesti sependapat agar tujuan HS bisa terpenuhi. Membentuk generasi yang mandiri, peka terhadap lingkungan, dan memiliki kemampuan menghadapi ganasnya dunia luar..!! Siapkan terlebih dahulu, lalu biarkan anak-anak kita melalui fase kehidupan dewasanya.

hihi.. sudah.. sudah dulu mimpinya. Sekarang tugas saya mencari ilmunya dan mempertimbangkan model pembelajaran HS buat Zal dan adiknya nanti, insya Alloh. Mungkin Anda juga. Semoga Alloh mudahkan menjaga amanahNya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s